Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Alasan Solo Date Tidak Harus Selalu Berujung Self Care, Mengapa?
ilustrasi solo date (pexels.com/cottonbro studio)
  • Solo date tidak selalu bertujuan untuk self care; seseorang bisa pergi sendiri karena teman tidak tersedia atau jadwal mereka tidak cocok.
  • Sejumlah aktivitas lebih leluasa dinikmati sendiri, termasuk berburu buku, mengunjungi pameran, atau mencoba minat yang tidak diminati orang sekitar.
  • Waktu sendiri boleh dipakai untuk hiburan tanpa tuntutan produktif; bersenang-senang dan self care dapat beririsan, tetapi bukan hal yang sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Solo date belakangan sering dikaitkan dengan kegiatan untuk menikmati waktu sendiri, menenangkan pikiran, atau memberi perhatian lebih kepada diri sendiri. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi pergi sendirian sebenarnya tidak selalu memiliki tujuan sedalam itu.

Ada kalanya seseorang memilih melakukan solo date hanya karena ingin menonton film tertentu, mencoba tempat baru, atau menghadiri acara yang tidak diminati orang terdekatnya. Karena itu, pengalaman pergi sendiri tidak harus selalu berakhir dengan kesimpulan bahwa kamu sedang melakukan self care.

1. Pergi sendiri karena tidak ada teman yang bisa ikut

ilustrasi solo date (pexels.com/Riccardo)

Keinginan melakukan sesuatu tidak selalu bertepatan dengan waktu luang orang lain. Kamu mungkin sudah lama ingin mencoba restoran baru, tetapi teman-teman sedang sibuk, tidak tertarik dengan menunya, atau belum menemukan jadwal yang cocok. Daripada terus menunggu sampai semua orang bisa, kamu akhirnya memutuskan datang sendiri. Awalnya, makan sendirian mungkin terasa sedikit canggung, terutama ketika sebagian besar meja diisi oleh pasangan atau sekelompok orang.

Namun, perasaan tersebut biasanya mulai berkurang setelah makanan datang dan perhatian beralih pada hidangan yang sejak awal ingin dicoba. Kamu bisa menikmati makanan sesuai selera, menentukan sendiri kapan ingin selesai, lalu pulang tanpa perlu menyesuaikan rencana dengan siapa pun. Pengalaman seperti ini tidak harus dianggap sebagai bentuk self care. Tidak ada tujuan untuk menenangkan pikiran atau melakukan refleksi tertentu karena alasan awalnya memang sederhana, yaitu ingin mencoba restoran tersebut. Solo date juga dapat terjadi karena ada sesuatu yang ingin dilakukan, tetapi tidak ada orang yang bisa diajak pada waktu yang sama.

2. Ada kegiatan yang memang lebih menyenangkan kalau dilakukan sendiri

ilustrasi galeri (pexels.com/Riccardo)

Tidak semua aktivitas membutuhkan teman untuk membuatnya menyenangkan. Beberapa kegiatan justru memberi keleluasaan lebih ketika dilakukan seorang diri karena kamu tidak perlu mengikuti pilihan orang lain. Misalnya, kamu ingin menghabiskan waktu berjam-jam di toko buku, melihat pameran sampai selesai, atau berkeliling pasar loak untuk mencari barang tertentu. Misal saja kamu sedang mencari buku dengan topik yang cukup spesifik. Ketika datang bersama teman, mungkin kamu akan merasa tidak enak karena membuat mereka menunggu sementara kamu masih ingin melihat rak berikutnya.

Saat datang sendiri, kamu bebas membaca sinopsis, membuka beberapa halaman, membandingkan harga, lalu berpindah tempat tanpa memikirkan apakah orang lain sudah bosan. Kebebasan seperti ini tidak selalu berkaitan dengan kebutuhan untuk merawat diri. Kamu hanya mendapatkan keleluasaan untuk mengatur kegiatan sesuai keinginan sendiri. Bahkan jika setelahnya merasa lelah karena terlalu lama berjalan, pengalaman tersebut tetap bisa menjadi solo date yang menyenangkan.

3. Kamu sedang ingin mencoba sesuatu yang tidak diminati orang sekitar

ilustrasi membuat keramik (pexels.com/Anastasia Lashkevich)

Selera setiap orang tidak selalu sama, termasuk dalam memilih hiburan atau kegiatan akhir pekan. Kamu mungkin tertarik datang ke pameran fotografi, menonton film dokumenter, mengikuti kelas membuat keramik, atau melihat pertunjukan musik dari musisi yang belum terlalu dikenal. Ketika tidak ada teman yang memiliki ketertarikan serupa, pergi sendiri menjadi pilihan yang lebih masuk akal daripada membatalkan rencana. Contohnya, ada pameran yang hanya berlangsung selama beberapa hari dan kebetulan berada tidak jauh dari tempat tinggalmu.

Tidak ada teman yang bisa menemani karena sebagian besar tidak tertarik dengan temanya. Kamu akhirnya membeli tiket sendiri, datang sesuai jadwal, lalu menghabiskan waktu melihat karya yang memang sejak awal ingin kamu lihat. Kegiatan tersebut tidak harus memberikan ketenangan atau membuatmu merasa lebih dekat dengan diri sendiri. Kamu bisa saja pulang dengan membawa suvenir, beberapa foto, dan cerita tentang karya yang paling menarik perhatian. Pengalaman itu sudah cukup karena sejak awal tujuanmu memang ingin melihat pameran tersebut, bukan mencari kegiatan untuk memperbaiki suasana hati.

4. Tidak semua waktu sendiri harus diisi dengan kegiatan yang bermanfaat

ilustrasi arcade (pexels.com/AXP Photography)

Ada anggapan bahwa ketika sedang sendirian, waktu tersebut sebaiknya digunakan untuk membaca, berolahraga, membuat jurnal, atau melakukan kegiatan lain yang dianggap produktif. Padahal, solo date juga boleh diisi dengan aktivitas yang tujuannya memang untuk bersenang-senang. Menonton film komedi, bermain gim di arena permainan, berbelanja, atau mencoba makanan baru tidak menjadi kurang bermakna hanya karena tidak menghasilkan sesuatu.

Misalnya, kamu datang ke pusat perbelanjaan hanya karena ingin bermain di arena arcade. Kamu memasukkan sejumlah uang ke mesin permainan, mencoba beberapa permainan yang menarik, lalu membeli minuman sebelum pulang. Tidak ada target untuk belajar sesuatu atau mendapatkan inspirasi baru dari kegiatan tersebut. Justru pengalaman sederhana seperti itu menunjukkan bahwa waktu sendiri tidak selalu harus dipakai secara serius. Ada hari ketika seseorang memang ingin melakukan kegiatan yang menyenangkan tanpa memikirkan apakah aktivitas tersebut memiliki manfaat jangka panjang. Solo date tetap bisa menjadi pengalaman yang berkesan meskipun setelahnya kamu hanya pulang dengan perasaan senang.

5. Self care dan bersenang-senang bukan hal yang sama

ilustrasi stadion (unsplash.com/Waldemar)

Self care sering digunakan untuk menggambarkan berbagai kegiatan yang dilakukan seseorang demi menjaga kondisi fisik maupun mentalnya. Sementara itu, bersenang-senang memiliki tujuan yang jauh lebih sederhana karena seseorang melakukannya untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Keduanya memang bisa bertemu dalam satu kegiatan, tetapi tidak berarti setiap solo date otomatis menjadi self care.

Misalnya, kamu membeli tiket pertandingan olahraga dan datang sendiri karena ingin melihat tim favorit bermain secara langsung. Selama pertandingan, kamu ikut bersorak, membeli makanan di sekitar stadion, lalu pulang dalam keadaan lelah setelah berdiri dan berjalan cukup lama. Tidak ada bagian dari pengalaman tersebut yang harus dibuat tenang atau menenangkan karena memang bukan itu tujuanmu datang.

Hal yang sama berlaku ketika kamu pergi sendiri ke konser, festival makanan, pasar malam, atau tempat wisata yang sudah lama ingin dikunjungi. Kegiatan tersebut mungkin membuatmu senang, tetapi tidak perlu dipaksa menjadi pengalaman yang punya makna tertentu. Kadang-kadang, pergi sendiri memang hanya cara paling mudah untuk melakukan sesuatu yang ingin kamu lakukan.

Solo date tidak memiliki aturan bahwa setiap kegiatan harus membuatmu lebih tenang, lebih mengenal diri sendiri, atau merasa lebih baik setelahnya. Pergi sendiri bisa menjadi bentuk self care, tetapi bisa pula sekadar cara untuk kegiatan yang memang ingin kamu datangi. Jadi, kalau suatu saat kamu memilih pergi sendiri hanya karena ingin bersenang-senang, tidak ada alasan untuk mencari makna yang lebih dalam dari pengalaman tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article