Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Tidur Siang Terlalu Lama Bisa Menyebabkan Pusing?
ilustrasi pusing (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Tidur siang terlalu lama bisa membuat pusing karena tubuh terbangun di fase tidur dalam, menyebabkan sleep inertia yang bikin kepala berat dan sulit fokus.
  • Bangun terlalu cepat setelah tidur siang dapat memicu pusing akibat perubahan tekanan darah mendadak, terutama jika tubuh kurang cairan.
  • Tidur siang ideal sekitar 10–30 menit membantu tubuh segar tanpa efek linglung, sementara durasi lebih lama perlu disesuaikan agar tidak mengganggu keseimbangan dan kualitas tidur malam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tidur siang dianggap sebagai cara mudah untuk mengembalikan energi. Setelah tidur sebentar, tubuh biasanya terasa lebih segar dan pikiran menjadi lebih fokus. Namun, pernahkah kamu justru bangun dengan kepala terasa berat, tubuh limbung, atau seperti kehilangan keseimbangan?

Alih-alih merasa lebih bugar, tidur siang yang terlalu lama terkadang justru membuat kamu merasa pusing dan tidak nyaman. Kondisi ini sebenarnya cukup umum dan bisa terjadi karena tubuh belum sepenuhnya siap beralih dari kondisi tidur ke keadaan terjaga.

1. Tidur terlalu lama bisa membuatmu terbangun di fase tidur dalam

Salah satu alasan utama mengapa tidur siang terlalu lama bisa membuat pusing adalah karena kamu mungkin terbangun saat sedang berada dalam fase tidur yang lebih dalam.

Tidur berlangsung dalam beberapa tahap. Pada tidur yang singkat, kamu biasanya belum masuk terlalu jauh ke dalam fase tidur dalam. Namun, makin lama tidur siang berlangsung, makin besar kemungkinan tubuh memasuki tahap tidur yang lebih dalam.

Jika tiba-tiba terbangun pada fase ini, otak butuh waktu untuk kembali bekerja secara penuh. Akibatnya, kamu bisa merasa mengantuk, sulit berpikir jernih, tubuh terasa berat, dan sedikit kehilangan keseimbangan. Kondisi ini dikenal sebagai sleep inertia, yaitu rasa linglung atau tidak sepenuhnya sadar yang muncul setelah bangun tidur.

Pada beberapa orang, sensasinya bisa terasa seperti pusing atau brain fog (kabut otak). Efek ini biasanya bersifat sementara dan berangsur membaik setelah tubuh benar-benar terjaga.

2. Berdiri terlalu cepat juga bisa menyebabkan pusing

Penyebab lainnya mungkin bukan semata-mata karena durasi tidur, melainkan cara kamu bangun setelah tidur siang. Saat berbaring cukup lama, lalu langsung berdiri tiba-tiba, tubuh perlu menyesuaikan kembali sirkulasi darah. Untuk sesaat, tekanan darah dapat berubah dan aliran darah yang mencapai otak bisa berkurang sementara.

Inilah yang dapat menimbulkan rasa melayang, berkunang-kunang, atau seperti akan kehilangan keseimbangan. Dehidrasi juga bisa membuat sensasi tersebut terasa lebih kuat.

Karena itu, setelah tidur siang yang cukup lama, sebaiknya jangan langsung beranjak dari tempat tidur. Duduklah terlebih dahulu selama beberapa saat, lalu berdiri secara perlahan.

3. Mengapa tidur siang singkat sering terasa lebih menyegarkan

ilustrasi tidur siang (pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl)

Durasi tidur siang ternyata cukup berpengaruh terhadap perasaan setelah bangun. Tidur siang selama sekitar 10–30 menit umumnya lebih kecil kemungkinannya membuat kamu terbangun dalam kondisi sangat linglung. Durasi ini sering disebut sebagai power nap karena dapat membantu meningkatkan kewaspadaan tanpa membuat tubuh terlalu jauh memasuki tidur dalam.

Sebaliknya, tidur siang yang terlalu lama dapat meningkatkan kemungkinan terbangun saat tubuh sedang berada dalam fase tidur yang lebih dalam. Ini menjelaskan kenapa kamu kadang merasa jauh lebih lelah setelah tidur siang selama 1 atau 2 jam dibanding setelah tidur selama 20 menit.

Namun, bukan berarti tidur siang yang lebih lama selalu buruk. Dalam kondisi tertentu, tidur yang lebih panjang dapat membantu tubuh memulihkan diri, terutama ketika kamu mengalami kurang tidur. Hanya saja, waktu dan durasi tidur perlu disesuaikan agar tidak membuat tubuh makin sulit beradaptasi saat bangun.

4. Cara agar tidak pusing setelah tidur siang

Beberapa kebiasaan sederhana dapat membantu mengurangi rasa pusing atau linglung setelah tidur siang, antara lain:

  • Batasi tidur siang sekitar 10–30 menit jika tujuannya hanya untuk menyegarkan tubuh.

  • Bangun secara perlahan dan duduk sebentar sebelum berdiri.

  • Pastikan tubuh cukup minum agar tidak mengalami dehidrasi.

  • Hindari tidur siang saat tubuh sangat lapar atau setelah melewatkan waktu makan.

  • Usahakan tidur siang lebih awal agar tidak mengganggu tidur malam.

Jika tidur siang lebih lama, beri tubuh waktu beberapa menit untuk benar-benar sadar sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

5. Kapan pusing setelah tidur siang perlu diperhatikan?

Sesekali merasa pusing atau linglung setelah tidur siang yang lama biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Kondisi tersebut bisa berkaitan dengan sleep inertia atau perubahan posisi tubuh yang terlalu cepat.

Namun, jika rasa pusing sering terjadi, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, seperti pingsan, mual berat, sensasi ruangan berputar, penglihatan ganda, kesulitan berbicara, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau sulit berjalan, sebaiknya jangan diabaikan. Pusing yang berulang dapat memiliki penyebab lain, termasuk masalah tekanan darah, gangguan telinga bagian dalam, atau kondisi kesehatan tertentu.

Kalau kamu sering merasa pusing setelah tidur siang, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali durasi tidurmu. Alih-alih tidur terlalu lama, cobalah tidur singkat selama 10–30 menit dan beri tubuh waktu untuk bangun secara perlahan. Dengan begitu, tidur siang bisa benar-benar membuat tubuh lebih segar.

Referensi

Biology Insights. Diakses pada Juli 2026. "Why Do I Feel Dizzy When I Wake Up From a Nap?"

Cleveland Clinic. Diakses pada Juli 2026. "What’s The Ideal Length for a Nap?"

Sleep Foundation. Diakses pada Juli 2026. "Vertigo While Sleeping."

The Guardian. Diakses pada Juli 2026. "Why Do I Feel So Much Worse After a Nap – and How Can I Avoid It?"

Time of India. Diakses pada Juli 2026. "Why Do Naps Make You Wake Up Feeling Sick: Causes, Effects,  and Solutions."

Curated For You

Editorial Team

Related Article