Peneliti dari Flinders University menyarankan menutup tutup toilet sebelum menyiramnya jika tersedia. Namun, aerosol masih dapat lolos melalui celah.
Dalam tinjauan tersebut, posisi tutup dan ventilasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan konsentrasi aerosol. Efektivitasnya dalam mengurangi paparan masih perlu diteliti.
Kebersihan toilet dan permukaan sekitarnya serta ventilasi yang memadai tetap dianjurkan sebagai langkah kehati-hatian.
Setelah menggunakan toilet, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, gosok setidaknya 20 detik, lalu bilas dan keringkan. Tangan dapat memindahkan kuman dari permukaan ke mata, hidung, mulut, atau makanan. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah penyebaran infeksi pernapasan dan diare.
Referensi
Flinders University, “What Happens When You Flush? Toilet Aerosols Can Reach Breathing Zone,” diakses September 2026.
Lira Adiyani et al., “Aerosol and Bioaerosol Generation from Toilet Flushing: A Systematic Review and Risk Factor Analysis,” Science of the Total Environment 1048 (2026): 182111, https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2026.182111.
John P. Crimaldi et al., “Commercial Toilets Emit Energetic and Rapidly Spreading Aerosol Plumes,” Scientific Reports 12 (2022): 20493, https://doi.org/10.1038/s41598-022-24686-5.
Centers for Disease Control and Prevention, “About Handwashing,” diakses September 2026.