Angka 90 persen terdengar mengesankan, tetapi itu merujuk pada respons imun, bukan keberhasilan mencegah kanker.
Uji fase 1 terutama dirancang untuk melihat keamanan dan kemampuan vaksin memicu respons sel T, bukan untuk mengukur penurunan kejadian kanker pankreas.
Selain itu, penelitian ini hanya melibatkan 20 peserta dan tidak mengacak mereka ke kelompok vaksin dan plasebo. Masa tindak lanjut median 16,5 bulan juga terlalu singkat untuk memastikan apakah orang yang divaksinasi benar-benar memiliki risiko kanker lebih rendah dalam jangka panjang.
Analisis kekebalan terutama dilakukan melalui sampel darah. Para peneliti belum bisa memastikan apakah sel T yang ditemukan dalam darah berhasil masuk ke jaringan pankreas dan menghancurkan sel prakanker pembawa mutasi KRAS. Para peneliti kini menjalankan uji lanjutan pada pasien dengan kista pankreas berisiko tinggi yang akan menjalani operasi. Jaringan yang diangkat nantinya dapat menunjukkan apakah sel imun hasil vaksinasi benar-benar mencapai lesi tersebut.
Sejumlah peneliti juga memiliki kepentingan finansial terkait teknologi vaksin karena menjadi pendiri, pemegang saham, atau konsultan Adventris Pharmaceuticals. Teknologi yang digunakan telah dilisensikan oleh perusahaan tersebut dari Johns Hopkins University. Hubungan ini telah dilaporkan dan ditinjau berdasarkan kebijakan konflik kepentingan universitas, tetapi tetap penting diketahui ketika menilai hasil penelitian.
Untuk saat ini, mKRAS-VAX masih merupakan produk penelitian. Orang dengan riwayat keluarga kanker pankreas atau mutasi gen yang meningkatkan risiko sebaiknya tidak menunda pemantauan sambil menunggu perkembangan vaksin.
Pemantauan rutin tetap menjadi pendekatan utama bagi orang yang memenuhi kriteria risiko tinggi. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa pemantauan dengan pencitraan dapat membantu menemukan kanker pankreas pada stadium lebih awal pada kelompok tersebut. Konseling genetik juga dapat membantu menentukan apakah seseorang perlu menjalani tes genetik dan masuk ke program surveilans khusus.
Referensi
S. Daniel Haldar et al., “First-in-Human Testing of a Mutant KRAS Vaccine for Pancreatic Cancer Interception in High-Risk Cohorts,” Cancer Discovery (2026), https://doi.org/10.1158/2159-8290.CD-25-2245.
American Association for Cancer Research, “A Vaccine to Prevent Pancreatic Cancer in High-risk Individuals Was Safe and Elicited Durable Immune Responses,” diakses Juli 2026.
Amanda L. Huff et al., “Mutant KRAS Vaccine with Dual Checkpoint Blockade in Resected Pancreatic Cancer: A Phase I Trial,” Nature Communications 17 (2026): 1538, https://doi.org/10.1038/s41467-026-68324-4.
National Cancer Institute, “Surveillance for People at High Risk of Pancreatic Cancer,” diakses Juli 2026.
National Cancer Institute, “Genetic Testing Fact Sheet,” diakses Juli 2026.