Pencegahan penyakit akibat caplak dilakukan dengan mengenakan pakaian yang menutup kulit, memakai penolak serangga sesuai petunjuk, serta memeriksa tubuh, pakaian, perlengkapan, dan hewan peliharaan setelah berada di rerumputan atau kawasan berhutan.
Mandi tidak lama setelah kembali ke dalam ruangan juga membantu menemukan caplak yang belum melekat.
Jika caplak sudah menempel, gunakan pinset bersih untuk menjepitnya sedekat mungkin dengan permukaan kulit, lalu tarik lurus menggunakan tekanan yang stabil. Jangan mencoba melepaskannya menggunakan panas, cat kuku, atau petroleum jelly karena dapat membuat caplak mengeluarkan cairan ke dalam kulit.
Demam atau ruam yang muncul dalam beberapa hari hingga minggu setelah gigitan perlu diperiksakan. Beri tahu dokter kapan dan di mana paparan caplak kemungkinan terjadi agar penyebab penyakit dapat dinilai dengan lebih tepat.
Referensi
Xiao-Ai Zhang et al., “A Zoonotic Orthonairovirus from Febrile Patients in China,” New England Journal of Medicine 395, no. 9 (2026): 929–31.
Xue-Jie Yu et al., “Fever with Thrombocytopenia Associated with a Novel Bunyavirus in China,” New England Journal of Medicine 364, no. 16 (2011): 1523–32.
Mary Van Beusekom, “Scientists in China Discover New Tick-Borne Virus That Causes Flu-Like Illness,” Center for Infectious Disease Research and Policy, September 3, 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Preventing Tick Bites,” August 28, 2024, diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “What to Do after a Tick Bite,” diakses September 2026.