Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Saat Toilet Disiram, Partikel Bisa Naik ke Area Kamu Bernapas
ilustrasi putaran air setelah flush toilet (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
  • Penyiraman toilet dapat melepaskan partikel ke udara, termasuk partikel yang membawa mikroba.

  • Partikel dapat mencapai area pernapasan, tetapi temuan tersebut tidak otomatis membuktikan penularan penyakit.

  • Menutup tutup toilet tidak sepenuhnya menahan aerosol; kebersihan dan cuci tangan tetap diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat kamu menekan tombol flush, air akan berputar, lalu isi mangkuk toilet menghilang menyapu kotoran. Namun, di balik proses itu, partikel kecil yang tak terlihat terlontar ke udara dan mencapai ketinggian tempat kamu bernapas.

Tinjauan sistematis terbaru dalam jurnal Science of the Total Environment merangkum 22 penelitian tentang aerosol dari penyiraman toilet. Sebagian menemukan partikel pada ketinggian yang setara dengan area pernapasan orang dewasa.

1. Aliran air dapat melontarkan partikel ke atas

Gerakan air yang kuat saat penyiraman menghasilkan percikan dan aerosol, yaitu partikel kecil yang melayang di udara. Jika membawa mikroorganisme, partikel tersebut disebut bioaerosol. Mikroba dapat berasal dari kontaminasi mangkuk maupun air penyiram.

Gambaran pergerakannya terlihat dalam penelitian Scientific Reports pada 2022. Dengan bantuan laser dan kamera, peneliti mengamati toilet komersial tanpa tutup. Aerosol mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter dari lantai dalam 8 detik setelah penyiraman dimulai.

2. Partikel yang terdeteksi belum tentu berarti infeksi

ilustrasi menyiram toilet (pexels.com/Miriam Alonso)

Eksperimen tahun 2022 menggunakan air keran tanpa tinja atau kertas toilet. Jadi, hasilnya memperlihatkan bagaimana partikel bergerak, bukan membuktikan bahwa kuman hidup terhirup lalu menyebabkan penyakit.

Tinjauan tahun 2026 juga mencakup beragam kondisi. Ada eksperimen yang sengaja memasukkan mikroorganisme ke air toilet, ada pula pengamatan tanpa penambahan mikroba. Konsentrasi aerosol berbeda-beda menurut kondisi percobaan, karakteristik toilet, dan cara pengambilan sampel.

Untuk menilai risiko infeksi, peneliti masih perlu mengetahui jenis mikroba, jumlahnya, kemampuannya bertahan, serta paparan yang benar-benar diterima pengguna.

3. Menutup tutup toilet merupakan langkah kehati-hatian

Peneliti dari Flinders University menyarankan menutup tutup toilet sebelum menyiramnya jika tersedia. Namun, aerosol masih dapat lolos melalui celah.

Dalam tinjauan tersebut, posisi tutup dan ventilasi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan konsentrasi aerosol. Efektivitasnya dalam mengurangi paparan masih perlu diteliti.

Kebersihan toilet dan permukaan sekitarnya serta ventilasi yang memadai tetap dianjurkan sebagai langkah kehati-hatian.

Setelah menggunakan toilet, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, gosok setidaknya 20 detik, lalu bilas dan keringkan. Tangan dapat memindahkan kuman dari permukaan ke mata, hidung, mulut, atau makanan. Kebiasaan sederhana ini membantu mencegah penyebaran infeksi pernapasan dan diare.

Referensi

Flinders University, “What Happens When You Flush? Toilet Aerosols Can Reach Breathing Zone,” diakses September 2026.

Lira Adiyani et al., “Aerosol and Bioaerosol Generation from Toilet Flushing: A Systematic Review and Risk Factor Analysis,” Science of the Total Environment 1048 (2026): 182111, https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2026.182111.

John P. Crimaldi et al., “Commercial Toilets Emit Energetic and Rapidly Spreading Aerosol Plumes,” Scientific Reports 12 (2022): 20493, https://doi.org/10.1038/s41598-022-24686-5.

Centers for Disease Control and Prevention, “About Handwashing,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article