Gigi geraham bungsu biasanya mulai tumbuh saat usia remaja akhir hingga awal 20-an. Pada beberapa orang, pertumbuhannya tidak menimbulkan masalah, tetapi ada juga yang mengalami rasa nyeri dan tidak nyaman. Berikut beberapa tanda yang sering muncul saat gigi geraham bungsu mulai tumbuh.
Nyeri di bagian belakang rahang menjadi tanda paling umum saat gigi geraham bungsu mulai tumbuh. Rasa sakit biasanya muncul secara perlahan, mulai dari rasa tidak nyaman pada rahang hingga nyeri yang terasa terus-menerus. Kondisi ini terjadi karena gigi mendorong gusi, tulang rahang, atau gigi lain di sekitarnya.
Saat gigi geraham bungsu mulai menembus gusi, area di sekitarnya dapat mengalami peradangan. Gusi biasanya terlihat merah, bengkak, dan terasa lebih sensitif ketika disentuh. Hal ini sering membuat aktivitas seperti makan, mengunyah, atau menyikat gigi menjadi kurang nyaman.
Pertumbuhan gigi geraham bungsu juga bisa menyebabkan rahang terasa kaku atau tegang. Akibatnya, sebagian orang merasa sulit membuka mulut terlalu lebar saat makan, menguap, atau berbicara. Kondisi ini umumnya dipicu oleh tekanan dan pembengkakan di area belakang rahang yang mengganggu otot-otot pengunyahan.
Gigi geraham bungsu yang tumbuh sebagian sering meninggalkan celah kecil di area gusi. Celah tersebut dapat menjadi tempat menumpuknya sisa makanan dan bakteri sehingga memicu bau mulut atau rasa tidak enak yang menetap meski sudah menyikat gigi.
Jika ruang di rahang tidak cukup, gigi geraham bungsu dapat menekan gigi lain di sekitarnya. Tekanan ini membuat susunan gigi terasa lebih rapat, bergeser, atau tampak sedikit bertumpuk. Pada beberapa kasus, kondisi ini juga dapat memengaruhi kerapian gigi.