Makanan kemasan modern bergantung pada bahan tambahan pangan. Tanpa pengawet, banyak produk tidak bertahan lama di rak toko, lebih cepat rusak, atau rentan ditumbuhi bakteri dan jamur. Mulai dari roti kemasan, sosis, daging olahan, makanan instan, saus, hingga camilan ultraproses umumnya mengandung berbagai jenis aditif untuk menjaga rasa, warna, tekstur, dan daya tahan produk.
Selama bertahun-tahun, bahan pengawet dianggap bagian normal dari sistem pangan modern. Namun, studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal European Heart Journal mulai menyoroti kemungkinan dampak lain yang lebih serius, yaitu kaitannya dengan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.
Penelitian ini dipimpin oleh Mathilde Touvier dari INSERM bersama Anaïs Hasenböhler dari tim Nutritional Epidemiology Research Team di Université Sorbonne Paris Nord dan Université Paris Cité, Prancis.
Menurut para peneliti, studi eksperimental sebelumnya memang sudah memberi sinyal bahwa beberapa bahan pengawet dapat memicu stres oksidatif atau memengaruhi metabolisme tubuh. Namun, bukti pada manusia dalam skala besar masih sangat terbatas. Karena itu, penelitian ini mencoba melihat hubungan antara konsumsi berbagai jenis pengawet dengan kesehatan kardiovaskular secara lebih rinci.
