"Kesehatan dan keselamatan anak harus menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, kami menyampaikan beberapa kiat komprehensif sebagai upaya pencegahan dan kewaspadaan kolektif,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Penghujan, Saran dari IDAI

- Kombinasi aktivitas sekolah, curah hujan tinggi, dan kelembapan meningkat dapat menciptakan lingkungan rawan terhadap penularan penyakit di musim hujan.
- Pastikan kesehatan dan daya tahan tubuh anak memungkinkan untuk ke sekolah, lengkapi imunisasi, berikan makanan nutrisi, dan terapkan etiket batuk serta PHBS.
- Pencegahan penyakit yang berkembang di musim hujan dengan 3M Plus, pastikan lingkungan bebas genangan air, gunakan losion antinyamuk, dan konsumsi air bersih.
Kombinasi aktivitas sekolah yang padat, curah hujan tinggi, dan kelembapan yang meningkat dapat menciptakan lingkungan yang rawan terhadap penularan penyakit seperti influenza, diare, demam berdarah yang perlu diwaspadai, musim hujan dengan risiko banjir, serta potensi bencana hidrometeorologi.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA, Subsp Kardio(K) menyampaikan bahwa proses belajar mengajar di sekolah memang sangat penting bagi perkembangan sosial, emosional, dan intelektual anak. Namun, kesehatan anak tetap harus jadi nomor satu.
Tips menjaga kesehatan anak di musim penghujan
Berikut upaya yang harus dilakukan orang tua dan pihak sekolah di musim hujan guna menjaga kesehatan anak:
Pastikan kesehatan dan daya tahan tubuh anak memungkinkan untuk ke sekolah
- Lengkapi dan pastikan status imunisasi dasar dan lanjutan anak sesuai usia, termasuk imunisasi untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin (PD3I) seperti campak, difteri, pertusis, influenza, dan lain-lain.
- Berikan makanan padat nutrisi terutama protein hewani, cukup cairan agar tidak dehidrasi. Batasi makanan tidak sehat yang tinggi gula dan junk food.
- Pastikan anak tidur malam 8-10 jam sesuai usia untuk mengoptimalkan sistem imun.
- Jika anak menunjukkan gejala sakit seperti demam, batuk, pilek, diare, atau lemas, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan istirahat di rumah hingga benar-benar pulih untuk mencegah penularan.
Menerapkan etiket batuk dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS)
- Ajarkan dan biasakan anak untuk menutup mulut dan hidung dengan lengan atas bagian dalam (bukan telapak tangan) saat batuk atau bersin.
- Cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain.
- Gunakan masker terutama jika anak mengalami gejala infeksi saluran napas atau berada di kerumunan.
- Hindari berbagi penggunaan alat makan, minum, dan alat kebersihan pribadi.
Pencegahan penyakit yang berkembang di musim hujan
- Terapkan 3M Plus (menguras, menutup, mendaur ulang sekaligus menghindari gigitan nyamuk).
- Pastikan lingkungan sekolah dan rumah bebas dari genangan air.
- Gunakan losion antinyamuk, kelambu, atau pakaian panjang.
- Untuk menghindari diare dan leptospirosis, pastikan anak selalu memakai alas kaki saat bermain atau berjalan di area yang mungkin terkontaminasi.
- Konsumsi air dan makanan yang bersih dan matang.
Kesiapsiagaan menghadapi musim hujan dan bencana hidrometeorologi
- Komunikasi yang intensif adalah kunci. Orang tua dan pihak sekolah diharapkan aktif menginformasikan kondisi dan kebijakan melalui grup komunikasi. Orang tua diharapkan proaktif melaporkan kondisi kesehatan anak dan memberikan edukasi di rumah. Siswa diimbau untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan dan saling mengingatkan. Pastikan juga data kontak darurat baik pihak orang tua maupun sekolah selalu mutakhir.
- Ajarkan anak untuk memahami prosedur evakuasi dan titik kumpul di sekolah. Orang tua juga harus mengetahui rencana tanggap darurat sekolah.
- Siapkan tas siaga bencana untuk anak di sekolah dan di rumah (berisi jas hujan, makanan tahan lama, air minum, obat pribadi, pakaian ganti, senter kecil, peluit, dan kontak darurat keluarga).
- Hati-hati dalam perjalanan ke/dari sekolah saat hujan lebat. Waspada genangan air, pohon tumbang, dan arus lalu lintas.
IDAI ajak kolaborasi berbagai pihak

IDAI mendorong sekolah untuk memastikan ketersediaan sarana cuci tangan, air bersih, dan toilet yang higienis, serta melakukan pembersihan dan disinfeksi rutin pada area dan permukaan benda yang sering disentuh.
Mereka juga mendorong penguatan kerjasama antarsekolah dengan puskesmas setempat untuk pemantauan kesehatan warga sekolah dan edukasi.
Begitu pula pemerintah daerah untuk dapat mengoptimalkan penyediaan fasilitas kesehatan, memastikan lingkungan sekolah aman dari risiko banjir/longsor, dan mengoordinasikan sistem peringatan dini.
“Kami, para dokter anak, sangat mengharapkan kolaborasi semua pihak. Dengan upaya bersama, kita dapat menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi anak-anak kita untuk belajar dan bertumbuh kembang optimal, meski di tengah tantangan musim ini. IDAI siap bersinergi dengan semua pihak terkait untuk memastikan hak kesehatan dan pendidikan anak terpenuhi dengan baik,” kata Dr. dr. Hikari Ambara Sjakti, Subsp HemaOnk(K), Sekretaris Umum IDAI.




.jpg)














