Kenapa Sekuel The Devil Wears Prada Baru Rilis setelah 20 Tahun?

- Para pemeran utama sempat menolak sekuel karena ingin cerita yang benar-benar baru, hingga akhirnya menerima setelah naskah dianggap menarik dan berbeda dari film pertama.
- Sekuel menunggu momen relevan dengan era digital, menggambarkan perjuangan Miranda Priestly menghadapi kemunduran majalah cetak di tengah peralihan media ke platform online.
- Nostalgia era 2000-an dan tren kebangkitan film klasik di Hollywood jadi momentum tepat bagi perilisan The Devil Wears Prada 2 yang dijadwalkan tayang global pada 1 Mei 2026.
Generasi 90-an pasti sudah gak asing lagi dengan sosok Miranda Priestly dalam film The Devil Wears Prada (2006). Karakter dingin tersebut dihidupkan dengan apik oleh Meryl Streep 20 tahun lalu. Ia pun jadi ikon yang dielu-elukan sampai sekarang.
Selang 20 tahun kemudian, tepatnya 2026, sekuel The Devil Wears Prada akan dirilis. Bertajuk The Devil Wears Prada 2, film ini kembali dibintangi Meryl Streep, Anne Hathaway, Emily Blunt, dan Stanley Tucci.
Penggemar film rilisan 20th Century Studios ini menyambut baik rilisnya The Devil Wears Prada 2, terlebih lagi semua aktornya kembali. Namun, kenapa sekuel The Devil Wears Prada baru dirilis setelah 20 tahun?
Table of Content
1. Cast utama awalnya gak tertarik join sekuel The Devil Wears Prada

Apalah arti sebuah sekuel jika pemain lamanya merasa tidak tertarik melanjutkan cerita. Hal tersebut menjadi alasan kenapa sekuel The Devil Wears Prada gak dibuat langsung setelah film pertamanya keluar 20 tahun lalu.
Pada 2013, Lauren Weisberger menulis dan menerbitkan Revenge Wears Prada: The Devil Returns, sekuel dari novel The Devil Wears Prada yang rilis 2003. Para pemeran utama dalam film, yakni Meryl Streep dan Anne Hathaway, dilaporkan gak tertarik, seperti dilansir Variety.
Hathaway meneruskan, ia mau kembali jika proyeknya terasa benar-benar berbeda, bukan sekadar mengulang formula lama. Baru belakangan, setelah ada naskah yang dianggap menarik, Hathaway menerimanya dengan tangan terbuka.
2. Sekuel ini menunggu cerita yang relevan dengan zaman sekarang

Kreativitas dalam cerita juga jadi alasan kenapa sekuel The Devil Wears Prada baru dirilis 20 tahun kemudian. Sineas di balik film itu menunggu momen di mana cerita sekuelnya terasa relevan dengan masa sekarang.
Dilansir Guardian, alur cerita The Devil Wears Prada 2 mengikuti Miranda Priestly, pimpinan majalah Runaway yang sedang mengalami kemunduran. Majalah modenya tengah menghadapi penurunan publikasi cetak karena tren menuju ruang digital.
Plot tersebut terasa relevan di masa sekarang, bukan? Film pertama dibuat di era ketika majalah mode masih punya kekuatan besar dengan produksi cetak yang masif. Kini, semua beralih menjadi digital. Sekuel ini terasa punya urgensi mengingat dunia media benar-benar berubah.
3. Belakangan, nostalgia era 2000-an lagi naik daun

Selain faktor internal, ada juga dorongan dari tren industri film. Beberapa tahun terakhir, kalau kamu perhatikan, Hollywood tengah gemar menghidupkan kembali film-film lama lewat spin off atau sekuel.
Reboot Harry Potter yang akan rilis sebagai serial di HBO Max menjadi salah satu contohnya. Meski sudah selesai di awal 2010-an, film tersebut masih lekat dan punya fans yang besar. Kemudian, ada juga sekuel Top Gun (1986) yang baru dirilis 36 tahun kemudian, yakni Top Gun: Maverick (2022).
Bisa dibilang, sekuel The Devil Wears Prada muncul di waktu yang tepat, ketika tren ini sedang kuat-kuatnya. Ditambah, film pertamanya memang sangat ikonik. Kombinasi antara penonton 90-an dan tren industri membuat The Devil Wears Prada 2 begitu dinantikan.
The Devil Wears Prada 2 dijadwalkan tayang tayang pada 1 Mei 2026 secara global. Kita nantikan bagaimana perjuangan Miranda dan Andy dalam mempertahankan eksistensi majalah Runaway dalam The Devil Wears Prada 2, ya!



















