6 Influencer hingga Aktor Diteror karena Kritisi soal Bencana Sumatra

- Sejumlah aktivis, influencer, hingga guru besar mengalami teror baru-baru ini
- Mereka umumnya mengalami teror usai mengkritisi terkait bencana Sumatra
- Teror berupa bom molotov, bangkai ayam, aksi vandalism, COD fiktif, hingga surat
Jakarta, IDN Times - Sejumlah aktivis, guru besar, seniman, influncer, hingga aktor mengalami teror, lantaran menyuarakan pendapat mereka atau mengritisi terkait bencana Sumatra. Mereka mengalamai berbagai teror, mulai telepon misterius, vandalisme, bom molotov, paket bangkai ayam, hingga Cash on Delivery (COD) atau bayar di tempat misterius.
Mereka yang mengalami teror di antaranya sejumlah influncer Ramond Donny Adam alias DJ Donny, Sherly Annavita, dan Virdian Aurellio. Kemudian aktivis lingkungan Greenpiece Iqbal Damanik dan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin Mochtar alias Uceng.
Mereka umumnya mengalami teror karena berkaitan dengan unggahan mereka di media sosialnya yang mengkritisi tentang bencana di Sumatra. Mereka juga mengalami teror hampir berurutan.
Berikut deretan nama-nama yang mengalami teror dan bentuk teror yang menimpa mereka baru-baru ini, hingga diunggah di media sosial mereka.
1. Aktivis Greenpeace dikirimi bangkai ayam

Rumah Manajer Kampanye Iklim dan Energi, Iqbal Damanik mendapat teror berupa kiriman bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025) pagi. Bangkai itu ditemukan di teras rumah tanpa pembungkus apapun. Di kaki ayam itu terikat plastik berisi kertas yang bertuliskan pesan 'jagalah ucapanmu apabila Anda ingin menjaga keluargamu, mulutmu harimaumu.'
Iqbal mengaku memang sempat mendengar suara seperti benda jatuh di teras rumahnya. Namun, bangkai ayam itu ditemukan oleh anggota keluarga Iqbal pukul 05.30 WIB.
Temuan bangkai ayam dan pesan teror itu dibenarkan oleh Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak. Ia menduga teror yang dialamatkan kepada Iqbal terkait kerja-kerjanya sebagai salah satu pengkampanye Greenpeace Indonesia. Salah satu isu yang lantang disuarakan Iqbal mengenai buruknya penanganan banjir di Sumatra.
"Apalagi ada pola teror serupa yang diterima oleh masyarakat sipil, jurnalis dan pegiat media sosial dalam beberapa waktu belakangan. Teror bangkai ayam juga diterima oleh disjoki asal Aceh, DJ Donny," ujar Leonard di dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu (31/12/2025).
2. DJ Donny dikirimi bangkai ayam dan bom molotov

Selebgram Ramond Dony Adam atau DJ Donny membuat laporan polisi ke Polda Metro Jaya. Hal iyu dilakukan usai diteror kiriman bangkai ayam dan bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK) ke rumahnya di kawasan Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Laporan DJ Donny teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 31 Desember 2025. Mantan calon legislatif (caleg) dari PDIP ini melaporkan pelanggaran UU Darurat dan/atau Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.
DJ Donny menjelaskan, dirinya menerima paket berisi bangkai ayam pada Senin, 29 Desember 2025 malam. Dia mengaku tak mempermasalahkan hal itu.
Namun pada dini hari tadi, selebgram ini mengaku menerima teror molotov. Merasa keluarganya terancam, Ia pun melaporkan peristiwa itu ke Polda Metro Jaya.
"Semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya. Untung aja Allah masih baik sama saya. Apinya mati duluan," kata pria asal Aceh itu di Polda Metro Jaya.

3. Sherly Annavita mendapat kiriman telur busuk dan aksi vandalism

Influencer asal Aceh, Sherly Annavita, juga baru-baru ini mengalami teror berupa lemparan telur busuk di rumahnya dan aksi vandalism mobilnya pada 30 Desember 2025. Peristiwa itu diunggah melalui akun media sosialnya, Instagaram @sherlyannavita.
"Ini CCTV terornya. Dari mana ya beliau bisa punya KTP keluarga Sherly?" tulis Sherly di judul unggah satu hari yang lalu.
Dalam unggahan tersebut, Sherly juga menyampaikan delapan poin. Di antanya dia menjelaskan rumah tersebut bukan miliknya. Dari CCTV terlihat, pelaku ada dua orang menggunakan sepeda motor. Dia juga menyebut ancaman tersebut juga ditujukan pada keluarganya.
"Kenapa memilih untuk memposting terror ini di media sosial? Karena ancamannya sudah melibatkan keluarga (mengirimkan identitas Adik). Setelah sebelumnya banyak sekali dm dan wa terror yang punya tingkat kemiripan. Jadi kalau ada hal-hal aneh terjadi setelah ini, teman-teman juga setidaknya sudah tahu urutan peristiwanya," tulis dia.
Sherly menyebut peristiwa teror yang hampir sama pernah ia alami pada 2019, setelah ikut hadir memberikan pendapat terkait Pemindahan Ibu Kota di ILC TVOne.
"Sherly tidak spesifik menyalahkan pihak tertentu atas peristiwa teror-teror seperti ini. Karena sangat mungkin pelakunya adalah pihak yang ingin mengadu domba dan mencari untung," ujar dia.
Namun, kata dia, tidak bisa dipungkiri juga, ungkapan dari para petinggi, dari mulai Presiden, Seskab dan lain-lain yang tanpa disadari terkesan sering mengeluarkan ungkapan yang memojokan influencer atau relawan memungkinkan beberapa pihak, baik dari dalam atau pun dari luar pemerintahan memanfaatkannya untuk tujuan mereka masing-masing.
"Termasuk di antaranya influencer 'pro' pemerintah dan akun-akun anonim yang seringkali malah menyerang balik para korban teror tadi," ujar dia.
Dia menyebut teror seperti ini rutin dialami siapapun yang dianggap bertentangan dengan kebijakan pemerintah, bahkan ada yang sampai kehilangan nyawa. Baik itu pada kasus UU Ciptakerja, revisi UU KPK, UU TNI Polri dan seterusnya.
"Jadi adalah hal yang wajar apabila ada anggapan pelakunya berasal dari institusi atau pihak yang akan diuntungkan dari diamnya korban. Semoga tidak ada lagi peristiwa serupa kedepannya. Aamiin," kata dia.
4. Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar juga mengalami teror melalui telepon

Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar alias Uceng juga mengalami teror serupa. Beberapa hari lalu dia mendapat ancaman melalui telepon yang mengaku dari pihak kepolisian di Yogyakarta. Dalam unggahan di akun Instagramnya, dia mencantumkan capture nomor telepon pihak yang meneror: +62 838 17941429.
"Baru aja masuk telepon ini. Ngaku dari Polresta Jogjakarta, meminta segera menghadap dan membawa ktp, jika tidak akan segera melakukan penangkapan. Suaranya diberat-beratkan supaya kelihatan punya otoritas. Dalam beberapa hari ini sy dah dihubungi tindakan sejenis dah dua kali. Saya hanya ketawa dan matiin hape lalu lanjut ngetik," tulis Uceng di unggahannya.
Uceng mengaku heran teror atau penipuan seperti ini seperti punya ruang di Tanah Air, yang kerap terjadi dan dialami siapa saja. Yang paling heran, kata dia, data pribadi kerap bocor sehingga dengan mudah orang bisa melakukan penipuan atau teror seperti yang dia alami.
"Well, siapapun tau yg kayak beginian adalah penipuan dan gak jelas. Tololnya dia bisa menelpon berkali2. Tapi bagaimana pun di negeri ini penipu macam begini terlalu diberi ruang bebas. Nyaris nda pernah ada yg dikejar dengan serius. Data kita diperjual belikan dan berbagai tindakan scam lainnya," tulis dia.
"Yang kedua, kepada para penipu, jangan jualan polisi untuk ngancam dan nakutin orang2 tertentu. Gak akan ngefek😂😂😂," imbuh Pakar Hukum Tata Negara itu.
5. Influencer Virdian Aurellio mengalami ancaman berupa perusakan kendaraan

Influencer yang juga aktivis Virdian Aurellio juga mengalami teror beruapa perusakan kendaraan. Kejadian itu dialaminya pada Senin, 22 Desember 2025 dini hari di Jakarta Barat. Dia mengklarifikasi kejadian itu melalui unggahan di akun Instagramnya @Virdian_Aurellio.
"Mobil gw kacanya dipecahkan oleh sekelompok orang tidak dikenal. Tiga motor, satu mobil. Bahkan kediaman gw di Jakarta didatangi oleh dua orang tidak dikenal bertanya kepada Satpan, 'adakah keberadaan Virdian?' ujar aktivis yang kerap mengunggah video aksi sosial di lokasi bencana Sumatra melalui video.
Dalam sebuah unggahan di video, Virdian pernah mengkritisi banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra, yang menurutnya bukan akibat bencana alam, tapi akibat ulah tangan manusia, termasuk elite kekuasaan yang berkonflik kepentingan.
"Gue bersolidaritas bersama warga sipil yang bersuara bahkan menerima teror. Teror ini pengecut. Karena pemerintah, swasta, LSM, relawan, dan masyarakat sedang kompak untuk pemulihan di Aceh dan Sumatera. Negara harus hadir memberikan perlindungan hukum dan rasa aman bagi warga negara, sehingga kita semakin fokus, kompak dan sevisi untuk pemulihan bencana ekologis ini. Stay safe semuanya! Jaga gotong royong kita! Untuk aceh lekas pulih dan Indonesia lekas bangkit!" tulis Virdian di caption unggahan video klarifikasi teror tersebut.
6. Aktor Yama Carlos mengalami teror COD misterius

Tak hanya kalangan aktivis dan influencer, aktor Yama Carlos juga mengalami teror serupa baru-baru ini, usai mengunggah video sindiran terkait penanganan bencana di Sumatra. Dia mengaku sebagai seorang seniman hanya bisa berekspresi melalui seni pertunjukan, tapi kenapa harus dibungkam?
Teror yang dia alami berupa pembayaran di tempat di kediamannya dengan akun fiktif yang mengatasnamakan istrinya hingga berkali-kali. Bahkan, dalam video yang diunggah melalui akun Instagramnya, dia menunjukkan sejumlah paket dan diminta membayar dengan nilai jutaan rupiah.
"Sampai detik ini, video ini dibuat, saya masih mendapat kiriman COD yang nilainnya cukup besar," ujar Yama Carlos melalui unggahan video.
Tak hanya Yama Carlos, teman dia beserta keluarganya juga mengalami teror yang serupa. Telepon diretas dan diminta menghapus unggahan video, jika nomor telepon ingin pulih seperti semula.
















