Paramount-Warner Bros. Bakal Rilis 30 Film Setahun, 1 per 2 Minggu?

- David Ellison mengumumkan rencana ambisius merilis 30 film bioskop per tahun dari gabungan Paramount Pictures dan Warner Bros., dengan pembagian seimbang masing-masing 15 film.
- Kesuksesan Top Gun: Maverick dijadikan bukti bahwa pengalaman menonton di bioskop masih kuat, sementara Warner Bros. mencatat pendapatan box office sekitar 4 miliar dolar AS pada 2025.
- Setiap film akan tayang eksklusif minimal 45 hari di bioskop sebelum masuk digital, disertai efisiensi biaya hingga 6 miliar dolar AS yang memicu kekhawatiran potensi PHK besar-besaran.
Industri perfilman global sedang berada di persimpangan bersejarah. David Ellison, pendiri Skydance Media, memaparkan rencana ambisiusnya setelah perusahaan gabungan antara Paramount Pictures dan Warner Bros. Discovery (WBD) resmi terbentuk.
Di saat banyak studio mulai mengurangi rilis bioskop demi fokus pada platform streaming, Ellison justru mengambil arah sebaliknya. Ia berjanji akan merilis setidaknya 30 film layar lebar setiap tahun, sebuah strategi yang langsung menarik perhatian industri sekaligus memberi harapan baru bagi jaringan bioskop yang sempat terpukul setelah pandemik.
1. David Ellison menegaskan janjinya untuk merilis 15 film Warner Bros. setiap tahun

Dalam konferensi telepon dengan para analis pada Senin (2/3/2026), David Ellison kembali menegaskan komitmennya terhadap rilis film bioskop dalam jumlah besar.
"Seperti yang selalu kami katakan, kami berkomitmen untuk menghadirkan rangkaian cerita berkualitas tinggi yang luas, termasuk 15 film bioskop per tahun per studio, dengan total setidaknya 30 film setiap tahunnya," ujarnya dilansir Variety.
Ellison merencanakan pembagian yang seimbang: 15 film dari label Paramount Pictures dan 15 film dari Warner Bros. Pictures setiap tahun.
Angka ini tergolong sangat agresif. Dalam beberapa tahun terakhir, studio besar biasanya hanya merilis sekitar 10 hingga 12 film per tahun. Dengan target 30 film, penonton bisa melihat hampir satu film baru dari studio gabungan ini setiap dua minggu sekali.
2. Ambil contoh kesuksesan Top Gun: Maverick di bioskop

Ellison tidak hanya berbicara soal rencana besar tanpa contoh nyata. Ia menyinggung kesuksesan film blockbuster Top Gun: Maverick (2022) yang ia produseri bersama Tom Cruise.
Menurutnya, keberhasilan film tersebut membuktikan bahwa pengalaman menonton di bioskop masih memiliki daya tarik luar biasa. "Kami sangat percaya bahwa film sebaiknya ditonton di bioskop," katanya.
Ellison juga memuji performa Warner Bros. Pictures pada 2025 yang disebutnya sebagai tahun luar biasa dengan sejumlah film hit seperti Superman dan A Minecraft Movie. Kedua film tersebut membantu mendorong pendapatan box office Warner Bros. hingga mencapai sekitar 4 miliar dolar AS. Anehnya, ia tidak menyebut Sinners dan One Battle After Another yang mendominasi musim penghargaan.
3. Setiap film akan mendapatkan waktu tayang minimal 45 hari di bioskop

Ellison juga menegaskan bahwa setiap film akan memiliki jendela tayang eksklusif di bioskop minimal 45 hari sebelum masuk ke platform digital. Menurutnya, periode ini penting agar film memiliki kesempatan membangun momentum di layar lebar.
"Sebuah film kehilangan nilai magisnya jika langsung dibuang ke platform streaming tanpa narasi kesuksesan di bioskop," ujarnya.
Meski begitu, ranah digital tetap menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Salah satu langkah besar berikutnya adalah rencana penggabungan layanan streaming Paramount+ dan Max menjadi satu platform terpadu.
Namun di balik optimisme tersebut, ada pula kekhawatiran besar. Ellison menargetkan efisiensi biaya operasional hingga 6 miliar dolar AS melalui sinergi perusahaan. Banyak analis memprediksi langkah ini bisa memicu gelombang PHK besar-besaran akibat tumpang tindih departemen antara kedua studio.
Selain itu, merger dua raksasa Hollywood ini juga memunculkan kekhawatiran soal dominasi pasar yang berpotensi mempersempit ruang bagi sineas independen.


















