Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

WHO Perbarui Tiga Strain untuk Vaksin Flu 2026–2027

WHO Perbarui Tiga Strain untuk Vaksin Flu 2026–2027
ilustrasi vaksin flu (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
  • WHO memperbarui komposisi vaksin flu 2026–2027 karena virus influenza terus bermutasi.

  • Varian A(H3N2) subclade K menyebar cepat dan memicu musim flu lebih awal.

  • Sistem surveilans global GISRS jadi tulang punggung penentuan strain vaksin flu.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setiap tahun, virus influenza berubah. Di belahan bumi utara, musim gugur selalu identik dengan meningkatnya kasus flu. Karena itulah, komposisi vaksin influenza tidak pernah benar-benar sama, harus diperbarui, disesuaikan dengan virus yang diperkirakan akan beredar.

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan rekomendasi komposisi vaksin influenza untuk musim 2026–2027 di belahan bumi utara. Keputusan ini diambil setelah konsultasi ilmiah selama empat hari yang menelaah data surveilans global. Pembaruan ini mencakup tiga strain virus utama yang menjadi target vaksin musiman.

Table of Content

1. Mengapa komposisi vaksin harus terus diperbarui?

1. Mengapa komposisi vaksin harus terus diperbarui?

Virus influenza dikenal sangat dinamis. Virus inimengalami perubahan genetik yang disebut antigenic drift, membuat respons imun dari vaksin tahun sebelumnya bisa menjadi kurang optimal untuk musim berikutnya. WHO menegaskan, rekomendasi komposisi vaksin dilakukan dua kali setahun—masing-masing untuk belahan bumi utara dan selatan—berdasarkan analisis data laboratorium dan epidemiologi global.

Secara global terdapat sekitar satu miliar kasus influenza musiman setiap tahun, dengan 3–5 juta kasus berat dan sekitar 290.000–650.000 kematian akibat komplikasi pernapasan. Angka ini menunjukkan bahwa flu bukan sekadar penyakit ringan musiman.

Pembaruan vaksin bertujuan memastikan kecocokan antara vaksin dan virus yang kemungkinan besar akan beredar. Dengan begitu, efektivitas vaksin dalam mencegah penyakit berat dan kematian dapat dimaksimalkan.

2. Varian baru A (H3N2) dan perubahan pola musim flu

Ilustrasi vaksin flu.
ilustrasi vaksin flu (IDN Times/Aditya Pratama)

Dalam laporan terbaru, WHO mencatat munculnya varian berbeda dari virus A(H3N2) pada Agustus 2025, diklasifikasikan sebagai J.2.4.1 atau dikenal sebagai subclade K. Varian ini menyebar cepat secara global dan berkontribusi terhadap awal musim influenza yang lebih dini di banyak negara.

Secara keseluruhan, virus influenza A mendominasi sirkulasi global, termasuk A(H3N2) dan A(H1N1). Sementara itu, virus influenza B dari garis keturunan B/Victoria terdeteksi dalam kadar rendah. Tidak ada kasus B/Yamagata yang tercatat sejak Maret 2020.

Untuk musim 2026–2027 di belahan bumi utara, WHO merekomendasikan:

Vaksin berbasis telur (egg-based):

  • A/Missouri/11/2025 (H1N1)pdm09-like virus
  • A/Darwin/1454/2025 (H3N2)-like virus
  • B/Tokyo/EIS13-175/2025 (B/Victoria lineage)-like virus

Vaksin berbasis kultur sel, protein rekombinan, atau asam nukleat:

  • A/Missouri/11/2025 (H1N1)pdm09-like virus
  • A/Darwin/1415/2025 (H3N2)-like virus
  • B/Pennsylvania/14/2025 (B/Victoria lineage)-like virus

Rekomendasi ini menjadi acuan bagi otoritas regulasi nasional dan industri farmasi di dunia dalam mengembangkan dan memproduksi vaksin musim berikutnya.

3. Ancaman influenza zoonotik dan peran GISRS

Selain influenza musiman, perhatian juga tertuju pada influenza zoonotik, yaitu virus flu yang berasal dari hewan dan dapat menginfeksi manusia, termasuk yang dikenal luas sebagai flu burung. Virus jenis ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu pandemi.

Sejak 23 September 2025, WHO menerima laporan 25 infeksi manusia akibat influenza zoonotik dari enam negara. Sebagian besar kasus terkait paparan langsung pada hewan terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi virus. Tidak ditemukan bukti penularan antarmanusia.

Semua analisis ini dilakukan melalui jejaring Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS), sistem surveilans influenza global yang telah berjalan sejak 1952. GISRS merupakan platform pengawasan penyakit global tertua yang masih aktif, menghubungkan laboratorium dan pusat kolaborasi WHO di berbagai negara.

Dalam pertemuan terbaru, para ahli juga merekomendasikan pengembangan candidate vaccine virus (CVV) baru untuk virus A(H9N2), sebagai langkah antisipatif jika muncul ancaman pandemi.

Pembaruan komposisi vaksin influenza merupakan respons ilmiah terhadap virus yang terus berubah. Memperbarui tiga strain utama dalam vaksin 2026–2027 merupakan upaya untuk memastikan perlindungan optimal bagi populasi global terhadap penyakit berat dan kematian akibat flu.

Referensi

"Recommendations for influenza vaccine composition for the 2026-2027 northern hemisphere season." World Health Organization (WHO). Diakses Maret 2026.

“Influenza (Seasonal).” WHO. Diakses Maret 2026.

"Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS)." WHO. Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More