Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Melihat Lebih Dekat Museum Marsinah yang Diresmikan Prabowo

Melihat Lebih Dekat Museum Marsinah yang Diresmikan Prabowo
Museum Ibu Marsinah (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, sebagai ruang mengenang perjuangan buruh perempuan legendaris Indonesia.
  • Museum menampilkan koleksi pribadi Marsinah seperti baju, ijazah, sepeda ontel, serta medali pahlawan nasional yang diberikan pada November 2025.
  • Pembangunan museum hasil iuran buruh ini menjadi simbol keberanian dan semangat perjuangan Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Suasana mendadak ramai di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto. Di sudut desa itu berdiri sebuah bangunan bercat putih dengan halaman tertata rapi. Bangunan tersebut bernama Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah, tempat menyimpan jejak hidup sekaligus perjuangan buruh perempuan yang namanya melekat dalam sejarah pergerakan pekerja di Indonesia.

Museum itu diresmikan Presiden Prabowo sebagai ruang mengenang keberanian Marsinah dalam memperjuangkan hak-hak buruh. Tampilan bangunan sederhana, didominasi warna putih dengan nuansa teduh khas pedesaan. Sejumlah pengunjung tampak berjalan perlahan memasuki ruangan museum sambil memperhatikan setiap koleksi yang dipajang.

Di bagian dalam museum, berbagai barang peninggalan Marsinah tersimpan rapi di lemari kaca. Ada baju milik Marsinah, dompet lama, hingga sepeda ontel yang dahulu digunakan untuk beraktivitas sehari-hari. Sejumlah pengunjung berhenti cukup lama di depan sepeda ontel tersebut, sambil membaca keterangan sejarah yang terpasang di sampingnya.

1. Ijazah Marsinah ikut dipajang

Melihat Lebih Dekat Museum Marsinah yang Diresmikan Prabowo
Ijazah Marsinah di Museum Ibu Marsinah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Tidak jauh dari koleksi itu, terpajang pula ijazah Marsinah yang menjadi salah satu benda paling menarik perhatian. Dokumen tersebut disimpan dalam bingkai kaca bersama sejumlah arsip dan foto perjalanan hidupnya.

Dinding museum dipenuhi tulisan mengenai perjuangan buruh dalam memperjuangkan hak-haknya. Kalimat-kalimat tersebut menggambarkan perjalanan panjang kaum pekerja menghadapi tekanan dan ketidakadilan. Tulisan itu menjadi pengingat semangat perlawanan yang selama ini identik dengan sosok Marsinah.

Di salah satu sudut ruangan, pengunjung juga dapat melihat medali serta sertifikat penetapan Marsinah sebagai pahlawan nasional pada November 2025. Koleksi itu ditempatkan dalam etalase khusus dengan pencahayaan terang, sehingga mudah terlihat oleh pengunjung.

Keberadaan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah bukan sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum tersebut juga menjadi ruang refleksi atas perjuangan buruh, terutama kaum perempuan, dalam menuntut kehidupan kerja yang lebih adil dan manusiawi.

Selain itu, di seberang jalan utama sebelum masuk ke gang lokasi museum, ada juga patung Marsinah.

"Pembangunan museum ini tanpa APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), ini dari iuran buruh," ujar Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang turut menghadiri acara.

2. Prabowo sebut Museum Ibu Marsinah jadi simbol perjuangan

Melihat Lebih Dekat Museum Marsinah yang Diresmikan Prabowo
Sepeda ontel di Museum Ibu Marsinah (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Prabowo mengatakan, Museum Ibu Marsinah merupakan simbol dan perjuangan keberanian seorang perempuan yang memperjuangkan hak-hak buruh.

"Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda, seseorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh," kata Presiden.

Di akhir pidatonya, Prabowo kemudian meresmikan secara verbal Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah.

"Saya, Presiden Prabowo Subianto, meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah," ucap dia.

3. Marsinah lahir pada 10 April 1969

Melihat Lebih Dekat Museum Marsinah yang Diresmikan Prabowo
Prabowo di acara peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (IDN Times/M Ilman Nafi'an)

Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang lahir di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, lahir pada 10 April 1969. Ia berasal dari keluarga petani sederhana, sebelum bekerja sebagai buruh pabrik di Porong, Sidoarjo.

Namanya mencuat pada Mei 1993, saat menuntut kenaikan upah buruh di PT Catur Putra Surya (CPS). Namun, pada 5 Mei 1993, ia dilaporkan diculik dan tiga hari kemudian ditemukan meninggal dunia dengan tanda-tanda penyiksaan.

Pada 10 November 2025, pemerintah secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah. Rencana pembangunan Museum Marsinah di kampung halamannya menjadi bagian dari upaya mengenang dan menghormati perjuangannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Related Articles

See More