Saat jatuh melalui atmosfer, air hujan dapat berinteraksi dengan debu, polutan, dan partikel lain. Partikel tersebut bisa menempel pada rambut dan kulit kepala.
“Dalam kondisi tertentu, paparan polutan berpotensi memicu stres oksidatif dan peradangan, meskipun penelitian yang secara langsung menghubungkan air hujan dengan gangguan rambut dan kulit kepala masih terbatas,” kata dr Widya.
Setelah kehujanan, membilas rambut dengan air bersih dan segera mengeringkannya dapat membantu membersihkan kotoran sekaligus membuat tubuh lebih nyaman.
Untuk menurunkan risiko tertular influenza, cara yang direkomendasikan adalah vaksinasi flu tahunan secara rutin, memperbaiki ventilasi dengan membuka jendela, serta menghindari ruang tertutup yang padat. Mencuci tangan dan menutup hidung serta mulut saat batuk atau bersin juga membantu membatasi penyebaran virus.
Orang dengan risiko tinggi yang mengalami gejala flu sebaiknya mencari saran medis lebih awal karena obat antivirus bekerja paling baik jika diberikan segera.
Orang yang berisiko lebih tinggi terkena flu berat atau mengalami komplikasi flu meliputi:
Lansia, terutama usia 65 tahun ke atas.
Anak kecil, terutama di bawah 2 tahun.
Ibu hamil dan hingga dua minggu setelah melahirkan.
Penderita asma atau penyakit paru kronis lainnya.
Orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, atau hati.
Orang dengan sistem imun yang lemah, misalnya akibat HIV, kanker, kemoterapi, atau penggunaan obat penekan imun.
Orang dengan obesitas berat (BMI ≥40).
Penghuni panti jompo atau fasilitas perawatan jangka panjang.