Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kita Suka Goyang-goyang Kaki saat Duduk? Ini Alasannya

3 min read
Kenapa Kita Suka Goyang-goyang Kaki saat Duduk? Ini Alasannya
ilustrasi kaki (unsplash.com/Lucrezia Carnelos)
  • Menggoyangkan kaki saat duduk merupakan fidgeting umum yang dapat muncul ketika tubuh terlalu lama diam dan membutuhkan gerakan kecil untuk mengurangi rasa kaku.
  • Gerakan berulang seperti mengayunkan kaki dapat membantu sebagian orang mempertahankan fokus, terutama saat aktivitas terasa monoton, membosankan, atau kurang memberikan stimulasi.
  • Fidgeting juga dapat menjadi cara tubuh mengatur kenyamanan dan energi; selama tidak mengganggu orang lain atau menimbulkan sakit, kebiasaan ini tidak selalu buruk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu menyadari kalau kaki suka tiba-tiba ikut bergerak saat sedang duduk? Gerakannya bisa berupa mengayun kaki naik turun atau sekadar mengetuk lantai. Biasanya kebiasaan ini muncul saat sedang bekerja, belajar, menonton, atau menunggu sesuatu. Kadang, kita bahkan baru sadar setelah orang di sebelah menegur karena kursinya ikut bergetar.

Ternyata, kebiasaan ini termasuk fidgeting yang cukup umum dilakukan banyak orang. Gerakan kecil tersebut bisa berkaitan dengan kebutuhan tubuh untuk bergerak setelah terlalu lama berada dalam satu posisi. Dalam situasi tertentu, fidgeting juga dapat membantu seseorang tetap terlibat dan memperhatikan aktivitas yang sedang dilakukan.

Jadi, bukan berarti setiap orang yang menggoyang kaki sedang gugup atau tidak bisa diam. Ada beberapa alasan yang membuat kebiasaan sederhana ini muncul tanpa kita sadari.

  1. 1. Tubuh sedang butuh bergerak

    ilustrasi kaki
    ilustrasi kaki (pexels.com/cottonbro studio)

    Duduk dalam posisi yang sama terlalu lama bisa membuat tubuh terasa kaku dan tidak nyaman. Tubuh kemudian mencari cara untuk mengubah posisi atau memberi sedikit gerakan pada otot. Goyang-goyang kaki bisa menjadi salah satu cara paling mudah karena bisa dilakukan tanpa harus berdiri dari kursi. 

    Katy Bowman, biomekanis dan penulis Rethink Your Position, dalam KASU.org menjelaskan bahwa fidgeting bisa menjadi sinyal tubuh yang membutuhkan gerakan. Jangan melawan keinginan untuk terus bergerak. Sebab, bisa jadi itu cara tubuh memberitahu bahwa kamu sedang membutuhkan gerakan saat ini. 

    Kebiasaan ini tidak selalu harus dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu atau harus segera dihentikan. Gerakan tersebut bisa menjadi pengingat bahwa tubuh sudah terlalu lama berada dalam posisi yang statis. Sesekali berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan bisa membantu kebutuhan tubuh agar tetap dinamis.

  2. 2. Bisa membantu kita tetap fokus

    ilustrasi duduk dan berpikir
    ilustrasi duduk dan berpikir (pexels.com/Karolina Grabowska)

    Pernah merasa lebih gampang berkonsentrasi ketika sambil menggoyangkan kaki? Ada kemungkinan gerakan kecil itu membantu otak tetap mendapatkan stimulasi ketika aktivitas yang dilakukan terasa monoton. Fidgeting sendiri dapat muncul ketika seseorang merasa bosan, kurang terstimulasi, atau sulit mempertahankan perhatian. 

    Dalam artikel Psychology Today, Kristin Wilcox, Ph.D., Penulis buku pemenang penghargaan Andrew’s Awesome Adventures with His ADHD Brain juga menjelaskan bahwa fidgeting atau gerakan kecil yang dilakukan berulang dapat membantu mempertahankan perhatian. Jadi, jangan heran kalau kaki bergerak ketika sedang membaca, mendengarkan presentasi, atau mengerjakan sesuatu yang butuh konsentrasi. Bagi sebagian orang, sedikit gerakan bisa membuat tubuh lebih siap untuk tetap mengikuti aktivitas.

  3. 3. Tubuh sedang melakukan regulasi diri

    ilustrasi kaki
    ilustrasi kaki (unsplash.com/Goh Rhy Yan)

    Selain kebutuhan bergerak dan fokus, fidgeting juga dapat berkaitan dengan cara seseorang mengatur kondisi tubuh dan perasaannya. Gerakan berulang yang sederhana bisa memberikan sensasi tertentu sehingga tubuh terasa lebih nyaman ketika sedang menghadapi situasi yang membosankan, menegangkan, atau terlalu lama diam. 

    Dalam laman KASU.org, fidgeting meningkatkan aliran darah ke anggota tubuh, membantu mengatur kadar gula darah, dan mengurangi risiko kematian akibat terlalu lama duduk. Gerakan kecil seperti menggoyangkan kaki kemudian bisa terasa seperti “jalan keluar” bagi energi yang tidak tersalurkan saat tubuh harus tetap duduk. 

    Kebiasaan ini bisa muncul tanpa kita sadari, bahkan ketika sedang melakukan hal yang sebenarnya kita sukai. Selama tidak mengganggu orang lain atau membuat tubuh terasa sakit, menggoyangkan kaki sesekali bukan sesuatu yang perlu langsung dicap sebagai kebiasaan buruk.

    Kalau kaki sering bergerak saat duduk, ternyata alasannya bukan hanya karena sedang gugup atau tidak bisa diam. Bisa jadi tubuh sedang mencari gerakan, menjaga fokus, atau sekadar membantu diri agar tetap nyaman. Jadi kalau kaki sudah mulai goyang-goyang sendiri, mungkin itu pertanda dari tubuh agar tidak terlalu lama berdiam diri.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More