Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

World Thrombosis Day 2026: Kenali Risiko dan Tanda Bekuan Darah

4 min read
World Thrombosis Day 2026: Kenali Risiko dan Tanda Bekuan Darah
ilustrasi World Thrombosis Day (vecteezy.com/Cemplunk)
  • World Thrombosis Day diperingati setiap 13 Oktober, bertepatan dengan hari lahir dokter Rudolf Virchow.

  • Kampanye 2026 menyoroti perubahan risiko bekuan darah pada perempuan sepanjang hidup, termasuk saat hamil dan setelah melahirkan.

  • Kenali tanda trombosis: pembengkakan dan nyeri pada satu tungkai perlu diperiksa; sesak napas atau nyeri dada mendadak membutuhkan pertolongan segera.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Satu tungkai yang membengkak, terasa nyeri, atau hangat bisa menjadi tanda bekuan darah di vena dalam.

Kadang, trombosis bahkan tidak menimbulkan gejala sampai bekuan berpindah ke paru-paru dan menghambat aliran darah. Karena itu, mengenali risikonya dan tahu kapan harus mencari pertolongan menjadi pesan penting dari World Thrombosis Day atau Hari Trombosis Sedunia, yang diperingati setiap 13 Oktober.

  1. 1. Peringatan ini berawal dari gerakan global pada 2014

    World Thrombosis Day didirikan pada 2014 oleh International Society on Thrombosis and Haemostasis (ISTH), organisasi internasional yang berfokus pada trombosis dan gangguan pembekuan darah.

    Tanggal 13 Oktober dipilih karena merupakan hari lahir Rudolf Virchow, dokter dan ilmuwan Jerman yang turut membangun pemahaman tentang trombosis. Pada peringatan pertamanya, lebih dari 175 organisasi ikut mengadakan kegiatan edukasi.

    Ada sisi personal pada identitas kampanye ini, yaitu simbol World Thrombosis Day dirancang oleh seorang pasien. Warna merah mewakili arteri, biru mewakili vena, dan lingkaran putih menggambarkan bekuan darah.

  2. 2. Tema 2026 menyoroti kesehatan perempuan

    Ilustrasi seorang perempuan sebagai gambar pendukung artikel digital, dengan kredit visual IDN Times dan NRF.
    ilustrasi perempuan (IDN Times/NRF)

    Tahun ini, kampanye mengangkat pesan bahwa risiko bekuan darah dapat berubah sepanjang hidup perempuan: “Blood clot risk evolves across a woman’s lifespan. Discover the risks, recognize the signs and take action at every stage of life.”

    Fokusnya mencakup kesehatan reproduksi, penggunaan kontrasepsi, kehamilan, masa setelah persalinan, hingga menopause.

    Trombosis tetap bisa dialami siapa pun, tetapi perubahan hormon dan sejumlah tahap kehidupan dapat memengaruhi risiko pada perempuan.

    Kehamilan, misalnya, meningkatkan risiko tromboemboli vena sekitar lima kali lipat, dan risiko itu masih berlangsung hingga tiga bulan setelah melahirkan.

    Kontrasepsi yang mengandung estrogen dan terapi hormon tertentu juga dapat meningkatkan risiko.

    Orang yang khawatir sebaiknya membicarakannya dengan tenaga kesehatan, terutama jika memiliki riwayat bekuan darah atau faktor risiko lain.

  3. 3. Bekuan darah dapat terjadi di vena maupun arteri

    Trombosis adalah terbentuknya bekuan darah yang menghambat aliran di pembuluh darah. Bekuan di vena dalam, paling sering di tungkai, disebut deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam. Jika sebagian bekuan lepas dan bergerak ke paru-paru, kondisi itu disebut emboli paru. Sementara itu, bekuan di arteri dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke iskemik.

    ISTH menyebut kondisi yang berkaitan dengan trombosis berkontribusi pada sekitar 1 dari 4 kematian di dunia. Angka itu mencakup berbagai penyakit akibat sumbatan di pembuluh darah. Sebuah tinjauan global yang terbit dalam jurnal Nature Reviews Cardiology pada 2026 memperkirakan sekitar 1,6 juta kasus emboli paru dan 2,5 juta kasus DVT terjadi di dunia pada 2019. Namun, penulis juga mencatat bahwa data dari banyak negara masih terbatas, termasuk di kawasan Asia Selatan.

    Gambaran Indonesia pun belum cukup untuk menghitung angka kejadian pada seluruh penduduk. Dalam sebuah registri terhadap pasien rawat inap berisiko tinggi—berusia di atas 40 tahun, mengalami penyakit akut, dan tirah baring lebih dari tiga hari—DVT ditemukan pada 37,1 persen dari 334 pasien yang masuk analisis.

  4. 4. Kenali tanda bahaya dan cara ikut berpartisipasi

    Ilustrasi trombosis vena dalam pada pembuluh darah kaki, dengan bekuan darah yang menghambat aliran darah.
    ilustrasi trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis (commons.wikimedia.org/BruceBlaus)

    DVT dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri atau nyeri tekan, rasa hangat, dan perubahan warna pada satu lengan atau tungkai. Sebagian orang tidak merasakan gejala. Sesak napas mendadak, nyeri dada yang memburuk saat menarik napas, batuk berdarah, pusing, atau pingsan dapat menjadi tanda emboli paru dan perlu segera ditangani.

    Risiko bekuan darah dapat meningkat saat seseorang lama tidak bergerak, menjalani operasi atau perawatan di rumah sakit, memiliki kanker, hamil, atau menggunakan obat tertentu.

    Setelah lama duduk, seperti dalam perjalanan panjang, bergerak secara berkala dapat membantu. Pasien yang dirawat atau baru menjalani operasi sebaiknya bertanya kepada tim medis tentang langkah pencegahan yang sesuai. Obat pengencer darah tidak boleh digunakan tanpa arahan dokter.

    Masyarakat dapat ikut menyebarkan informasi akurat menggunakan tagar #WTDay26, membagikan kisah penyintas, atau mengadakan diskusi edukasi.

    Pesan utamanya, bekuan darah dapat dialami siapa saja, tetapi memahami risiko dan mengenali tanda sejak awal dapat membantu seseorang mencari pertolongan tepat waktu.

    Referensi

    World Thrombosis Day, “Our Story: From Awareness to Action—The World Thrombosis Day Story,” diakses 12 Oktober 2026.

    International Society on Thrombosis and Haemostasis, “World Thrombosis Day 2026 Campaign Calls for Greater Awareness of Women’s Blood Clot Risks,” diakses 12 Oktober 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Risk Factors for Blood Clots,” diakses 12 Oktober 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “Understanding Your Risk for Blood Clots with Pregnancy,” diakses 12 Oktober 2026.

    Centers for Disease Control and Prevention, “About Venous Thromboembolism (Blood Clots),” diakses 12 Oktober 2026.

    Behnood Bikdeli et al., “Global Burden of Venous Thromboembolism: Incidence and Outcome Estimates of Deep-Vein Thrombosis and Pulmonary Embolism,” Nature Reviews Cardiology, September 27, 2026, https://doi.org/10.1038/s41569-026-01334-3.

    Karmel L. Tambunan et al., “IDENTIA Registry: Incidence of Deep Vein Thrombosis in Medically Ill Subjects at High Risk in Indonesia: A Prospective Study,” Acta Medica Indonesiana 52, no. 1 (2020): 14–24, https://mail.actamedindones.org/index.php/ijim/article/view/1239.

    World Thrombosis Day, “Head to Toe: Prevent Thrombosis, Protect Your Health Resources,” diakses 12 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More