Pada sebagian jemaah, terutama laki-laki, ada pertanyaan tentang boleh tidaknya memakai masker saat ihram. Dalam praktiknya, banyak jemaah tetap pakai masker saat merasa sedang sakit, berada di kerumunan yang sangat padat, atau memiliki risiko kesehatan tertentu.
Karena ada perbedaan pandangan fikih soal hal ini, jemaah sebaiknya berkonsultasi dengan pembimbing ibadah atau ulama yang mereka ikuti. Namun, dari sisi kesehatan, masker tetap bisa menjadi alat perlindungan yang bermanfaat, terutama bagi orang yang rentan sakit atau ingin mencegah penularan ke orang lain.
Masker saat haji memang tidak lagi wajib seperti pada masa pandemi. Namun, itu bukan berarti masker sudah tidak berguna.
Di tengah kerumunan besar dan tingginya risiko infeksi saluran pernapasan, masker masih bisa menjadi perlindungan tambahan. Terutama bagi lansia, jemaah dengan penyakit kronis, atau siapa pun yang sedang merasa kurang fit, memakai masker dalam situasi tertentu masih merupakan pilihan yang masuk akal.
Referensi
“Respiratory Infection During Hajj.” Saudi Ministry of Health. Diakses April 2026.
“General Health Advice and Guidelines for Pilgrims." World Health Organization Regional Office for the Eastern Mediterranean. Diakses April 2026.
Raghad Alhajaji et al., “Effectiveness of Face Mask for Prevention of Respiratory Tract Infection During Hajj: A Systematic Review and Meta-Analysis,” American Journal of Tropical Medicine and Hygiene 111, no. 4 (July 30, 2024): 914–23, https://doi.org/10.4269/ajtmh.23-0667.
Mohammad Alfelali et al., “Facemask Against Viral Respiratory Infections Among Hajj Pilgrims: A Challenging Cluster-randomized Trial,” PLoS ONE 15, no. 10 (October 13, 2020): e0240287, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0240287.
Van-Thuan Hoang et al., “Antibiotic Use for Respiratory Infections Among Hajj Pilgrims: A Cohort Survey and Review of the Literature,” Travel Medicine and Infectious Disease 30 (June 18, 2019): 39–45, https://doi.org/10.1016/j.tmaid.2019.06.007.