Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Houseplant Fatigue, Ketika Koleksi Tanaman Mulai Terasa Merepotkan
ilustrasi perempuan memegang tanaman (pexels.com/ROCKETMANN TEAM)
  • Houseplant fatigue atau plant burnout terjadi ketika hobi merawat tanaman berubah menjadi beban, memicu kewalahan, kecewa, stres, hingga enggan berkebun.
  • Perfeksionisme, perbandingan dengan tampilan taman di media sosial, serta koleksi tanaman berlebihan dapat menguras waktu, tenaga, pikiran, dan memicu kelelahan emosional.
  • Cara mengatasinya meliputi mengurangi koleksi, memprioritaskan tanaman mudah dirawat, mencicil perawatan 10–15 menit setiap hari, serta beristirahat tanpa rasa bersalah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tren mengoleksi tanaman hias sempat menjadi hobi yang digemari banyak orang. Namun seiring bertambahnya jumlah koleksi, gak sedikit pencinta tanaman yang mulai merasa kewalahan karena harus meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian ekstra untuk merawatnya.

Alih-alih melepaskan stres, kondisi tersebut malah membuat pemilik tanaman merasa stres dan kelelahan. Fenomena ini dikenal juga dengan sebutan housplant fatigue. Ingin tahu lebih jauh mengenai kondisi ini? Yuk, simak di bawah!

1. Apa itu houseplant fatigue?

ilustrasi memegang vas (pexels.com/Sasha Kim)

Secara sederhana, houseplant fatigue atau plant burnout merupakan kondisi ketika hobi merawat tanaman yang awalnya menyenangkan justru berubah menjadi beban. Dilansir The South West London Gardener, Matthew Morris, penulis topik berkebun dan desain tanaman, menjelaskan, kondisi ini kerap membuat seseorang merasa kewalahan dan kecewa bahkan bisa sampai membuatnya enggan pergi ke kebun, karena itu membuatnya mengingat tentang hal-hal yang belum diselesaikan.

Plant burnout bisa terjadi pada siapa saja, pemula atau seseorang yang sudah berpengalaman. Kondisi ini bisa terjadi karena seseorang merasa kecewa dengan hasil kebun yang gak sesuai harapan.

2. Penyebab houseplant fatigue

ilustrasi tanaman rusak (pexels.com/cottonbro studio)

Morris menyebut, penyebab utama dari houseplant fatigue adalah sikap perfeksionis yang memicu kelelahan berlebih. Banyak orang tanpa sadar membandingkan koleksi tanamannya dengan taman yang terlihat rapi di televisi atau media sosial, padahal tampilan tersebut sering kali sudah ditata atau diedit secara profesional.

Padahal, taman di rumah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari yang wajar jika gak selalu terlihat sempurna. Tanaman bisa tumbuh gak beraturan atau sesekali layu, dan itu bukan berarti kamu gagal merawatnya.

Faktor lainnya adalah memiliki terlalu banyak tanaman yang menyita waktu dan pikiran. Akibatnya, kamu terlalu fokus merawat tanaman hingga lupa istirahat, sehingga memicu kelelahan fisik sekaligus emosional. Itulah kenapa, hobi berkebun terasa gak lagi menyenangkan.

3. Cara mengatasi houseplant fatigue

ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/Greta Hoffman)

Untuk mengatasi kondisi ini, pertama kamu mungkin perlu mengurangi jumlah koleksi tanaman jika dirasa sudah terlalu banyak. Prioritaskan tanaman yang benar-benar kamu sukai dan mudah dirawat agar aktivitas berkebun terasa lebih ringan.

Selanjutnya, Morris juga menyarankan untuk meluangkan waktu 10–15 menit untuk menyiram, membersihkan daun, atau memangkas satu atau dua tanaman setiap hari. Ini penting dilakukan agar pekerjaan berkebun gak terasa menumpuk.

Terakhir, beri dirimu waktu untuk beristirahat tanpa rasa bersalah. Saat kembali, luangkan waktu menikmati suasana hijau di sekitar tanaman tanpa memikirkan pekerjaan perawatan. Dengan begitu, hobi berkebun bisa kembali terasa menyenangkan.

Houseplant fatigue adalah hal yang wajar dialami, terutama ketika jumlah tanaman sudah melebihi waktu dan energi yang dimiliki. Dengan mengurangi beban perawatan, menikmati proses, dan gak memaksakan kesempurnaan, hobi berkebun bisa kembali menjadi aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article