Comscore Tracker

Bagaimana Berat Badan Memengaruhi Performa Seks? 

Jangan biarkan angka timbangan menghalangi keintiman

Lebih dari yang disadari, terdapat hubungan antara berat badan dan performa seksual. Misalnya, posisi seks yang paling banyak membakar kalori, apakah berat badan berhubungan dengan libido, atau pertanyaan lain tentang obesitas dan seks yang ragu-ragu ditanyakan kepada dokter.

Nah, lewat artikel ini kamu akan diajak untuk mengetahui bagaimana berat badan memengaruhi kinerja seksual serta tips memaksimalkan potensi kepuasan seks tanpa mengubah berat badan.

1. Berat badan dan performa seksual

Bagaimana Berat Badan Memengaruhi Performa Seks? ilustrasi pria bertubuh gemuk (unsplash.com/AllGo - An App For Plus Size People)

Menurut pakar medis di Obesity Action Coalition, salah satu efek samping dari obesitas adalah disfungsi seksual. Pria yang kelebihan berat badan diperkirakan bisa lebih sulit berhubungan seks daripada pria dengan berat badan ideal. Ini karena testosteron yang diproduksi lebih sedikit sehingga mengakibatkan impotensi.

Permasalahan disfungsi seksual pada pria bisa berupa mengalami disfungsi ereksi, kecemasan, serta kinerja seksual yang tidak maksimal. Bahkan, pria yang obesitas juga dapat mengalami sindrom penis "terkubur" atau buried penis, kondisi ketika penis tertutup di bawah lipatan kulit.

Dilansir Verywell Fit, perempuan dengan indeks massa tubuh (BMI) lebih tinggi bisa dikaitkan dengan masalah seksual. Hal tersebut dipercaya terkait dengan sirkulasi darah yang buruk di area genital sehingga menyebabkan penurunan kepuasan seksual dan citra tubuh yang cenderung negatif.

Akan tetapi, temuan studi dalam jurnal BJU International tahun 2010 mengklaim bahwa obesitas bukanlah faktor risiko disfungsi seksual pada perempuan. Bagaimanapun, kalau seseorang memiliki berat badan berlebih dan mengalami gangguan seksualitas, temui dokter untuk mendiskusikan hubungan antara keduanya.

2. Berat badan dan gairah seksual

Bagaimana Berat Badan Memengaruhi Performa Seks? ilustrasi pria dengan disfungsi ereksi (freepik.com/jcomp)

Menurut penelitian berjudul "Duke Study Report Sex, Self Esteem Diminish for Morbidly Obese" dalam publikasi CDS Review & Publications tahun 2005, ditemukan sebanyak 30 persen orang dengan berat badan berlebih yang berusaha untuk mengontrol berat badan melaporkan bahwa mereka mengalami masalah terkait dorongan, gairah, dan kinerja seksual.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa masalah seksual sering kali berdampingan dengan obesitas. Seorang pakar kesehatan seksual Andrew McColough mengatakan bahwa kondisi medis seperti kolesterol tinggi dan resistansi insulin (indikator awal diabetes tipe 2) memiliki kemampuan untuk memengaruhi hasrat seksual, terutama pada pria.

Hal itu disebabkan karena kedua kondisi tersebut bisa menyebabkan arteri kecil di penis menutup, terutama saat timbunan lemak menyumbat pembuluh darah yang mengakibatkan impotensi. Seseorang yang memiliki masalah ereksi dinilai bisa kehilangan gairah untuk berhubungan seks dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

Pada perempuan pun ditemukan tidak berbeda. Jenis penyumbatan darah yang sama mengarah ke klitoris dan itu menyebabkan penurunan hasrat seksual.

Lebih lanjut, kelebihan lemak tubuh akan meningkatkan bahan kimia alami yang disebut sex hormone-binding globulin (SHBG). Dilansir WebMD, makin banyak testosteron yang terikat pada SHBG, makin sedikit yang tersedia untuk merangsang gairah seksual. Singkatnya, itu bisa menghilangkan gairah seks.

Baca Juga: 5 Masalah Seks yang Banyak Dihadapi Pengantin Baru

3. Berat badan dan kondisi psikologis

Bagaimana Berat Badan Memengaruhi Performa Seks? ilustrasi perempuan (pexels.com/Jennifer Enujiugha)

Dampak yang lebih kuat daripada efek fisiologis dari berat badan adalah bagaimana perasaan seseorang terhadap tubuhnya sendiri. Menurut pandangan pakar psikofisiologi seksual Cindy Meston, orang yang merasa insecure dan fokus pada penampilan tubuh atau khawatir terhadap pemikiran pasangannya akan memiliki gairah bercinta yang rendah. 

Ia melakukan penelitian yang menunjukkan bahwa dorongan seks perempuan sangat terkait dengan kepercayaan diri, khususnya terkait persepsi perempuan tentang area tubuh yang dapat dilihat oleh orang lain, dibanding tingkat BMI-nya.

Mengutip Shape, sebuah eksperimen meminta perempuan untuk membandingkan enam bagian tubuh mereka dengan model dalam 20 foto yang berbeda. Kemudian, mereka menonton film erotis sambil terhubung ke monitor yang mengukur aliran darah ke vagina.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa perempuan merasa terangsang, tetapi secara fisik mereka mengalami penurunan signifikan dalam respons seksual terhadap film tersebut. Penulis utama studi, Yasisca Pujols, menyimpulkan bahwa membandingkan diri dengan standar ideal langsing dapat berdampak negatif pada respons seksual tanpa disadari.

Berkaitan dengan hal tersebut, Martin Bink menyampaikan kepada Healthy Place bahwa tidak diketahui apakah masalahnya terletak pada fisik atau psikologis. Klien perempuan Martin mengatakan bahwa menurunkan berat badan membuat perempuan merasa lebih percaya diri dan merasa lebih muda secara seksual.

Bagaimanapun, hasil studi di atas tidak berlaku untuk semua orang. Selama tidak mengganggu kesehatan, setiap orang harus merasa percaya diri dengan penampilannya sembari mencari pendekatan yang sehat untuk memiliki kehidupan seks yang memuaskan.

4. Haruskah menurunkan berat badan untuk seks yang lebih baik?

Bagaimana Berat Badan Memengaruhi Performa Seks? ilustrasi menurunkan berat badan (unsplash.com/Total Shape)

Terlepas dari seks, menurunkan berat badan berlebih memiliki manfaat untuk meningkatkan energi, mobilitas, kesehatan, hingga kepercayaan diri. Faktor-faktor tersebut dinilai memiliki dampak positif pada kehidupan seksual.

Lebih spesifiknya, dampak penurunan berat badan juga diyakini bisa meningkatkan harga diri dan membantu membuat citra tubuh positif pada diri sendiri. Akan tetapi, bukti antara seks dan obesitas masih belum konklusif, yaitu tidak benar-benar ada pembuktian bahwa menurunkan berat badan bisa mengubah kehidupan seks.

Kalau kamu memutuskan untuk menurunkan berat badan untuk seks yang lebih baik, lakukan dengan harapan yang realistis. Perubahan pola makan dengan gizi seimbang dapat membantu mengontrol gula darah dan kolesterol, yang mana itu dinilai membantu mengubah gairah seks bahkan jika tidak kehilangan bobot sekalipun. 

Berpartisipasi dalam gaya hidup sehat sangat menunjang kehidupan personal, bahkan jika tidak melakukannya untuk kehilangan berat badan atau untuk seks. Berat badan menjadi tidak begitu penting ketika seseorang merasa seksi dan percaya diri.

5. Cara meningkatkan libido tanpa mengubah berat badan

Bagaimana Berat Badan Memengaruhi Performa Seks? Ilustrasi olahraga untuk menghindari obesitas (Pexels.com/Julia Larson)

Tidak ada cara ajaib yang bisa mengembalikan pudarnya gairah seksual secara instan. Namun, ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan setiap hari untuk meningkatkan gairah seksual, terlepas dari upaya menurunkan berat badan.

  • Berolahraga: Olahraga terbaik adalah yang meningkatkan aliran darah ke paha, pantat, dan panggul seperti pada yoga, joging, bersepeda hingga lunge. Latihan kekuatan itu meningkatkan testoreron yang menambah libido secara langsung. Jadwalkan setidaknya 20 menit dalam beberapa kali seminggu untuk mendapatkan progres maksimal.
  • Mengonsumsi makanan afrosidiak: Tambahkan makanan yang kaya akan antioksidan, asam lemak, zink, dan asam amino asparagin untuk membantu meningkatan gairah seksual. Pilihan utamanya seperti asparagus, alpukat, bluberi, salmon, dan telur. 
  • Belajar menerima tubuh: Bagian dari pengelolaan masalah seksualitas adalah belajar untuk menerima tubuh, mengatasi rasa malu, dan memersepsikan diri dengan pemikiran yang positif. Terapi kognitif dengan seorang ahli juga bisa dicoba untuk memberi arahan.
  • Jadwalkan kegiatan intim: Alih-alih selalu spontan dalam melakukan hubungan intim, buatlah perencanaan kapan waktu terbaik untuk menghabiskan malam dengan pasangan. Jadwal bercinta bisa membuat pasangan bersemangat dan berusaha tampil maksimal karena memiliki cukup waktu untuk persiapan. 

Tidak dimungkiri bahwa berat badan memiliki hubungan dengan kehidupan seks, baik itu performa yang dipengaruhi oleh kondisi fisik maupun psikis. Namun, tidak ada yang bisa menghentikan dari dua orang yang saling bersenang-senang di kamar tidur, kecuali bila ada kekhawatiran berlebih dalam pikiran. Selama kesehatan tidak terganggu karena komplikasi kesehatan, cintailah tubuhmu sendiri dan kepuasan seks itu akan menghampiri. 

Penulis: Dian Rahma Fika Alnina

Baca Juga: Tips Seks untuk Orang dengan Nyeri Pinggang, Aman dan Nyaman!

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya