Comscore Tracker

Mari Mengenal Kaki Jagung (Foot Corn), Lapisan Kulit Mati di Kaki

Jangan dipotong sendiri nanti bisa infeksi

Kaki jagung atau foot corn sekilas mirip dengan kapalan, tetapi keduanya merupakan kondisi berbeda. Foot corn merupakan lapisan kulit yang mengeras yang berkembang akibat respons kulit terhadap gesekan dan tekanan.

Bila dibiarkan terus-menerus, kulit kaki jagung ini bisa menimbulkan nyeri dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Buat kamu yang masih belum tahu apa itu foot corn, simak penjelasannya di bawah ini.

1. Apa itu kaki jagung?

Mari Mengenal Kaki Jagung (Foot Corn), Lapisan Kulit Mati di Kakiilustrasi jari kaki (womansworld.com)

Kaki jagung adalah lapisan kulit yang mengeras, yang berkembang akibat respons kulit terhadap gesekan dan tekanan.

Dilansir Cleveland Clinicfoot corn biasanya cenderung berukuran kecil dan berbentuk bulat, dengan bagian tengah yang keras dikelilingi oleh kulit yang meradang.

Kaki jagung cenderung berkembang di bagian kaki yang tidak menahan beban, seperti bagian atas dan samping jari kaki, atau bisa juga di antara jari-jari kaki. Meski begitu, pengerasan kulit ini juga bisa ditemukan di area yang menahan beban. Kaki jagung bisa terasa sakit saat ditekan.

Terdapat beberapa jenis kaki jagung, yaitu:

  • Hard corn: ini adalah area kulit yang kecil dan padat, biasanya di dalam area kulit yang lebih tebal. Hard corn biasanya terbentuk di bagian atas jari kaki, area di mana ada tekanan tulang terhadap kulit
  • Soft corn: ini adalah jenis yang warnanya keputihan atau keabuan, yang memiliki tekstur lebih lembut atau kenyal. Jenis ini muncul di antara jari kaki
  • Seed corn: bentuknya kecil dan umumnya terbentuk di bagian bawah kaki

2. Penyebab dan faktor risiko foot corn

Mari Mengenal Kaki Jagung (Foot Corn), Lapisan Kulit Mati di Kakiilustrasi jenis foot corn atau kaki jagung (customfootclinic.com)

Mengutip Mayo Clinic, tekanan dan gesekan berulang menyebabkan kaki jagung (dan kapalan) berkembang dan tumbuh. Beberapa sumber tekanan dan gesekan ini meliputi:

  • Memakai sepatu yang ukurannya tidak pas. Sepatu yang kekecilan dan sepatu hak tinggi bisa menekan area kaki. Di sisi lain, bila memakai sepatu yang kebesaran, kaki akan berulang kali meluncur dan bergesekan dengan sepatu. Kaki mungkin juga bergesekan dengan jahitan dalam sepatu.
  • Tidak mengenakan kaus kaki. Memakai sepatu atau sandal tanpa kaus kaki bisa menyebabkan gesekan di kaki. Kaus kaki yang ukurannya tidak pas juga bisa menjadi masalah.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya foot corn di antaranya:

  • Bunion: benjolan tulang abnormal yang terbentuk pada sendi di pangkal jempol kaki
  • Hammer toe: kelainan bentuk jari kaki yang melengkung seperti cakar
  • Deformitas kaki lainnya: kondisi tertentu, seperti taji tulang, dapat menyebabkan gesekan terus-menerus di dalam sepatu

Baca Juga: Bikin Geregetan, Ini 7 Alasan Telapak Kakimu Suka Mengelupas Tiba-tiba

3. Bedanya dengan kapalan

Mari Mengenal Kaki Jagung (Foot Corn), Lapisan Kulit Mati di Kakiilustrasi perbedaan kulit kaki jagung (foot corn) dan callus (kapalan) (countryfootcare.com)

Meskipun kaki jagung dan kapalan terlihat mirip dan memiliki penyebab dan faktor risiko yang serupa, tetapi keduanya adalah kondisi berbeda. Inilah perbedaannya:

  • Kulit kaki jagung memiliki ukuran yang lebih kecil daripada kapalan
  • Kulit kaki jagung  lebih sering terjadi pada bagian atas telapak kaki, samping jari kaki, dan di antara jari-jari kaki. Sementara itu, kapalan terjadi di bagian bawah telapak kaki dan tumit. Kapalan juga bisa terjadi di telapak tangan dan lutut
  • Biasanya, kapalan tidak terasa sakit sementara kulit kaki jagung akan terasa sakit

4. Cara mencegah kaki jagung

Mari Mengenal Kaki Jagung (Foot Corn), Lapisan Kulit Mati di Kakiilustrasi menggunakan sepatu dan kaus kaki yang pas (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Dilansir Healthline, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah foot corn, di antaranya:

  • Gunakan sepatu dan kaos kaki yang pas, tidak terlalu sempit atau ketat dan tidak terlalu longgar
  • Bila sepatumu longgar, gunakan kaus kaki yang tebal
  • Menutupi bagian atas jari kaki dan sisi kaki dengan perban breathable 
  • Jaga kuku kaki tetap pendek, karena kuku kaki yang panjang bisa menyebabkan posisi jari kaki tidak normal

5. Pengobatan foot corn

Mari Mengenal Kaki Jagung (Foot Corn), Lapisan Kulit Mati di Kakiilustrasi merendam kaki (health.clevelandclinic.org)

Selain dengan mengganti sepatu yang tidak pas dengan sepatu yang nyaman di kaku, kamu bisa menghilangkan kaki jagung dengan perawatan rumahan, seperti:

  • Rendam kaki di campuran air hangat dan garam Epsom
  • Setelahnya, keringkan dengan handuk bersih dan lembapkan kaki dengan losion atau cocoa butter. Kamu juga bisa pakai losion yang mengandung asam salisilat, karena kandungan ini dapat melarutkan protein keratin yang membentuk kaki jagung dan kulit mati di sekitarnya. Akan tetapi, asam salisilat tidak direkomendasikan untuk dipakai oleh orang-orang dengan diabetes, sirkulasi yang buruk, atau kulit rapuh
  • Ulangi setiap hari sampai kulit melunak
  • Setelah kulit melunak dan tidak sakit, gosok perlahan dengan batu apung
  • Bila kaki jagung tumbuh di antara jari-jari kaki, gunakan kikir kuku untuk menggosoknya
  • Ulangi langkah-langkah di atas hingga kulit jagung hilang, yang mana bisa makan waktu beberapa minggu
  • Gunakan bantalan atau tambahan alas kaki. Hal ini bertujuan agar kulit kaki jagung tidak bersentuhan secara langsung dengan sepatu.

Selain itu, jangan pernah mencoba untuk memotong kulit kaki jagung tanpa pengawasan dokter. Karena, hal ini dapat menyebabkan infeksi dan sangat berbahaya bagi jaringan kulit yang ada di sekitarnya.

Walaupun kaki jagung atau foot corn bukan hal yang berbahaya, tetapi baiknya ini tidak disepelekan karena bikin tak nyaman dan nyeri, apalagi bila dialami oleh penderita diabetes. Jadi, rawatlah dengan benar dan jangan sungkan untuk minta bantuan dokter untuk menghilangkannya dengan aman.

Baca Juga: 5 Cara Ampuh Mengatasi Kuku Jari Kaki yang Tumbuh ke Dalam

Ruth Cikita Photo Verified Writer Ruth Cikita

[kosong]

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya