Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Jalan Kaki Bisa Menekan Nafsu Makan? Ini Kata Studi

4 min read
Benarkah Jalan Kaki Bisa Menekan Nafsu Makan? Ini Kata Studi
ilustrasi jalan kaki (pexels.com/Tiago Chaves)
  • Jalan kaki rutin dapat membantu mengatur nafsu makan dan mengenali sinyal lapar maupun kenyang, tetapi responsnya berbeda pada setiap orang.

  • Rasa lapar setelah berjalan dipengaruhi emosi, hormon ghrelin, intensitas dan durasi aktivitas, kebugaran, tidur, hidrasi, pola makan, serta waktu makan.

  • Jalan kaki mendukung penurunan berat badan melalui pembakaran kalori, peningkatan sensitivitas insulin, dan pemeliharaan massa otot saat berat badan turun.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jalan kaki merupakan aktivitas sederhana yang bisa dilakukan kapan saja untuk membuat tubuh lebih aktif. Selain membantu membakar kalori dan menjaga kebugaran, berjalan kaki juga dapat memengaruhi nafsu makan. Menariknya, efek yang dirasakan setiap orang bisa berbeda, ada yang merasa lebih kenyang, tetapi ada juga yang justru semakin lapar.

Hal ini kemudian membuat banyak orang penasaran dengan hubungan antara keduanya. Benarkah jalan kaki bisa menekan nafsu makan? Jalan kaki memang dapat membantu mengatur nafsu makan, tetapi efeknya tidak selalu sama pada setiap orang. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

  1. 1. Benarkah jalan kaki bisa menekan nafsu makan?

    Jalan kaki setiap hari tidak selalu membuat nafsu makan meningkat. Menurut Shernell Surratt-Gary, DO, dokter osteopati sekaligus medical expert di Aura Recovery Center, hubungan antara jalan kaki dan rasa lapar cukup kompleks. Setelah rutin berjalan kaki, sebagian orang mungkin merasa lebih lapar, sementara yang lain justru mengalami penurunan nafsu makan.

    Alih-alih sekadar menekan rasa lapar, rutin jalan kaki dapat membantu tubuh mengatur nafsu makan dengan lebih baik. Dr. Surratt-Gary menjelaskan bahwa setelah beberapa minggu berjalan kaki, orang dewasa dapat lebih mudah mengenali kapan tubuh benar-benar membutuhkan makanan. Dengan begitu, kamu bisa lebih peka terhadap sinyal lapar dan tahu kapan perlu makan lebih banyak, sekadar ngemil, atau belum perlu makan sama sekali.

    Hal serupa disampaikan Edmundo Rodriguez-Frias, MD, gastroenterolog dan geriatrician bersertifikat ganda di Full of Life. Menurutnya, jalan kaki dapat membantu seseorang mengenali rasa kenyang dengan lebih baik sehingga tidak mudah makan hanya karena stres atau kebiasaan.

  2. 2. Faktor yang memengaruhi nafsu makan setelah jalan kaki

    Faktor yang memengaruhi nafsu makan setelah jalan kaki
    ilustrasi jalan kaki (magnific.com/magnific)

    Respons nafsu makan setelah jalan kaki bisa berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang merasa lebih kenyang dan tidak terlalu ingin ngemil, tetapi ada juga yang justru lebih lapar. Beberapa faktor berikut bisa memengaruhinya.

    • Kondisi emosional

    Jalan kaki bisa membantu mengurangi keinginan ngemil yang muncul karena bosan atau stres. Bagi orang yang terbiasa melakukan emotional eating, berjalan kaki dapat menjadi aktivitas untuk mengalihkan diri sehingga keinginan makan terasa lebih terkendali.

    • Hormon lapar

    Menurut Edmundo Rodriguez-Frias, MD, jalan kaki dengan intensitas sedang secara rutin dapat menekan produksi hormon ghrelin untuk sementara setelah berolahraga. Hormon ini berperan dalam memunculkan rasa lapar sehingga kamu mungkin merasa tidak terlalu lapar sesaat setelah jalan kaki.

    • Jenis dan durasi jalan kaki

    Jalan kaki santai selama sekitar 10–30 menit biasanya tidak membuat kebutuhan kalori meningkat secara signifikan. Sebaliknya, jalan kaki yang lebih lama atau intens, seperti hiking, membakar lebih banyak energi sehingga tubuh mungkin merespons dengan rasa lapar yang lebih besar setelahnya.

    • Kebiasaan dan kondisi tubuh

    Tingkat kebugaran, kualitas tidur, hidrasi, dan pola makan juga dapat memengaruhi rasa lapar setelah berjalan kaki. Misalnya, jalan kaki setelah kurang tidur atau belum cukup makan bisa membuatmu merasa lebih lapar dibandingkan saat tubuh cukup istirahat dan mendapat asupan yang cukup.

    • Waktu makan

    Makan sebelum jalan kaki juga dapat memengaruhi rasa lapar setelahnya. Jika kamu baru saja makan, rasa lapar setelah berjalan mungkin tidak terlalu terasa karena tubuh masih memiliki energi dari makanan tersebut. Pilihan makan sebelum atau setelah jalan kaki pada dasarnya bisa disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing.

  3. 3. Apakah jalan kaki bisa menurunkan berat badan?

    Jalan kaki bisa membantu proses penurunan berat badan karena aktivitas ini membuat tubuh mengeluarkan lebih banyak energi. Austin “Ozzie” Gontang, psikoterapis berlisensi sekaligus direktur San Diego Marathon Clinic menjelaskan bahwa berat badan cenderung turun ketika kalori yang dibakar tubuh lebih banyak daripada yang dikonsumsi. Bahkan dengan kecepatan sedang, jalan kaki tetap membutuhkan energi sehingga dapat membantu meningkatkan pembakaran kalori harian.

    Selain membakar kalori, jalan kaki juga dapat mendukung proses penurunan berat badan dengan membantu tubuh menggunakan gula darah secara lebih efisien. Dr. Michael Fredericson, direktur physical medicine and rehabilitation di Stanford University menjelaskan bahwa rutin berjalan kaki dapat meningkatkan sensitivitas insulin sehingga tubuh lebih efektif menggunakan energi.

    Jalan kaki juga membantu mempertahankan massa otot saat berat badan turun. Massa otot yang tetap terjaga penting karena dapat membantu mempertahankan metabolisme dan membuat tubuh tetap membakar lebih banyak kalori, termasuk saat sedang beristirahat.

    Jadi, soal benarkah jalan kaki bisa menekan nafsu makan, ternyata aktivitas ini memang dapat membantu mengatur rasa lapar dan kenyang. Namun, efeknya bisa berbeda tergantung kondisi tubuh dan kebiasaan setiap orang. Semoga penjelasan ini membantu, ya.

    Referensi

    "The Surprising Effect Daily Walks Can Have on Your Hunger, According to Experts". Real Simple. Diakses Agustus 2026.
    "Can Walking Help You Lose Weight? What the Research Shows". USA Today. Diakses Agustus 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More