Comscore Tracker

Hiperkolesterolemia: Penyebab, Gejala, Pengobatan

Kondisi ini meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung

Hiperkolesterolemia, atau disebut kolesterol tinggi, mengacu pada peningkatan atau tingginya kadar kolesterol dalam darah.

Hiperkolesterolemia adalah gangguan lipid saat kadar low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan lemak menumpuk di arteri (aterosklerosis), yang menempatkan kamu pada risiko serangan jantung dan stroke yang lebih tinggi. Aterosklerosis adalah penyebab utama penyakit kardiovaskular, yang merupakan penyebab kematian lebih dari apa pun di dunia.

Perlu digarisbawahi, hiperkolesterolemia berbeda dengan hiperlipidemia. Hiperkolesterolemia adalah jenis hiperlipidemia yang berfokus pada LDL-C tinggi, sementara hiperlipidemia mencakup berbagai gangguan yang menampilkan kadar lemak tinggi dalam darah—bukan hanya LDL.

1. Kapan seseorang dikatakan memiliki hiperkolesterolemia?

Apa yang dianggap dokter sebagai hiperkolesterolemia tergantung pada faktor risiko yang lain untuk penyakit kardiovaskular. Dokter mengklasifikasikan semua ini sebagai kolesterol LDL tingkat tinggi:

  • 190 mg/dL atau lebih tinggi tanpa faktor risiko lain.
  • Lebih tinggi dari 160 mg/dL dengan faktor risiko utama lainnya.
  • Di atas 130 mg/dL dengan dua faktor risiko.

Tergantung pada risiko kejadian kardiovaskular, tingkat LDL-C target dapat berkisar dari 116 mg/dL hingga kurang dari 70 mg/dL.

Faktor risikonya meliputi:

  • Usia.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Riwayat keluarga penyakit jantung aterosklerotik prematur.
  • Diabetes.
  • Rendahnya kadar high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik. 

2. Penyebab dan faktor risiko

Hiperkolesterolemia: Penyebab, Gejala, Pengobatanilustrasi hiperkolesterolemia atau kolesterol tinggi (commons.wikimedia.org/https://www.myupchar.com/en)

Ada dua jenis hiperkolesterolemia yang digolongkan berdasarkan penyebabnya.

1. Hiperkolesterolemia familial

Hiperkolesterolemia familial, atau murni, adalah kelainan genetik yang relatif langka. Ini memengaruhi sekitar 1 dari 250 orang, seperti dilansir Healthline. Ini disebabkan oleh mutasi pada gen yang bertanggung jawab untuk menghilangkan kolesterol LDL dari darah.

Apabila kamu memiliki mutasi ini, kolesterol LDL darah bisa mencapai tingkat yang sangat tinggi. Orang dengan hiperkolesterolemia familial bisa terkena penyakit arteri koroner (jenis penyakit jantung yang paling umum) pada usia muda.

Hiperkolesterolemia yang didapat

Ini merupakan jenis yang jauh lebih umum, biasanya disebabkan oleh pola makan tidak sehat yang banyak mengandung gula, serta lemak jenuh dan lemak trans, seperti:

  • Daging merah.
  • Kelapa sawit dan minyak kelapa.
  • Minyak sayur terhidrogenasi (bahan dari beberapa makanan olahan).
  • Makanan cepat saji.
  • Beberapa makanan yang digoreng.

Faktor risiko umum hiperkolesterolemia meliputi:

  • Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi, termasuk hiperkolesterolemia familial atau hiperkolesterolemia yang didapat.
  • Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh atau trans.
  • Diabetes.
  • Usia yang lebih tua.
  • Menggunakan produk tembakau.
  • Jenis kelamin laki-laki secara biologis.
  • Kegemukan atau obesitas.
  • Jarang beraktivitas fisik.
  • Hipotiroidisme.

3. Gejala

Dalam mayoritas kasus, hiperkolesterolemia tidak menimbulkan gejala. Beberapa orang bahkan mungkin tidak tahu bahwa mereka memilikinya sampai mengalami serangan jantung, stroke, atau komplikasi serius lainnya. Inilah kenapa penting untuk memeriksa kadar kolesterol secara teratur.

Mengutip publikasi StatPearls, apabila kamu memiliki hiperkolesterolemia familial, kurangnya perawatan yang tepat dapat menyebabkan gejala di bawah ini:

  • Nyeri dada atau angina.
  • Penumpukan lemak di bawah kulit (xantoma).
  • Plak kekuningan di sudut bagian kelopak atas mata (xantelesma).

Baca Juga: Kolesterol Rendah: Gejala, Penyebab, Penanganan

4. Diagnosis

Hiperkolesterolemia: Penyebab, Gejala, Pengobatanilustrasi membaca hasil tes kolesterol (freepik.com/rawpixel.com)

Saat pemeriksaan fisik tahunan, dokter akan:

  • Menanyakan tentang riwayat kesehatan kamu dan keluarga.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Tes darah panel lipid, yang biasanya dilakukan setelah periode puasa.

Setelah dokter mengesampingkan penyebab lain dari hiperkolesterolemia, mereka dapat melakukan pengujian genetik. Jika memiliki hiperkolesterolemia familial, dokter mungkin menyarankan tes genetik untuk keluarga.

5. Pengobatan

Perawatan hiperkolesterolemia melibatkan upaya untuk menurunkan kadar LDL untuk mencegah penyakit jantung. Ini bisa dilakukan dengan banyak cara, seperti:

  • Rutin olahraga.
  • Menjaga berat badan tetap dalam kisaran ideal.
  • Mengonsumsi makanan rendah lemak jenuh.
  • Menurunkan tingkat stres dan mampu mengelola stres dengan baik.
  • Mengonsumsi obat penurun kolesterol yang diresepkan dokter.
  • Tidak merokok atau segera berhenti merokok.
  • Mengontrol tekanan darah tinggi dan gula darah.
  • Memiliki lipoprotein apheresis (menggunakan alat untuk mengeluarkan lipoprotein dari darah dan kemudian mengembalikan darah ke dalam tubuh). Ini hanya untuk orang dengan hiperkolesterolemia berat.

Pantangan makanan dan minuman untuk menurunkan kadar LDL dalam darah:

  • Menghindari atau membatasi konsumsi alkohol.
  • Makan lebih banyak buah, sayuran, dan biji-bijian.
  • Makan lebih sedikit lemak jenuh, seperti yang ada dalam produk susu, beberapa daging (seperti daging merah) dan makanan penutup.

Sementara itu, beberapa obat-obatan yang digunakan untuk hiperkolesterolemia meliputi:

  • Statin.
  • PCSK9 inhibitor.
  • Ezetimibe.
  • Pengikat asam empedu.
  • Niasin.
  • Asam bempedoat.

Dokter kemungkinan akan meresepkan obat-obatan lain untuk kondisi hiperkolesterolemia familial.

Obat-obatan untuk hiperkolesterolemia bisa menimbulkan efek samping. Namun, manfaat dari obat-obatan ini mengalahkan risikonya. Efek samping yang dapat terjadi meliputi:

  • Konstipasi atau diare.
  • Nyeri pada otot atau sendiri.
  • Sakit perut.
  • Sakit kepala.

Apabila tidak diobati, hiperkolesterolemia dapat menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan penyakit pembuluh darah perifer.

6. Pencegahan

Hiperkolesterolemia: Penyebab, Gejala, Pengobatanilustrasi makanan sehat (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Kamu tidak dapat mengontrol faktor genetik yang terkait hiperkolesterolemia. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kadar kolesterol tetap dalam rentang sehat. Ini meliputi:

  • Menyertakan serat dalam pola makan sehari-hari dan membatasi asupan gula, lemak jenuh, dan lemak trans.
  • Menjaga berat badan tetap sehat.
  • Rutin olahraga.
  • Tidak merokok atau segera berhenti merokok.
  • Batasi penggunaan alkohol.
  • Melakukan cek kolesterol secara berkala.

Hiperkolesterolemia umumnya dikenal sebagai kolesterol tinggi. Ada dua jenis hiperkolesterolemia, yaitu genetik dan yang didapat. Jenis pertama adalah kelainan genetik yang kurang umum, sedangkan yang kedua adalah kondisi yang memengaruhi banyak orang dewasa.

Hiperkolesterolemia jarang memiliki gejala, tetapi komplikasinya sangat parah. Penting untuk mendapatkan pemeriksaan pencegahan secara teratur untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

Meskipun beberapa obat dapat membantu menurunkan kolesterol, cara terbaik untuk mengobati (dan mencegah) hiperkolesterolemia adalah dengan mempertahankan gaya hidup sehat.

Baca Juga: 6 Makanan yang Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya