Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mendikdasmen: Sistem dan Budaya di Sekolah Harus Lebih Humanis

Mendikdasmen: Sistem dan Budaya di Sekolah Harus Lebih Humanis
Mendikdasmen Abdul Muti Kerja Sosialisasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman/ (IDN Times Dini Suciatiningrum)
Intinya Sih
  • Pemerintah melalui Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan komitmen menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan humanis bagi peserta didik di berbagai provinsi hingga tahun 2026.
  • Konsep sekolah humanis menekankan nilai kemanusiaan, inklusivitas, serta pembelajaran mindful dan joyful agar setiap siswa diterima apa adanya dan belajar dalam suasana penuh kebahagiaan.
  • Perubahan budaya sekolah ditekankan bukan hanya pada aturan, tetapi juga interaksi ramah antarwarga sekolah dengan dukungan kolaborasi Australia untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

Hal itu disampaikan dalam acara sosialisasi pembentukan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dengan pemerintah Australia di sekolah Mitra Inovasi yang berada di lima provinsi dan 20 kota di Tahun 2026.

Menurut Mu'ti, pendekatan sekolah aman dan nyaman yang kini dikembangkan pemerintah menitikberatkan pada nilai-nilai kemanusiaan, partisipatif, dan inklusif. Ketiga aspek tersebut menjadi dasar perubahan regulasi yang dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terhadap aturan sebelumnya.

"Kami ingin menegaskan bahwa sistem dan budaya sekolah harus lebih humanis, lebih manusiawi, serta menerima murid apa adanya dalam berbagai kondisi. Ini sejalan dengan nilai dasar pembelajaran mendalam atau deep learning yang memuliakan murid, guru, dan ilmu," kata Mu'ti.

1. Kesadaran menerima tiap siswa tanpa lihat latar belakang

IMG-20260603-WA0004.jpg
Mendikdasmen Abdul Muti / (IDN Times Dini Suciatiningrum)

Ia menjelaskan, prinsip inklusivitas dalam konsep deep learning tercermin melalui pendekatan mindful, yakni kesadaran penuh untuk menerima setiap siswa tanpa memandang latar belakang, kondisi fisik, maupun capaian akademiknya. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kemampuan yang harus dihargai dan dikembangkan.

Selain itu, Kemendikdasmen juga memperkenalkan konsep pembelajaran joyful atau pembelajaran yang menggembirakan. Mu'ti mengatakan pihaknya sengaja menggunakan istilah "menggembirakan" dibanding "menyenangkan" untuk menekankan bahwa suasana belajar harus menghadirkan kebahagiaan tanpa mengorbankan rasa hormat kepada sesama.

"Kami ingin sekolah menjadi tempat semua orang merayakan kebersamaan. Lingkungan sekolah harus menghadirkan suasana yang humanis, inklusif, dan partisipatif," ujarnya.

2. Bukan sekedar pergantian aturan

IMG-20250718-WA0020.jpg
Kepsek SDN Tugurejo 02 Semarang Nur Rokhmat memberikan sambutan saat pelaksanaan hari terakhir MPLS. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Mu'ti juga menyoroti pentingnya perubahan budaya sekolah, bukan sekadar pergantian aturan. Menurut dia, perubahan harus mulai dirasakan siswa sejak memasuki gerbang sekolah melalui interaksi yang ramah antara guru, siswa, maupun seluruh warga sekolah.

"Kami ingin suasana sekolah yang humanis itu sudah dirasakan murid ketika mereka masuk pintu gerbang sekolah, bagaimana guru menyapa murid, bagaimana sesama murid saling menyapa, berinteraksi. Itu adalah situasi sosial yang seharusnya terbangun dalam lingkungan sekolah," katanya.

3. Peningkatan kemampuan siswa dari lingkungan yang nyaman

WhatsApp Image 2025-07-15 at 10.15.30.jpeg
Wagub Rano Karno cek MPLS di SMA 6 Jakarta, Selasa (15/7/2025) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Wakil Dubes Australia Gita Kamath menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dengan Kemendikdasmen terkait program ini.

’’Kami percaya bahwa peningkatan kemampuan belajar siswa juga dihasilkan dari lingkungan yang aman dan nyaman,’’ ucapnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More