Gym seharusnya menjadi tempat untuk menjaga kesehatan, meningkatkan kebugaran, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih baik. Banyak orang datang dengan tujuan yang berbeda-beda, mulai dari menurunkan berat badan, membentuk otot, meningkatkan stamina, hingga sekadar melepas penat setelah bekerja. Idealnya, lingkungan gym menjadi ruang yang suportif, di mana setiap orang bisa berkembang sesuai kemampuan dan targetnya masing-masing.
Sayangnya, tidak semua pengalaman di gym berjalan sesuai harapan. Di beberapa komunitas atau lingkungan tertentu, muncul budaya yang terlalu kompetitif hingga berubah menjadi ajang adu gengsi. Perlu dipahami bahwa kondisi ini tidak terjadi di semua tempat gym maupun komunitas olahraga. Namun, jika dibiarkan, budaya tersebut dapat membuat anggota baru merasa minder, kehilangan motivasi, bahkan enggan berolahraga lagi. Berikut lima sisi toksik yang perlu dikenali agar kamu tetap bisa menikmati manfaat olahraga tanpa terbebani tekanan sosial.
