Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
1,9 Juta Lulusan SMA Tak Kuliah, Kemendikdasmen Ajak Kolaborasi
Malam puncak BISA Graduation/ dok Bisa
  • Kemendikdasmen menyoroti sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah belum melanjutkan ke perguruan tinggi tiap tahun, sehingga kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk memperluas akses.
  • Melalui BISA Project sejak 2024, 540 dari 623 pelajar di 26 provinsi melanjutkan kuliah; 84 persen diterima di PTN.
  • Bantuan biaya pendidikan dinilai perlu disertai bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, dan pembelajaran digital untuk meningkatkan kesiapan pelajar prasejahtera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

BISA Project diluncurkan oleh Salam Setara bersama Kitabisa untuk mendampingi pelajar dari keluarga prasejahtera.

2026

Pada pelaksanaan batch 3, 401 dari 495 peserta diterima di berbagai perguruan tinggi.

3 Agustus 2026

Kemendikdasmen menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pendidikan tinggi dalam rangkaian BISA Graduation 2026 di Jakarta.

kini

BISA Project telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi, dengan 540 peserta melanjutkan ke perguruan tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kemendikdasmen mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperluas akses pendidikan tinggi, menyusul sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan kuliah setiap tahun.
  • Who?
    Kemendikdasmen, Kemenko PMK, Salam Setara, Kitabisa, serta peserta BISA Project terlibat dalam upaya pendampingan dan perluasan akses pendidikan tinggi.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta dalam rangkaian BISA Graduation 2026. BISA Project telah mendampingi pelajar dari 26 provinsi di Indonesia.
  • When?
    Arif Jamali Muis menyampaikan ajakan kolaborasi pada Senin, 3 Agustus 2026. BISA Project diluncurkan sejak 2024, sementara batch 3 berlangsung pada 2026.
  • Why?
    Kolaborasi diperlukan karena banyak lulusan sekolah menengah belum dapat mengakses perguruan tinggi, sementara pendidikan dinyatakan sebagai hak setiap warga negara.
  • How?
    BISA Project memberi bantuan pendidikan, bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, dan pembelajaran digital. Pada batch 3 2026, 401 dari 495 peserta diterima di berbagai perguruan tinggi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setiap tahun, ada 1,9 juta anak yang lulus SMA tapi belum kuliah. Pak Arif dari Kemendikdasmen bilang semua orang berhak belajar. Salam Setara dan Kitabisa membantu anak-anak dengan bimbingan dan teman pendamping. Sekarang, 401 dari 495 peserta tahun 2026 sudah diterima kuliah. Banyak pihak diajak membantu lagi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tantangan akses pendidikan tinggi, kolaborasi pemerintah dan organisasi sosial telah menunjukkan ruang kemajuan yang nyata. BISA Project memadukan bantuan pendidikan dengan bimbingan, mentoring, pengembangan karakter, dan pembelajaran digital, sehingga ratusan pelajar prasejahtera dari berbagai provinsi memperoleh kesiapan sekaligus kesempatan masuk perguruan tinggi, termasuk melalui penerimaan yang kuat di PTN.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia.

Upaya tersebut dinilai penting mengingat berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) masih ada sekitar 1,9 juta lulusan sekolah menengah di Indonesia belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi setiap tahunnya.

1. Pendidikan adalah hak setiap warga negara

Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Sarasehan Pendidikan di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7/2026). (Dok. Humas Kemendikdasmen)

Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali Muis, mengatakan, pendidikan merupakan hak setiap warga negara. Menurut dia, diperlukan kerja sama berbagai pihak agar semakin banyak anak muda memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Pendidikan adalah hak setiap warga negara, dan untuk mewujudkannya mutlak diperlukan kolaborasi dari banyak pihak," ujar Arif dalam rangkaian BISA Graduation 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).

2. Sebanyak 401 peserta kini bisa melanjutkan ke perguruan tinggi

Wisuda Periode IV Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Jogja Expo Center, Sabtu (1/8/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Salah satu bentuk kolaborasi tersebut dilakukan melalui BISA Project yang diinisiasi Salam Setara bersama Kitabisa. Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga pendampingan berupa bimbingan belajar, mentoring, pengembangan karakter, hingga pembelajaran digital bagi pelajar dari keluarga prasejahtera.

Sejak diluncurkan pada 2024, BISA Project telah mendampingi 623 pelajar dari 26 provinsi. Sebanyak 540 peserta berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dengan 84 persen diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Pada pelaksanaan batch 3 tahun 2026, sebanyak 401 dari 495 peserta juga telah diterima di berbagai perguruan tinggi melalui beragam jalur seleksi.

3. Akses ke perguruan tinggi diiringi pendampingan berkelanjutan

Lulusan Program Doktor Teknik Kimia Undip, Dani Puji Utomo mengikuti Wisuda ke-183 Undip, Senin (27/7/2026). (dok. Undip)

Direktur Eksekutif Salam Setara, Ahmad Mujahid, mengatakan, akses terhadap pendidikan tinggi tidak cukup hanya melalui bantuan biaya, tetapi juga perlu diiringi pendampingan yang berkelanjutan.

"Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika masih ada anak muda yang gagal melanjutkan pendidikan karena keterbatasan akses, maka itu menjadi panggilan bagi kita semua untuk menghadirkan solusi," kata Ahmad.

Masih tingginya jumlah lulusan sekolah menengah yang belum melanjutkan pendidikan tinggi setiap tahun menjadi tantangan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, filantropi, hingga sektor swasta dinilai dapat membantu memperluas akses sekaligus meningkatkan kesiapan generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article