Bagi orang dengan HIV, tantangannya bukan hanya memilih obat yang tepat, tetapi juga menjalani pengobatan secara konsisten dalam jangka panjang. Pengobatan perlu diteruskan agar jumlah virus tetap terkendali. Namun, minum obat setiap hari tidak selalu mudah, dan pada sebagian orang, virus dapat menjadi kurang responsif terhadap obat tertentu.
Itulah kenapa para peneliti tertarik pada kombinasi dua obat kerja panjang, yaitu lenacapavir dan cabotegravir. Dalam sebuah studi di klinik HIV Ward 86, University of California, San Francisco (UCSF), kombinasi ini menunjukkan potensi untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan menjalani terapi harian atau memiliki resistansi terhadap obat tertentu.
