Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Partikel Logam dari Implan Sendi Bisa Mencapai Otak, Berbahaya?

3 min read
Partikel Logam dari Implan Sendi Bisa Mencapai Otak, Berbahaya?
Seorang dokter memperlihatkan model penggantian total sendi lutut. (unsplash.com/Judy Beth Morris)
  • Peneliti menemukan partikel logam yang diduga berasal dari implan pengganti sendi dalam jaringan otak manusia.

  • Kadar kobalt berkaitan dengan perubahan jaringan terkait Alzheimer, tetapi tidak ditemukan hubungan dengan penurunan kemampuan berpikir.

  • Temuan ini belum membuktikan bahwa penggantian sendi menyebabkan demensia atau bahwa semua implan memiliki risiko serupa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bagi seseorang yang bertahun-tahun mengalami nyeri sendi, operasi penggantian sendi dapat membantu mengembalikan kenyamanan bergerak. Namun, selama digunakan, implan dapat mengalami keausan dan melepaskan partikel kecil. Peneliti menelusuri seberapa jauh material tersebut dapat berpindah di dalam tubuh.

Studi dalam jurnal Acta Biomaterialia pada 2026 menemukan partikel logam yang kemungkinan berasal dari implan di jaringan otak. Meski demikian, peneliti tidak menemukan hubungan kadar logam tersebut dengan penurunan kemampuan berpikir.

  1. 1. Gesekan dan korosi dapat melepaskan material implan

    Gerakan dan gesekan pada sendi buatan dapat menghasilkan serpihan sangat kecil, yang disebut wear debris atau partikel keausan. Korosi juga dapat berperan dalam pelepasan material tersebut. Sebelumnya, partikel dari implan telah diketahui dapat mengendap di jaringan sekitar sendi.

    Menurut peneliti dari Rush University, Amerika Serikat, komposisi campuran logam membantu mengenali asal partikel. Ketika unsur-unsurnya ditemukan bersama dengan komposisi yang sesuai dengan bahan implan, hal itu menjadi petunjuk bahwa partikel berasal dari perangkat tersebut.

  2. 2. Penelitian menggunakan jaringan otak manusia setelah meninggal

    Analisis melibatkan 701 peserta lanjut usia dalam Memory and Aging Project. Sebanyak 229 orang pernah menjalani penggantian sendi panggul, lutut, atau bahu, sedangkan 472 orang tidak.

    Sejak awal keikutsertaan, peserta menjalani pemeriksaan kemampuan berpikir setiap tahun. Jaringan otaknya kemudian diperiksa setelah meninggal.

    Kadar kobalt di jaringan otak kelompok penggantian sendi panggul ditemukan sekitar 8,9 persen lebih tinggi daripada kelompok tanpa penggantian sendi.

    Dalam pemeriksaan mikroskop elektron pada sebagian kecil sampel, partikel yang kemungkinan berasal dari implan ditemukan pada 9 dari 11 kasus penggantian sendi panggul.

  3. 3. Belum terbukti menyebabkan penurunan daya ingat

    Ilustrasi otak manusia berwarna merah muda dengan jaringan saraf bercahaya di atas latar belakang gelap.
    ilustrasi otak manusia (magnific.com/magnific)

    Kadar kobalt pada salah satu wilayah otak berkaitan dengan lebih banyak endapan amiloid-beta, protein yang terlibat dalam perubahan jaringan pada penyakit Alzheimer. Namun, kadar kobalt dan titanium tidak menunjukkan hubungan dengan kemampuan berpikir maupun penurunannya.

    Penelitian ini bersifat observasional, dan pengukuran logam serta perubahan jaringan dilakukan setelah kematian. Karena itu, hasilnya belum membuktikan hubungan sebab-akibat.

    Peneliti juga tidak dapat membedakan secara rinci semua jenis implan yang digunakan. Temuan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa implan menyebabkan penyakit Alzheimer ataupun memastikan tidak ada risiko jangka panjang.

  4. 4. Pengguna implan tetap perlu mengikuti pemeriksaan rutin

    Untuk pengguna implan panggul metal-on-metal, yaitu kedua permukaan sendinya berbahan logam, sangat disarankan untuk kontrol sesuai arahan dokter. Nyeri baru atau memburuk, bengkak, kelemahan, maupun perubahan kemampuan berjalan perlu diperiksakan.

    Jika tidak ada keluhan dan implan berfungsi baik, tidak ada bukti yang mendukung perlunya pemeriksaan tambahan secara rutin di luar tindak lanjut yang dianjurkan.

    Keputusan pemeriksaan atau penggantian implan tetap perlu didasarkan pada kondisi masing-masing pasien.

    Referensi

    Rush University Medical Center, “Can Total Joint Replacement Particles Reach the Brain?,” diakses September 2026.

    Robin Pourzal et al., “Cobalt and Titanium Levels in the Brain Are Associated with Alzheimer’s Disease Pathology but Not Cognition: A Study of Older Adults with and without Total Joint Replacement,” Acta Biomaterialia 217 (2026): 750–60, https://doi.org/10.1016/j.actbio.2026.05.006.

    U.S. Food and Drug Administration, “Metal-on-Metal Hip Implants: Information for Patients,” diakses September 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More