Kafein merangsang sistem saraf dan dapat meningkatkan tekanan darah serta denyut jantung dalam jangka pendek. Responsnya tidak sama pada semua orang. Kebiasaan minum kopi, jumlah kafein, usia, dan kondisi kesehatan ikut berpengaruh.
Metaanalisis terhadap delapan uji acak menemukan bahwa suplementasi kafein berkaitan dengan kenaikan rata-rata sekitar 1,9 mmHg pada tekanan sistolik dan 1,7 mmHg pada tekanan diastolik. Angka ini merupakan rata-rata dari penelitian suplementasi kafein, bukan dari secangkir kopi.
Efek sesaat itu juga tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami hipertensi. Metaanalisis 2023 atas studi observasional menemukan hubungan antara konsumsi kopi lebih tinggi dan risiko hipertensi yang sedikit lebih rendah, tetapi hasilnya bervariasi menurut karakteristik penelitian. Temuan itu tidak membuktikan bahwa kopi mencegah hipertensi.