Diawali dengan temuan anemia.
Seorang perempuan berusia 40 tahun di China memiliki kadar hemoglobin 89 g/L dan ferritin yang sangat rendah. Ia mengalami anemia defisiensi besi. Akan tetapi, dokter tidak menemukan sumber kehilangan darah.
Pemeriksaan darah samar pada tinja berulang kali negatif dan evaluasi ginekologi juga tidak menunjukkan perdarahan yang dapat menjelaskannya.
Masalah menjadi lebih rumit karena pasien tersebut sebelumnya sudah memiliki tiga penyakit yang melibatkan sistem imun dan saluran pencernaan, yaitu hepatitis autoimun, kolangitis sklerosis primer, dan kolitis ulseratif.
Hepatitis autoimun dan kolangitis sklerosis primer sudah didiagnosis sejak tahun 2016, sedangkan kolitis ulseratif diketahui pada tahun 2019 dan saat anemia diperiksa, penyakit tersebut sedang dalam remisi.
Laporan kasus ini diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Immunology pada 11 Agustus 2026.
