Untuk melakulan deteksi dini, Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI merekomendasikan penggunaan instrumen Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang dapat diisi oleh anak, orang tua, atau guru untuk mengukur emosi, perilaku dan relasi sosial anak.
SDQ efektif sebagai alat skrining untuk mengetahui adanya masalah pada ranah psikososial tertentu pada anak usia 3–18 tahun.
Selain deteksi dini, Anggota UKK Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, dr. Angga Wirahmadi, Sp.A, Subsp.T.K.P.S.(K), menekankan pentingnya pendekatan komunikasi HEEADSSS (Home, Education, Activities, Drugs, Sexuality, Suicide, Safety) yang wajib dilakukan tenaga kesehatan untuk menggali masalah psikososial remaja secara holistik.
Pendekatan ini membantu mengidentifikasi faktor risiko dan protektif, serta membangun kedekatan dengan remaja yang sering kali enggan mengungkapkan masalahnya jika tidak ditanyakan dengan baik.
Untuk mencegah dampak buruk, orang tua didorong untuk menjalin komunikasi yang hangat tanpa menghakimi, mendorong anak melakukan kegiatan positif (olahraga, berorganisasi, mengembangkan hobi), serta membatasi durasi penggunaan media sosial.
"Apabila ada masalah, anak-anak harus bercerita kepada orang tua, guru, atau teman yang dipercaya,” dr. Angga mengatakan.
Gejala depresi dan kecemasan pada remaja sering kali samar dan dianggap sebagai perubahan perilaku biasa masa pubertas. IDAI menegaskan bahwa investasi dalam kesehatan mental anak adalah investasi untuk masa depan bangsa yang lebih sehat dan kuat.