Ada Virus Corona, Menkominfo Minta Setop Hoaks agar Publik Tidak Panik

Jakarta, IDN Times - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate meminta agar masyarakat termasuk media massa untuk menjaga privasi atau kerahasiaan pasien yang terkena virus corona atau COVID-19. Mmasyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarluaskan hoaks terkait virus corona. Apalagi karena akan menambah kepanikan.
"Contoh yang paling baik ini kita harus jaga betul etika komunikasi," katanya saat ditemui usai acara bersama forum pemimpin redaksi media di Jakarta, Selasa malam (3/3).
1. Terdapat 677 URL yang telah menyebarkan informasi yang tidak benar

Dia pun menjelaskan semenjak Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengumumkan ada dua orang WNI yang positif virus corona, jumlah hoaks di media sosial semakin meningkat. Berdasarkan data terakhir Kemenkominfo, terdapat 677 URL yang menyebarkan hoaks. Di antaranya berasal dari web, WhatsApp Group yang termonitor, dan Facebook.
"Yang kami harapkan, jangan sampai media-media ikut terlibat meneruskan berita yang belum terkonfirmasi pada penurusan disinformasi," ujarnya.
2. Kemenkominfo akan take down semua berita yang dikategorikan hoaks

Tak main-main, kata Johnny, pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa media sosial dan melakukan take down terhadap semua berita yang dikategorikan hoaks. Pihaknya juga akan menindak tegas oknum yang menyebarluaskan berita atau informasi yang menyesatkan masyarakat.
"Di saat yang sama kami juga berkomunikasi dengan Polri untuk mengambil langkah-langkah dan tindakan sesuai amanat undang-undang yang agar kita bersama-sama sukses dalam mengawal dan menjaga serta menjadi perisai bangsa dan negara kita," ujarnya.
3. Masyarakat diimbau untuk tidak panik

Selanjutnya, dia meminta masyarakat agar tidak panik menghadapi penyebaran virus corona, seperti apa yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.
"Pesan Bapak Presiden cukup jelas, agar masyarakat waspada tapi tidak panik, jangan menyebabkan ketakutan. Maka saya sampaikan kita bersama-sama jangan berbuat atau mengakibatkan masyarakat panik walaupun kita tetap harus waspada terkait dengan masalah kesehatannya," ujarnya.
Baca artikel menarik lainnya di IDN App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb



















