ilustrasi vaksin hepatitis B (unsplash.com/CDC)
Mendapatkan vaksin hepatitis B tidak berarti seseorang pernah terkena hepatitis B. Orang yang memperoleh kekebalan dari vaksin biasanya memiliki anti-HBs tanpa anti-HBc.
PMI mencantumkan vaksinasi sebagai salah satu kondisi yang memerlukan penundaan donor sementara selama delapan minggu, bukan larangan permanen. Karena jenis vaksin dan kondisi seseorang dapat berbeda, waktu donor tetap perlu dikonfirmasi kepada petugas unit donor darah.
Jadi, pernah divaksinasi hepatitis B tidak sama dengan pernah terinfeksi hepatitis B.
Kesimpulannya, meskipun kamu pernah sakit hepatitis B lalu dinyatakan sembuh dan HBsAg sudah negatif, ketentuannya orang dengan riwayat hepatitis B tidak boleh mendonorkan darah. Kebijakan ini dibuat untuk melindungi penerima transfusi dari risiko HBV yang mungkin masih tersisa dalam kadar sangat rendah dan sulit terdeteksi.
Referensi
Palang Merah Indonesia, “FAQ Donor Darah Sukarela,” Ayo Donor PMI, diakses Agustus 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Testing and Diagnosis for Hepatitis B,” diakses Agustus 2026.
Michael X. Fu et al., “International Review of Blood Donation Screening for Anti-HBc and Occult Hepatitis B Virus Infection,” Transfusion 64, no. 11 (2024): 2144–56, https://doi.org/10.1111/trf.18018.
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, “Peran Pemeriksaan Nucleic Acid Test (NAT) untuk Meningkatkan Keamanan Produk Darah," diakses Agustus 2026.