Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Merasa Jatuh dari Ketinggian saat Tidur? Ini Penjelasannya
ilustrasi tidur (pexels.com/Ron Lach)
  • Sensasi jatuh yang muncul tepat saat mulai tertidur sering disertai sentakan otot singkat. Fenomena ini disebut hypnic jerk atau sleep start.

  • Kelelahan, kurang tidur, stres, kafein, dan olahraga berat menjelang tidur mungkin membuatnya lebih sering terjadi pada beberapa orang.

  • Jika sentakan berulang sampai mengganggu tidur, terjadi saat terjaga, atau berbeda dari sentakan singkat di awal tidur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu mulai mengantuk, mata mulai menutup, tubuh rileks, lalu tiba-tiba saja kaki atau tangan menyentak. Sebagian orang terbangun dengan sensasi seolah baru saja jatuh dari ketinggian. Pengalaman singkat ini bisa mengejutkan. Namun, jika muncul tepat saat mulai tertidur, sering kali itu adalah hypnic jerk, yaitu sentakan otot yang terjadi dalam peralihan dari terjaga ke tidur.

Sentakan bisa terjadi pada satu bagian tubuh atau terasa lebih menyeluruh. Sensasi jatuh dapat muncul. Fenomena ini umumnya dianggap variasi normal dalam proses tidur dan biasanya tidak berbahaya, meski mekanisme pastinya belum dipahami. Salah satu teori menyebut otak mungkin salah menafsirkan otot yang sedang rileks sebagai tanda tubuh sedang jatuh, lalu memicu sentakan. Teori ini belum menjadi penjelasan pasti.

Hal yang mungkin membuat sentakan lebih sering

ilustrasi rebahan di sofa, stres, lelah, pusing (magnific.com/magnific)

Hypnic jerk bisa terjadi tanpa pemicu yang jelas. Namun, beberapa sumber menyebut kurang tidur atau kelelahan, stres, kafein dan nikotin, serta olahraga berat menjelang tidur mungkin meningkatkan frekuensinya pada sebagian orang.

Jika sentakan terasa mengganggu, cobalah menjaga jadwal tidur lebih teratur, mengurangi kafein menjelang malam, dan memberi jeda setelah olahraga berat sebelum tidur. Langkah ini dapat membantu menjaga kualitas tidur, tetapi tidak menjamin sentakan akan hilang sepenuhnya.

Ada pula laporan kasus tentang sentakan yang memburuk setelah penggunaan obat tertentu, termasuk antidepresan. Laporan satu kasus tidak membuktikan bahwa obat tersebut akan menimbulkan efek yang sama pada semua orang. Jika keluhan mulai muncul setelah obat dimulai atau dosisnya berubah, bicarakan dengan dokter dan jangan menghentikan obat sendiri.

Kapan perlu menemui dokter?

Sentakan sesekali yang cuma muncul saat mulai tertidur biasanya tidak memerlukan pemeriksaan. Namun, konsultasikan dengan dokter jika gerakan terjadi berulang sepanjang malam, muncul saat sedang terjaga, sering membangunkan hingga mengganggu istirahat, atau disertai cedera maupun hilang kesadaran. Gerakan dengan pola berbeda bisa menyerupai gangguan gerak saat tidur atau kondisi lain, sehingga perlu diperiksa.

Referensi

Sleep Foundation, “Hypnic Jerk: Why You Twitch When You Sleep,” diakses 1 November 2026.

Robyn Whitney and S. K. Weiss, “Sleep-Related Movement Disorders: Hypnic Jerks,” Current Sleep Medicine Reports 4, no. 1 (2018): 19–27, https://doi.org/10.1007/s40675-018-0104-9.

Saleh A. Alghamdi, “Hypnic Jerks, Major Depressive Disorder, and Antidepressant Use: A Possible Relationship,” Cureus 15, no. 10 (2023): e47436, https://doi.org/10.7759/cureus.47436; Summer, “Hypnic Jerk.”

Curated For You

Editorial Team

Related Article