Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Nyeri Biasa atau Kanker Tulang? Kenali Perbedaannya
ilustrasi nyeri lutut (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Nyeri akibat kanker tulang tidak memiliki satu karakter khas yang dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini.

  • Pola yang lebih mengkhawatirkan adalah nyeri lokal yang menetap atau makin berat, tidak membaik sebagaimana cedera biasa, dan disertai bengkak, benjolan, pincang, atau gangguan fungsi.

  • Nyeri malam dapat terjadi pada kanker tulang, tetapi tidak selalu ada. Sebaliknya, nyeri yang berkaitan dengan aktivitas juga dapat menjadi gejala awal osteosarkoma.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Artikel ini memberi kerangka yang lebih menenangkan untuk memahami nyeri tulang dan sendi: sebagian besar keluhan jauh lebih mungkin berkaitan dengan kondisi nonkanker dan umumnya menunjukkan pemulihan yang wajar. Penjelasan mengenai pola nyeri, pembengkakan, serta gangguan fungsi membantu membedakan keluhan yang perlu diperhatikan tanpa menyamakan setiap rasa sakit dengan kanker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kaki sakit setelah lari, bahu nyeri setelah olahraga, atau lutut pegal setelah beraktivitas seharian merupakan keluhan umum. Karena gejalanya bisa mirip, nyeri akibat kanker tulang pada tahap awal pun kadang dianggap sebagai cedera olahraga, tendinitis, atau masalah muskuloskeletal lainnya.

Namun, tidak ada sensasi nyeri tertentu yang langsung berarti kanker tulang. Kanker tulang primer seperti osteosarkoma dan sarkoma Ewing tergolong langka, sehingga sebagian besar nyeri tulang dan sendi jauh lebih mungkin disebabkan kondisi lain.

Yang perlu kamu perhatikan bukan cuma rasa nyeri, tetapi bagaimana nyeri berkembang dari waktu ke waktu dan gejala apa yang menyertainya.

1. Nyeri biasa biasanya memiliki pola pemulihan yang masuk akal

Nyeri akibat cedera otot, ligamen, atau jaringan lunak sering muncul setelah aktivitas atau kejadian yang cukup jelas, misalnya pergelangan kaki terkilir saat berlari.

Pada keseleo dan strain, keluhan dapat berupa nyeri, bengkak, memar, kelemahan, atau sulit menggunakan bagian tubuh tersebut. Namun, secara umum gejalanya berangsur membaik seiring jaringan pulih.

Sebagian besar keseleo dan strain membaik setelah sekitar dua minggu, meskipun cedera berat bisa membutuhkan waktu lebih lama.

Nyeri akibat kanker tulang dapat menunjukkan pola berbeda, misalnya tidak benar-benar hilang, berulang, atau perlahan memberat.

American Cancer Society (ACS) menjelaskan nyeri kanker tulang pada awalnya bahkan dapat datang dan pergi. Seiring tumor berkembang, nyeri dapat menjadi lebih konstan dan makin berat.

2. Nyeri kanker tulang tidak selalu muncul ketika sedang diam

Ada anggapan bahwa nyeri akibat kanker selalu terasa ketika istirahat, sedangkan nyeri karena cedera hanya muncul saat bergerak.

Sebuah penelitian terhadap 102 pasien osteosarkoma dan 47 pasien sarkoma Ewing menemukan nyeri yang berkaitan dengan aktivitas atau beban dilaporkan oleh 85 persen pasien osteosarkoma dan 64 persen pasien serkoma Ewing pada awal penyakit. Sebaliknya, nyeri pada malam hari hanya dilaporkan masing-masing sekitar 21 persen dan 19 persen pasien.

Yang lebih mencurigakan adalah ketika nyeri yang dianggap akibat olahraga terus berlangsung atau makin berat meskipun aktivitas sudah dikurangi.

Menariknya, dalam penelitian yang sama, hampir separuh pasien osteosarkoma mengaitkan awal keluhannya dengan trauma ringan. Para peneliti menekankan bahwa perjalanan gejalanya kemudian tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dari cedera tersebut.

3. Nyeri malam perlu diperhatikan

ilustrasi nyeri lutut pada malam hari (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Nyeri yang menjadi lebih berat pada malam hari sering disebut sebagai salah satu tanda kanker tulang.

Nyeri tulang yang memburuk pada malam hari atau saat istirahat dapat terjadi pada kanker tulang. Pada sebagian pasien, nyeri bahkan cukup berat sampai membangunkan dari tidur.

Namun, nyeri pada malam hari tidak berarti kanker tulang. Data klinis menunjukkan banyak pasien kanker tulang tidak mengalami nyeri malam pada awal penyakit. Hanya sekitar seperlima pasien osteosarkoma dan sarkoma Ewing yang melaporkannya.

Studi lain terhadap 71 anak dengan sarkoma tulang menemukan nyeri malam pada sekitar 35 persen pasien.

Jadi, tidak adanya nyeri malam juga tidak dapat digunakan untuk menyingkirkan kanker.

4. Waspadai nyeri yang menetap dan gejala yang menyertainya

Nyeri yang menetap menjadi lebih mengkhawatirkan jika muncul bersama bengkak atau benjolan pada lokasi yang sama.

Sebuah tinjauan sistematis dan metaanalisis terhadap 16 studi yang mencakup 1.452 anak dan orang muda dengan tumor tulang menemukan bahwa nyeri sebagai keluhan paling umum, terjadi pada sekitar 64 persen pasien. Bengkak ditemukan pada sekitar 22 persen.

Pada osteosarkoma, benjolan atau pembengkakan dapat muncul setelah nyeri sudah berlangsung beberapa waktu. Jika tumor berada dekat sendi, gerakan dapat menjadi terbatas dan pasien mungkin mulai berjalan pincang.

Sementara pada cedera biasa, bengkak juga sangat mungkin terjadi. Perbedaannya lagi-lagi terletak pada perjalanan keluhan, bahwa bengkak akibat cedera biasanya perlahan mereda, sedangkan massa atau pembengkakan akibat tumor dapat menetap atau membesar.

5. Patah tulang dengan trauma minimal

Tumor dapat melemahkan struktur tulang. Akibatnya, dalam sebagian kecil kasus, kanker tulang dapat menyebabkan patah patologis, yaitu tulang patah karena sudah dilemahkan penyakit.

Pasien dengan patah tulang di area kanker sering memiliki riwayat tulang yang sudah terasa sakit selama beberapa bulan, kemudian tiba-tiba mengalami nyeri sangat hebat ketika patah terjadi.

Namun, patah patologis bukan gejala awal yang umum. Kondisi tersebut hanya ditemukan pada sekitar 7–8 persen pasien osteosarkoma, menurut studi.

Jadi, jangan menunggu sampai tulang patah untuk memeriksakan nyeri yang mencurigakan.

6. Perhatikan jika fungsi tubuh ikut berubah

ilustrasi jalan pincang (unsplash.com/Timi's Feet)

Cek jika ada perubahan fungsi. Misalnya:

  • Mulai pincang tanpa penyebab yang jelas.

  • Sulit menggunakan lengan seperti biasanya.

  • Rentang gerak sendi makin terbatas.

  • Nyeri mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Bagian tubuh yang sebelumnya dapat digunakan normal perlahan menjadi sulit digerakkan.

Nyeri tulang atau sendi, pembengkakan, kekakuan sendi, pincang, kesulitan berjalan, dan patah tulang tanpa penyebab jelas merupakan gejala yang dapat ditemukan pada osteosarkoma.

Pada sarkoma Ewing, demam dan gejala sistemik juga bisa muncul pada sebagian pasien, meskipun tanda seperti kelelahan, demam, dan penurunan berat badan tidak spesifik untuk kanker tulang.

Ringkasannya

Lebih sesuai cedera muskuloskeletal biasa

Lebih perlu diperiksa

Ada pemicu yang masuk akal seperti olahraga atau terkilir

Tidak ada penyebab jelas atau nyeri tidak mengikuti pola pemulihan cedera

Secara bertahap membaik

Menetap, berulang, atau makin berat

Bengkak atau memar berangsur berkurang

Bengkak atau benjolan menetap atau membesar

Fungsi perlahan kembali

Pincang atau fungsi justru makin terganggu

Nyeri berubah sesuai proses

Nyeri mulai muncul saat istirahat/malam atau membangunkan tidur

Tidak ada perubahan lain yang progresif

Dapat disertai massa atau, jarang, patah patologis

Tabel di atas bukan alat diagnosis. Kanker tulang dapat memiliki karakteristik pada kolom kiri dan cedera biasa juga dapat memiliki beberapa karakteristik pada kolom kanan.

Kapan sebaiknya menemui dokter?

Pertimbangkan pemeriksaan X-ray sesegera mungkin pada anak dan orang muda yang mengalami nyeri atau pembengkakan tulang tanpa penyebab jelas untuk menilai kemungkinan sarkoma tulang.

Pada siapa pun, nyeri tulang lokal yang terus berlangsung atau makin berat, kembali berulang tanpa penjelasan yang jelas, disertai benjolan atau bengkak, menyebabkan pincang atau gangguan gerak, atau tidak membaik sebagaimana cedera biasa sebaiknya dievaluasi oleh dokter.

X-ray biasanya menjadi pemeriksaan pencitraan awal jika dokter mencurigai kelainan tulang. Jika ditemukan sesuatu yang mencurigakan, pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan MRI dan evaluasi oleh tim yang berpengalaman menangani tumor tulang.

Jadi, tidak ada karakteristik khas nyeri kanker tulang. Bahkan nyeri yang muncul saat aktivitas dan terasa seperti cedera olahraga bisa menjadi gejala awal. Perhatikan pola seperti keluhan tak kunjung membaik, makin progresif, atau mulai disertai bengkak, benjolan, maupun gangguan fungsi.

Satu lagi, nyeri malam memang bisa menjadi tanda bahaya, tetapi bukan satu‑satunya ciri kanker tulang. Menunggu sampai nyeri malam muncul justru bisa membuat gejala awal terlewat.

Referensi

Jason L. Ferguson and Sean P. Turner, “Bone Cancer: Diagnosis and Treatment Principles,” American Family Physician 98, no. 4 (2018): 205–213.

National Health Service, “Sprains and Strains,” diakses September 2026.

American Cancer Society, “Bone Cancer Signs and Symptoms,” diakses September 2026.

American Cancer Society, “Signs and Symptoms of Osteosarcoma,” diakses September 2026.

K. Widhe and L. Widhe, “Initial Symptoms and Clinical Features in Osteosarcoma and Ewing Sarcoma,” Journal of Bone and Joint Surgery American Volume 82, no. 5 (2000): 667–674, https://doi.org/10.2106/00004623-200005000-00007.

National Health Service, “Symptoms of Bone Cancer,” diakses September 2026.

Adam B. Gundle et al., “Assessment of the Interval to Diagnosis in Pediatric Bone Sarcoma,” 2023.

“Clinical Presentation of Bone Tumours in Children and Young People: A Systematic Review and Meta-analysis,” 2025.

National Cancer Institute, “Osteosarcoma and Undifferentiated Pleomorphic Sarcoma of Bone Treatment (PDQ®)—Patient Version,” diakses September 2026.

National Institute for Health and Care Excellence, Suspected Cancer: Recognition and Referral (NG12), recommendation 1.11.3, diakses September 2026.

Olga B. Soomers et al., “The Sarcoma Diagnostic Interval: A Systematic Review on Length, Contributing Factors and Patient Outcomes,” ESMO Open 5, no. 1 (2020): e000592, https://doi.org/10.1136/esmoopen-2019-000592.

Curated For You

Editorial Team

Related Article