Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fakta Piuria, Urine Tampak seperti Nanah

ilustrasi kencing di kamar mandi (freepik.com/gpointstudio)
ilustrasi kencing di kamar mandi (freepik.com/gpointstudio)
Intinya sih...
  • Piuria menggambarkan adanya nanah dalam urine, sebagian besar tersusun dari sel darah putih.
  • Gejala piuria yang paling umum meliputi urine keruh atau nanah dalam urine.
  • Piuria diklasifikasikan menjadi piuria non steril dan piuria steril berdasarkan penyebabnya dan hasil tes urine.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Piuria adalah istilah medis untuk menggambarkan adanya nanah dalam urine, yang sebagian besar tersusun dari sel darah putih. Padahal, dalam kondisi normal, urine sehat hanya mengandung sedikit sekali, bahkan bisa sama sekali tidak mengandung sel darah putih. Kehadiran nanah ini menandakan adanya sesuatu yang sedang tidak beres pada saluran kemih.

Penyebab paling umum dari piuria adalah infeksi saluran kemih (ISK). Namun, piuria tidak hanya terbatas pada itu. Kondisi lain juga dapat memicu munculnya sel darah putih dalam urine.

Menariknya, tidak semua orang dengan piuria mengalami gejala. Ada yang sama sekali tidak merasakan keluhan, tetapi ada juga yang mengalami gejala yang bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Karena piuria bukanlah penyakit, melainkan tanda adanya masalah dalam tubuh, perawatan utamanya berfokus pada penyebabnya. Dengan memahami lebih jauh tentang piuria, kamu bisa lebih waspada sekaligus mencari pertolongan medis yang tepat. Yuk, baca ulasannya di bawah ini!

1. Gejala 

Gejala piuria yang paling umum meliputi urine keruh atau nanah dalam urine. Jika piuria muncul akibat ISK, gejalanya mungkin meliputi:

  • Nyeri di pinggul, perut, atau area panggul.

  • Tekanan di panggul bawah.

  • Sering buang air kecil.

  • Keinginan untuk buang air kecil yang tiba-tiba muncul.

  • Inkontinensia urine.

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Darah dalam air kencing.

  • Demam.

  • Mual dan muntah.

2. Penyebab

Piuria dapat terjadi akibat berbagai kondisi. Kondisi ini paling sering disebabkan oleh ISK, yaitu infeksi di area mana pun pada sistem kemih, termasuk ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih.

Piuria steril paling sering disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore atau infeksi virus. Penyebab lain piuria meliputi:

  • Sistitis interstisial.

  • Bakteremia dengan sepsis.

  • Tuberkulosis (TBC).

  • Batu saluran kemih.

  • Penyakit ginjal.

  • Prostatitis.

  • Pneumonia.

  • Penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik atau penyakit Kawasaki.

  • Parasit.

  • Tumor di saluran kemih.

  • Penyakit ginjal polikistik.

Piuria juga dapat menjadi reaksi terhadap penggunaan beberapa jenis obat, termasuk:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan aspirin.

  • Diuretik.

  • Antibiotik penisilin.

  • Penghambat pompa proton, seperti omeprazol.

3. Jenis

ilustrasi sampel kencing (freepik.com/freepik)
ilustrasi sampel kencing (freepik.com/freepik)

Piuria diklasifikasikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya dan hasil tes urine, yang memeriksa bakteri dan sel darah putih dalam urine:

  • Piuria non steril. Piuria non steril melibatkan keberadaan sel darah putih dan bakteri dalam urine. Ini biasanya merupakan tanda ISK. ISK dapat menyebabkan piuria, tetapi memiliki piuria non steril tidak selalu berarti kamu memiliki ISK.

  • Piuria steril. Piuria steril berarti terdapat sel darah putih dalam urine, tetapi tidak ada tanda-tanda jelas bakteri penyebab infeksi. Hal ini dapat terjadi karena beberapa alasan, seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu atau memiliki kondisi noninfeksi seperti batu ginjal, penyakit ginjal, atau diabetes. Beberapa orang dengan piuria steril mungkin masih mengalami infeksi, termasuk IMS.

4. Diagnosis

Dokter akan mendiagnosis piuria dengan sampel urine yang disebut urinalisis. Teknisi laboratorium akan mencari keberadaan bakteri, darah, dan sel darah putih. Kendati sel darah putih terdapat pada semua kasus piuria, tetapi tidak semua sampel akan menunjukkan bakteri atau darah. Mengetahui jumlah unsur-unsur ini akan membantu dokter menentukan penyebab pasti piuria.

ISK didiagnosis jika terdapat nitrit atau leukosit dalam urine. Jika unsur-unsur ini tidak ditemukan selama urinalisis, dokter kemungkinan akan mencari tanda-tanda piuria lainnya, seperti jumlah sel darah putih.

5. Pengobatan

Pengobatan piuria bergantung pada penyebabnya. ISK biasanya diobati dengan serangkaian antibiotik. Antibiotik ini perlu diminum hingga dua minggu. Obat antijamur juga dapat digunakan untuk mengobati piuria yang disebabkan oleh jamur.

Piuria yang tidak merespons antibiotik mungkin memiliki penyebab lain yang mendasarinya. Misalnya, penyakit Kawasaki seharusnya diobati dengan imunoglobulin. Kasus piuria yang sering terjadi terkait dengan obat-obatan dapat diatasi dengan menghentikan obat resep tertentu. Dokter mungkin akan memberikan obat lain sebagai gantinya.

Sebagian besar kasus piuria tidak menimbulkan risiko kesehatan yang serius, tetapi siapa pun yang mengalami piuria harus berkonsultasi dengan dokter untuk membantu menentukan penyebab yang mendasarinya. ISK adalah penyebab umum piuria yang dapat diobati oleh dokter dengan antibiotik jangka pendek. Jika antibiotik gagal mengatasi gejalanya, kamu harus mencari pertolongan medis lebih lanjut. Jika mengalami piuria selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang cara terbaik untuk meminimalkan risiko komplikasi.

Referensi

"Pyuria: Causes, Symptoms, Management & Treatment." Cleveland Clinic. Diakses pada Agustus 2025.
"What To Know About Pyuria (White Blood Cells in Your Urine)." Health. Diakses pada Agustus 2025.
"Everything You Should Know About Pyuria." Healthline. Diakses pada Agustus 2025.
"What Is Pyuria?" Medical News Today. Diakses pada Agustus 2025.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us