9 Masalah Kesehatan Penyebab Perut Sering Kembung

Cara penanganannya berbeda tergantung penyebabnya

Mungkin, sebagian dari kita sudah "langganan" kembung. Kembung adalah saat perut terasa bengkak, buncit, atau menggembung setelah makan. Penyebabnya adalah produksi gas berlebih atau gangguan pada pergerakan otot-otot sistem pencernaan.

Walau tidak fatal, perut kembung bisa menyebabkan ketidaknyamanan, rasa sakit, begah, dan membuat perut terlihat lebih besar. Apakah kamu tahu kalau kembung berkaitan dengan beberapa masalah kesehatan di bawah ini?

1. Alergi atau intoleransi makanan

9 Masalah Kesehatan Penyebab Perut Sering Kembungilustrasi seseorang dengan intoleransi laktosa (eatright.org)

Alergi atau intoleransi makanan bisa memicu kembung, walau agak sulit mendeteksi apa makanan pemicunya. Menurut Dr. Ayesha Akbar, konsultan gastroenterologi di St Mark's Hospital, Amerika Serikat (AS), dua makanan yang paling sering memicu perut kembung adalah produk susu dan makanan yang mengandung gluten.

Makanan lain yang menyebabkan kembung adalah apel dan alpukat, kata Dr. Akbar seperti tertulis di laman Cosmopolitan. Sementara itu, menurut keterangan dari Gastrointestinal Society, gejala intoleransi makanan adalah mual, kembung, sakit perut, dan diare yang muncul sekitar setengah jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.

2. Makan terlalu cepat

Wajarnya, kita harus mengunyah makanan hingga 32 kali sebelum menelannya. Ini dilakukan agar makanan benar-benar halus dan mudah dicerna oleh tubuh. Akan tetapi, bagaimana jika kita terburu-buru dan terpaksa makan terlalu cepat?

Menurut Dr. Akbar, makan terlalu cepat membuat kita menghirup banyak udara. Alhasil, akan ada terlalu banyak gas di perut dan menyebabkan perut kembung, katanya seperti mengutip laman Cosmopolitan.

Meghan L. Scott, RD pun mengamini pernyataan Dr. Akbar. Menurutnya, saat kita makan terlalu cepat, kita akan menelan lebih banyak udara, tuturnya seperti melansir Gas-X.

"Udara tidak bisa keluar dari saluran pencernaan kecuali melalui bagian atas (serdawa) atau bagian bawah (gas). Saat udara bergerak melalui saluran pencernaan, ini bisa menyebabkan kembung dan sangat tidak nyaman," ujar Scott.

Jika kita mengunyah secara perlahan, kita akan menelan lebih sedikit udara. Bahkan, dilansir The Independent, makan perlahan bisa mengurangi kemungkinan menjadi gemuk atau mengembangkan sindrom metabolik. Makan terlalu cepat bisa menyebabkan fluktuasi gula darah dan memicu resistansi insulin.

3. Sembelit

9 Masalah Kesehatan Penyebab Perut Sering Kembungilustrasi sembelit (freepik.com/jcomp)

Selain itu, perut kembung juga berkaitan dengan sembelit. Sembelit menyebabkan tinja tertinggal di usus dan membuat perut terasa keras, nyeri, tidak nyaman, dan dipenuhi gas.

Sementara, menurut Linda Lee, M.D., di laman Johns Hopkins Medicine, makin lama tinja berada di usus besar, makin banyak waktu untuk bakteri melakukan fermentasi. Alhasil, kita akan merasa kembung.

Gejala sembelit adalah harus mengejan keras dengan usaha ekstra untuk buang air besar dan tinja yang terasa keras seperti batu. Sebagai pencegahan, makanlah makanan yang tinggi serat, banyak minum air, dan sering melakukan aktivitas fisik.

4. Dehidrasi

Tahukah kamu kalau paru-paru terdiri dari 83 persen air? Tubuh menggunakan air untuk berbagai fungsi, seperti mengatur suhu tubuh, membentuk air liur, melumasi sendi, hingga mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh. Sekurang-kurangnya, kita perlu minum air 2 liter per hari.

Lantas, apa hubungan antara air dan kembung? Menurut Dr. Akbar, minum banyak air berpotensi mengurangi kemungkinan kembung karena dehidrasi. Selain itu, ketidakseimbangan elektrolit bisa mengganggu sistem pencernaan.

Di sisi lain, menurut La’Drissa Bonivel, atlet profesional sekaligus pemilik ProFit Studio di Bronzeville, AS, kurang minum air membuat perut dipenuhi dengan udara. Dehidrasi juga menyebabkan mulut kering, bau mulut, kulit kering, hingga perut buncit, jelasnya seperti dikutip di laman Chicago Health.

Baca Juga: Agar Tak Semakin Parah, Hindari 7 Minuman Ini saat Perut Kembung

5. Perubahan hormonal

9 Masalah Kesehatan Penyebab Perut Sering Kembungilustrasi siklus menstruasi (cbdoilreview.org)

Ladies, pernahkah kamu mengalami sindrom pramenstruasi alias PMS? Ternyata, PMS bisa menyebabkan perut kembung karena membuat kita rentan terhadap sembelit dan retensi cairan!

"Pada hari-hari awal siklus menstruasi, kadar estrogen meningkat dan lapisan rahim menebal. Ini bisa menyebabkan kembung dan makin parah saat ovulasi karena lebih banyak cairan serta darah menumpuk," ujar Dr. Akbar.

Menambahkan dari Medical News Today, perut menjadi bengkak, berat, dan kembung sebelum dan di awal menstruasi. Kembung terjadi 1–2 minggu sebelum menstruasi datang. Penyebabnya adalah perubahan hormon estrogen dan progesteron.

6. Penyakit radang usus

Penyakit radang usus adalah gangguan peradangan kronis pada usus. Ini mencakup penyakit Crohn dan kolitis ulseratif. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), sekitar 1,3 persen orang dewasa di AS terdiagnosis penyakit radang usus tahun 2015. 

Gejala yang bisa dikenali adalah diare, adanya darah di tinja, sakit perut, dan penurunan berat badan. Selain itu, juga bisa menyebabkan kembung akibat jaringan parut dan gas yang terperangkap di usus.

Menurut keterangan dari Crohn's & Colitis Foundation, ada beberapa pantangan makanan yang harus dipatuhi oleh penderita radang usus. Di antaranya adalah makanan berserat tak larut yang sulit dicerna, seperti brokoli, kembang kol, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Hindari produk berbasis laktosa seperti susu, krim keju, atau yoghurt.

7. Sindrom iritasi usus besar

9 Masalah Kesehatan Penyebab Perut Sering Kembungilustrasi sindrom iritasi usus besar (scientificanimations.com)

Terakhir, sindrom iritasi usus besar bisa menyebabkan perut kembung. American College of Gastroenterology memaparkan bahwa sindrom iritasi usus besar dialami oleh 10–15 persen orang dewasa di AS.

Seperti apa ciri-ciri sindrom iritasi usus? Dilansir Women's Health, gejalanya adalah kram atau nyeri di area perut, sembelit, perut dipenuhi gas, perut menjadi bengkak atau kembung, timbul rasa mual setelah makan, hingga diare.

Ada beberapa makanan yang perlu dihindari, seperti produk susu dan turunannya (keju, yoghurt, dan es krim), kopi, soda, minuman beralkohol, dan minuman dengan pemanis buatan, apalagi yang mengandung sorbitol atau sirop jagung fruktosa tinggi.

8. Penyakit celiac

Penyakit celiac disebabkan oleh reaksi kekebalan terhadap makan gluten, yaitu protein yang ditemukan dalam gandum, jelai, dan gandum hitam. Ini memengaruhi usus kecil dan dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan vitamin.

Gejalanya antara lain perut kembung, diare, sembelit, sakit perut, kotoran berbau busuk atau mengambang, dan penurunan berat badan. Penyakit celiac juga dapat menyebabkan gejala yang tidak berhubungan dengan sistem pencernaan, seperti ruam kulit dan anemia.

Jika tidak diobati, dapat menyebabkan melemahnya tulang, kemandulan dan keguguran, dan kanker, seperti dilansir Buoy Health.

Dokter dapat mendiagnosis penyakit celiac menggunakan tes darah. Dokter mungkin juga merekomendasikan endoskopi dengan biopsi.

Perawatannya termasuk mengikuti diet bebas gluten, mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral, dan obat-obatan untuk mengendalikan peradangan usus.

9. Sirosis

9 Masalah Kesehatan Penyebab Perut Sering Kembungilustrasi perut kembung (unsplash.com/Sean S)

Penyakit hati dapat disebabkan oleh berbagai masalah, seperti penggunaan alkohol berat, virus (hepatitis), penyakit hati berlemak, obat-obatan, penyakit autoimun, dan kelainan bawaan.

Ketika penyakit hati berkembang, itu dapat menyebabkan kerusakan kronis dan jaringan parut pada hati, yang menyebabkan sirosis. Orang dengan sirosis bisa mengalami kembung dan perutnya bisa menonjol.

Gejalanya antara lain perut kembung, penyakit kuning, kelelahan atau kebingungan, mudah memar, dan darah dalam tinja atau muntahan (darurat). Apabila mengalami gejala ada darah dalam tinja atau muntahan, segera pergi ke UGD. Orang dengan penyakit hati harus menemui spesialis hati untuk mengobati penyebab penyakit yang mendasarinya.

Untuk mengatasi cairan di perut, dokter mungkin akan meresepkan diuretik alias "pil air" untuk membantu mengurangi jumlah cairan di dalam tubuh. Mereka mungkin merekomendasikan prosedur yang menggunakan jarum untuk mengeluarkan cairan dari perut. Mengurangi asupan garam juga membantu mengurangi perut kembung.

Nah, itulah penjelasan di balik perut kembung yang sering terjadi dan hubungannya dengan masalah kesehatan tertentu. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Baca Juga: 7 Cara Mudah Mengatasi Perut Kembung, Coba Lakukan karena Ampuh Banget

Topik:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya