ilustrasi stadion (unsplash.com/Waldemar)
Self care sering digunakan untuk menggambarkan berbagai kegiatan yang dilakukan seseorang demi menjaga kondisi fisik maupun mentalnya. Sementara itu, bersenang-senang memiliki tujuan yang jauh lebih sederhana karena seseorang melakukannya untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan. Keduanya memang bisa bertemu dalam satu kegiatan, tetapi tidak berarti setiap solo date otomatis menjadi self care.
Misalnya, kamu membeli tiket pertandingan olahraga dan datang sendiri karena ingin melihat tim favorit bermain secara langsung. Selama pertandingan, kamu ikut bersorak, membeli makanan di sekitar stadion, lalu pulang dalam keadaan lelah setelah berdiri dan berjalan cukup lama. Tidak ada bagian dari pengalaman tersebut yang harus dibuat tenang atau menenangkan karena memang bukan itu tujuanmu datang.
Hal yang sama berlaku ketika kamu pergi sendiri ke konser, festival makanan, pasar malam, atau tempat wisata yang sudah lama ingin dikunjungi. Kegiatan tersebut mungkin membuatmu senang, tetapi tidak perlu dipaksa menjadi pengalaman yang punya makna tertentu. Kadang-kadang, pergi sendiri memang hanya cara paling mudah untuk melakukan sesuatu yang ingin kamu lakukan.
Solo date tidak memiliki aturan bahwa setiap kegiatan harus membuatmu lebih tenang, lebih mengenal diri sendiri, atau merasa lebih baik setelahnya. Pergi sendiri bisa menjadi bentuk self care, tetapi bisa pula sekadar cara untuk kegiatan yang memang ingin kamu datangi. Jadi, kalau suatu saat kamu memilih pergi sendiri hanya karena ingin bersenang-senang, tidak ada alasan untuk mencari makna yang lebih dalam dari pengalaman tersebut.