Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perempuan Ini Didiagnosis 4 Penyakit Autoimun, Apa yang Terjadi?
ilustrasi seorang perempuan (IDN Times/NRF)
  • Seorang perempuan 40 tahun di China hidup dengan empat penyakit autoimun: kolitis ulseratif, hepatitis autoimun, kolangitis sklerosis primer, dan gastritis autoimun.

  • Penyakit autoimun keempat ditemukan setelah dokter menyelidiki anemia defisiensi besi berat tanpa sumber perdarahan yang jelas.

  • Kasusnya menyerupai autoimmune polyglandular syndrome type 3B (APS-3B), tetapi diagnosis tersebut tidak dapat dipastikan karena kurangnya bukti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Diawali dengan temuan anemia.

Seorang perempuan berusia 40 tahun di China memiliki kadar hemoglobin 89 g/L dan ferritin yang sangat rendah. Ia mengalami anemia defisiensi besi. Akan tetapi, dokter tidak menemukan sumber kehilangan darah.

Pemeriksaan darah samar pada tinja berulang kali negatif dan evaluasi ginekologi juga tidak menunjukkan perdarahan yang dapat menjelaskannya.

Masalah menjadi lebih rumit karena pasien tersebut sebelumnya sudah memiliki tiga penyakit yang melibatkan sistem imun dan saluran pencernaan, yaitu hepatitis autoimun, kolangitis sklerosis primer, dan kolitis ulseratif.

Hepatitis autoimun dan kolangitis sklerosis primer sudah didiagnosis sejak tahun 2016, sedangkan kolitis ulseratif diketahui pada tahun 2019 dan saat anemia diperiksa, penyakit tersebut sedang dalam remisi.

Laporan kasus ini diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Immunology pada 11 Agustus 2026.

Dari anemia, pemeriksaan lambung dimulai

Karena kehilangan darah tidak menjelaskan anemia, dokter mulai mempertimbangkan masalah penyerapan zat besi.

Endoskopi menunjukkan bagian badan dan fundus lambung mengalami atrofi berat. Pemeriksaan jaringan memperlihatkan peradangan yang didominasi limfosit serta berkurangnya sel parietal—sel lambung yang antara lain berperan dalam produksi asam lambung. Tes darah juga menemukan antibodi terhadap sel parietal. Kombinasi temuan tersebut akhirnya mengarah pada diagnosis penyakit autoimun keempat, yaitu gastritis autoimun.

Pada gastritis autoimun, sistem imun menyerang sel parietal lambung. Kerusakan tersebut dapat mengurangi produksi asam lambung. Padahal, lingkungan asam membantu mengubah zat besi dari makanan menjadi bentuk yang lebih mudah diserap. Akibatnya, gastritis autoimun dapat menyebabkan defisiensi besi bahkan ketika tidak ditemukan perdarahan.

Yang menarik perhatian dokter, kadar vitamin B12 pasien masih normal. Ini tidak menyingkirkan gastritis autoimun. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa defisiensi besi dapat muncul lebih awal, sedangkan kekurangan vitamin B12 dapat berkembang kemudian seiring kerusakan lambung berlangsung.

Mengapa beberapa penyakit autoimun bisa terjadi secara berkelompok?

ilustrasi perempuan dengan penyakit autoimun (IDN Times/NRF)

Sebuah studi prospektif tahun 2025 terhadap 104 pasien dengan penyakit hati autoimun menemukan antibodi sel parietal pada 22,1 persen pasien. Di antara mereka yang positif dan menjalani evaluasi lebih lanjut, 91,3 persen memiliki autoimmune gastritis yang terkonfirmasi secara histologis.

Para peneliti menduga penyakit-penyakit tersebut mungkin berbagi kerentanan genetik dan mekanisme imun tertentu, tetapi hubungan sebab-akibatnya masih belum jelas. Studi tersebut juga tidak berarti semua orang dengan satu penyakit autoimun pasti akan mengembangkan penyakit lainnya.

Pada pasien yang dilaporkan ini, kombinasi penyakitnya membuat dokter mempertimbangkan autoimmune polyglandular syndrome type 3B (APS-3B), sindrom yang melibatkan penyakit tiroid autoimun bersama penyakit autoimun lain, termasuk pada saluran pencernaan.

Namun, ada satu bagian yang kurang sesuai. Pasien memang mengalami hipotiroidisme, tetapi kelenjar tiroidnya telah diangkat akibat kanker tiroid papiler. Dokter tidak memiliki bukti serologis maupun pemeriksaan jaringan yang menunjukkan bahwa sebelumnya ia mengalami penyakit tiroid autoimun. Karena penyakit tiroid autoimun merupakan komponen utama APS-3, penulis laporan tidak dapat memastikan diagnosis APS-3B.

Pelajaran penting: anemia defisiensi besi yang penyebabnya tidak jelas perlu diselidiki

Kasus satu pasien tidak bisa menentukan seberapa sering kombinasi empat penyakit ini terjadi atau membuktikan bahwa satu penyakit menyebabkan penyakit lainnya. Para penulis studi menegaskan bahwa pola perkembangan penyakit tersebut masih belum jelas.

Namun, kasus ini menunjukkan mengapa anemia defisiensi besi yang tidak memiliki penyebab jelas perlu ditelusuri lebih jauh, terutama pada seseorang yang sudah memiliki beberapa penyakit autoimun. Dalam kasus pasien ini, anemia menjadi petunjuk bahwa sistem imunnya juga telah menyerang lambung.

Pasien kemudian mendapat suplementasi zat besi serta pemantauan vitamin B12 dan folat. Dokter juga merencanakan endoskopi dan biopsi ulang karena autoimmune gastritis dapat menimbulkan komplikasi lambung dalam jangka panjang.

Referensi

Zhongmian Zhang et al., “Case Report: A Rare Case of Multiple Gastrointestinal Autoimmune Disorders Mimicking Autoimmune Polyglandular Syndrome Type 3B,” Frontiers in Immunology 17 (2026): 1770109, https://doi.org/10.3389/fimmu.2026.1770109. Full text.

Sara Massironi et al., “Immunological and Clinical Overlap between Autoimmune Gastritis and Autoimmune Liver Diseases: A Prospective Cohort Study,” Frontiers in Immunology 16 (2025): 1628478, https://doi.org/10.3389/fimmu.2025.1628478. Full text.

ScienceAlert, “Doctors Found 4 Autoimmune Diseases in One Woman at One Time,” diakses Agustus 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article