Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pusing di Hari-hari Awal Puasa? Ini Kemungkinan Penyebabnya

Seorang perempuan mengalami pusing.
ilustrasi perempuan merasa pusing (freepik.com/freepic.diller)
Intinya sih...
  • Pusing saat puasa lebih berkaitan dengan dehidrasi, perubahan volume darah, atau gula darah rendah.
  • Adaptasi tubuh terhadap puasa memerlukan pemantauan hidrasi, gula darah, dan kebiasaan sahur yang tepat untuk mencegah pusing.
  • Walaupun pusing ringan pada hari-hari awal puasa sering dianggap normal dan sementara, tetapi ada situasi yang perlu diwaspadai, contohnya pusing sangat berat disertai pingsan, kebingungan, atau sesak napas.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat hari-hari awal puasa, terutama 1–3 hari pertama, banyak orang yang merasa pusing, yaitu sensasi ringan kepala seperti melayang, limbung, atau hampir mau roboh, khususnya saat bangun dari posisi duduk atau berdiri.

Pusing saat puasa umum terjadi dan penyebabnya bisa berbagai hal. Satu penyebab utamanya adalah penurunan volume cairan tubuh. Ketika kamu tidak minum sepanjang hari, tubuh kehilangan cairan melalui pernapasan, keringat, dan urine tanpa asupan baru. Volume darah yang turun akan memengaruhi tekanan darah dan pasokan darah ke otak, sehingga timbul sensasi pusing.

Selain itu, tubuh sedang mengalami perubahan metabolik. Ketika karbohidrat dari makanan diolah dan disimpan sebagai glikogen di otot serta hati, setiap gram glikogen membawa serta sekitar 3–4 gram air. Ketika glikogen ini terpakai dan tubuh bertransisi ke metabolisme lemak, cairan tubuh berkurang yang bisa memperparah pusing saat hari-hari awal puasa.

Dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit

Dehidrasi adalah penyebab umum lain dari pusing saat puasa. Tubuh terus kehilangan air melalui napas, urine, keringat, dan kulit. Jika tidak diimbangi dengan hidrasi yang cukup saat sahur dan buka, cairan serta elektrolit (seperti natdium, kalium, magnesium) menurun. Kekurangan elektrolit ini dapat mengganggu keseimbangan cairan di otak dan sistem saraf, sehingga menyebabkan gejala seperti pusing ringan, mual, atau gemetar.

Kekurangan natrium (hiponatremia) dapat secara khusus mengubah fungsi saraf dan tekanan darah sehingga membuat tubuh terasa goyah.

Bisa juga karena kondisi gula darah rendah

Gula darah rendah.
ilustrasi gula darah rendah (freepik.com/xb100)

Penyebab lain pusing pada puasa adalah penurunan gula darah (hipoglikemia). Otak sangat bergantung pada glukosa untuk energi. Ketika puasa dalam waktu lama, terutama pada orang yang belum terbiasa, simpanan glikogen akan terkuras dan kadar gula darah turun. Saat ini terjadi, pasokan energi ke otak menurun, yang dapat mengganggu fungsi keseimbangan dan menyebabkan pusing atau.

Ini berbeda dari sakit kepala yang lebih bersifat nyeri di bagian kepala. Walaupun hipoglikemia juga kadang disertai sakit kepala (termasuk tipe migrain pada sebagian orang), sensasi pusing itu sendiri lebih berhubungan dengan perubahan fisiologis sirkulasi dan gula darah daripada nyeri lokal di kepala.

Perbedaan pusing dan sakit kepala

Perlu diingat bahwa pusing dan sakit kepala itu tidak sama. Ini perbedaannya:

  • Pusing (dizziness): Sensasi tidak stabil, melayang, hampir pingsan, sering terasa saat perubahan posisi.
  • Sakit kepala (headache): Rasa nyeri atau tekanan di dalam atau sekitar kepala; bisa dipengaruhi oleh faktor lain seperti kurang tidur, stres, atau migrain.

Banyak artikel populer mencampurkan keduanya, tetapi dari segi pengalaman dan mekanisme bisa berbeda, yang penting untuk dibedakan agar strategi pencegahannya juga relevan.

Strategi mencegah pusing pada hari-hari awal puasa

Minum air putih saat sahur.
ilustrasi minum air putih saat sahur (pexels.com/Thirdman)

Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko mengalami pusing pada hari-hari puasa Ramadan:

  • Optimalkan hidrasi saat sahur dan berbuka: Minumlah cukup air, serta pertimbangkan minuman dengan elektrolit untuk membantu mempertahankan keseimbangan garam dan mineral tubuh.
  • Asupan karbohidrat kompleks saat sahur: Karbohidrat kompleks membantu mempertahankan kadar gula darah lebih stabil selama puasa, sehingga risiko hipoglikemia dan pusing akibat gula darah turun bisa dikurangi.
  • Hindari perubahan posisi mendadak: Tiba-tiba bangun dari posisi duduk bisa memperburuk pusing karena tekanan darah belum sepenuhnya stabil. Berdirilah secara perlahan.
  • Istirahat dan tidur cukup: Kurang tidur memperburuk atau memicu pusing dan kelelahan.

Kapan harus waspada?

Walaupun pusing ringan pada hari-hari awal puasa sering dianggap normal dan sementara, tetapi ada situasi yang perlu diwaspadai:

  • Pusing sangat berat disertai pingsan, kebingungan, atau sesak napas.
  • Pusing berlangsung lebih dari beberapa hari tanpa perbaikan.
  • Ada riwayat kondisi medis seperti gangguan tekanan darah kronis atau diabetes.

Konsultasi dengan dokter sangat disarankan jika gejala pusing jauh lebih berat dan disertai gejala lain.

Pusing pada minggu pertama puasa Ramadan lebih sering merupakan respons tubuh terhadap perubahan fisiologis, seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan penurunan gula darah. Dengan memperhatikan asupan cairan dan nutrisi menjelang sahur dan buka puasa, serta istirahat yang cukup serta kebiasaan bangun yang hati-hati, kamu bisa meredakan atau bahkan mencegah sensasi pusing tersebut tanpa mengganggu ibadah.

Referensi

“Dizzy During Fasting? Why It Happens and How to Fix It Fast.” Autophagynow. Diakses Februari 2026.

“Why is blood sugar dropping so fast.” BiologyInsight. Diakses Februari 2026.

“Dizziness While Fasting? Tips to Stop Feeling Lightheaded.” MedicineContact. Diakses Februari 2026.

“Can Not Eating Make You Dizzy?” Healthline. Diakses Februari 2026.

“Why Does Fasting Trigger a Headache?” Verywell Health. Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Studi Terbaru Ungkap 3 Penyebab Utama Kematian Ibu di AS

17 Feb 2026, 09:27 WIBHealth