Penurunan berat badan tetap bergantung pada keseimbangan energi, yakni jumlah kalori yang masuk dibanding yang dibakar.
Efektif atau tidaknya melewatkan waktu sahur untuk menurunkan berat badan tidak dapat berlaku secara seragam untuk semua individu.
Melewatkan makan sahur dan tidak makan berlebihan saat buka puasa apakah bisa lebih menurunkan berat badan? Jawabannya bisa. Namun, perlu diingat hal tersebut terutama bukan karena tidak sahurnya, melainkan karena defisit kalorinya.
Apabila kamu melewatkan sahur tetapi “balas dendam” saat berbuka dan makan dalam jumlah besar, maka total kalori harian tetap bisa berlebih. Dalam kondisi ini, berat badan justru bisa naik.
Sebaliknya, jika tetap sahur namun total asupan kalori tetap terkontrol, tidak berlebihan, dan disertai aktivitas fisik ringan-sedang yang tetap dapat membakar kalori saat puasa, maka berat badan tetap bisa turun.
Melewatkan makan sahur dapat menyebabkan:
Potensi berkurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sehingga dapat menurunkan energi dan konsentrasi.
Risiko gangguan pada pencernaan akibat kenaikan asam lambung berlebih.
Rasa lapar ekstrem saat berbuka.
Risiko makan berlebihan saat berbuka.
Gangguan kestabilan gula darah pada individu tertentu.
Pada beberapa orang, pola ini juga dapat memengaruhi kualitas tidur dan ritme sirkadian, yang pada akhirnya berdampak pada metabolisme.
Setiap individu memiliki cara dan dampaknya masing-masing yang mungkin berbeda antara satu dengan lainnya. Jadi, pilih cara yang sehat dan paling sesuai untuk tubuhmu ya jika ingin menurunkan berat badan.
Referensi
Wicherski J, Schlesinger S, Fischer F. Association between Breakfast Skipping and Body Weight-A Systematic Review and Meta-Analysis of Observational Longitudinal Studies. Nutrients. 2021 Jan 19;13(1):272.
Yamamoto R, Tomi R, Shinzawa M, Yoshimura R, Ozaki S, Nakanishi K, Ide S, Nagatomo I, Nishida M, Yamauchi-Takihara K, et al. Associations of Skipping Breakfast, Lunch, and Dinner with Weight Gain and Overweight/Obesity in University Students: A Retrospective Cohort Study. Nutrients. 2021; 13(1):271.
Sievert, Katherine, Sultana Monira Hussain, Matthew J Page, Yuanyuan Wang, Harrison J Hughes, Mary Malek, and Flavia M Cicuttini. “Effect of Breakfast on Weight and Energy Intake: Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised Controlled Trials.” BMJ 364 (January 30, 2019): l42.
Geliebter, Allan, Nerys M. Astbury, Roni Aviram-Friedman, Eric Yahav, and Sami Hashim. “Skipping Breakfast Leads to Weight Loss but Also Elevated Cholesterol Compared with Consuming Daily Breakfasts of Oat Porridge or Frosted Cornflakes in Overweight Individuals: A Randomised Controlled Trial.” Journal of Nutritional Science 3 (January 1, 2014): e56.
Watanabe, Yoko, Isao Saito, Ikuyo Henmi, Kana Yoshimura, Kotatsu Maruyama, Kanako Yamauchi, Tatsuhiro Matsuo, et al. “Skipping Breakfast Is Correlated with Obesity.” Journal of Rural Medicine 9, no. 2 (January 1, 2014): 51–58.
"Eating breakfast won’t help you lose weight, but skipping it might not either". Harvard Health Publishing. Diakses Februari 2026.
"Skipping breakfast may be healthy way to shed weight". Cornell University. Diakses Februari 2026.