Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Racun Makanan yang Bisa Menyerang Saraf, Memicu Hilang Ingatan?
ilustrasi sakit (pexels.com/cottonbro studio)

Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menjadi perhatian. Seorang siswi dilaporkan mengalami gangguan ingatan dan kejang setelah menjalani perawatan. Kondisi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan. Apakah keracunan makanan memang bisa sampai memengaruhi fungsi otak dan menyebabkan gangguan ingatan? Pada umumnya, keracunan makanan lebih sering menimbulkan gejala seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Sementara, kejang disertai gangguan ingatan merupakan kondisi yang jarang terjadi.

Namun, dalam dunia medis, memang terdapat beberapa toksin yang berasal dari makanan dan dapat memengaruhi sistem saraf, salah satunya asam domoat yang diketahui dapat menyebabkan gangguan ingatan. Adapun, dalam kasus berat: kejang. Meski begitu, belum ada bukti bahwa asam domoat (domoic acid) merupakan penyebab kondisi siswi dalam kasus dugaan keracunan MBG di Karo sehingga kasus tersebut masih memerlukan pemeriksaan dan penelusuran medis lebih lanjut. Lantas, apa saja racun makanan yang dapat menyerang sistem saraf? Yuk, kita bedah di bawah ini!

1. Asam domoat yang bisa menyebabkan hilang ingatan dan kejang

ilustrasi kerang laut (pexels.com/Larbigno)

Asam domoat merupakan salah satu toksin makanan yang dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan gangguan ingatan. Toksin ini dapat ditemukan pada kerang-kerangan yang terkontaminasi dan menyebabkan kondisi yang disebut keracunan kerang amnesik (amnesic shellfish poisoning). Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejalanya dapat diawali dengan mual, muntah, diare, dan nyeri perut, kemudian diikuti gangguan neurologis, seperti kebingungan dan kehilangan ingatan.

Pada kondisi yang berat, paparan asam domoat juga dapat menyebabkan kejang hingga koma. Meski begitu, kondisi tersebut jarang terjadi. Karena itu, asam domoat menjadi salah satu contoh toksin makanan yang memang dapat menghubungkan gejala pencernaan dengan gangguan pada sistem saraf. Namun, perlu dicatat, keberadaan asam domoat tidak dapat langsung dikaitkan dengan kasus dugaan keracunan MBG di Karo tanpa hasil pemeriksaan yang membuktikannya.

2. Toksin botulinum bisa menyebabkan kelumpuhan otot

ilustrasi toksin botulinum (pexels.com/Laura Beauty Designer | Brasil )

Toksin botulinum (botulinum toxin) merupakan racun yang dapat terbentuk pada makanan dan menyerang sistem saraf. Menurut World Health Organization (WHO), racun ini dapat mengganggu kerja saraf yang mengatur gerakan otot. Akibatnya, seseorang dapat mengalami pandangan kabur, sulit menelan, kelemahan otot, hingga kelumpuhan.

Pada kondisi yang berat, kelumpuhan dapat menyebar ke otot pernapasan dan menyebabkan kesulitan bernapas. Berbeda dengan asam domoat, toksin botulinum tidak dikenal sebagai penyebab gangguan ingatan, tetapi lebih banyak memengaruhi kerja saraf dan otot. Karena itu, toksin botulinum menjadi salah satu contoh racun makanan yang dapat berdampak serius pada sistem saraf.

3. Saxitoxin yang bisa mengganggu saraf hingga menyebabkan kelumpuhan

ilustrasi seafood (pexels.com/Terje Sollie)

Saxitoxin merupakan salah satu racun yang dapat ditemukan pada kerang-kerangan yang terkontaminasi dan menyerang sistem saraf. Racun ini dapat menyebabkan keracunan kerang paralitik (PSP), keracunan yang dapat mengganggu kerja saraf dan otot. Dilansir laman MSD Manuals, referensi medis yang diterbitkan oleh Merck, gejalanya dapat berupa kesemutan, mati rasa, kelemahan otot, hingga kelumpuhan.

Pada kasus yang berat, kelumpuhan dapat mencapai otot yang digunakan untuk bernapas sehingga menyebabkan kesulitan bernapas. Gejala biasanya dapat muncul dalam waktu singkat setelah mengonsumsi makanan laut yang mengandung saxitoxin. Oleh sebab itu, saxitoxin menjadi contoh lain bahwa racun dari makanan tertentu dapat memberikan dampak serius pada sistem saraf.

Beberapa racun makanan memang dapat menyerang sistem saraf dan menimbulkan gejala seperti kejang, gangguan ingatan, hingga kelumpuhan. Namun, kondisi yang dialami siswi di Karo belum dapat dikaitkan dengan salah satu racun tersebut maupun dengan asam domoat tanpa hasil pemeriksaan medis yang memastikan penyebabnya. Menurutmu, apa sebenarnya penyebab gangguan ingatan yang dialami korban setelah dugaan keracunan MBG?

Referensi
“Botulism”. World Health Organization (WHO). Diakses September 2026.
“Clinical Overview of Botulism”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“Clinical Overview of Harmful Algal Bloom-Associated Illnesses”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.
“Fish Poisoning and Shellfish Poisoning”. MSD Manual Professional Edition. Diakses September 2026.
“Food Poisoning from Marine Toxins”. CDC Yellow Book, Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article