Media sosial membuat informasi menyebar dengan sangat cepat. Ketika terjadi perundungan, ujaran kebencian, atau seseorang meminta bantuan secara daring, ribuan hingga jutaan orang bisa melihat unggahan tersebut hanya dalam hitungan jam. Sekilas, kondisi ini tampak menguntungkan karena semakin banyak orang yang mengetahui suatu masalah.
Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Besarnya jangkauan media sosial justru dapat memperkuat bystander effect, yaitu kecenderungan seseorang untuk tidak bertindak karena mengira orang lain akan melakukannya. Lantas, bagaimana algoritma media sosial dapat memperkuat fenomena ini? Berikut penjelasannya.
