Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ada Virus Superflu, Menkes: Tak Mematikan Seperti COVID-19 Tapi Hati-hati

Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers penanganan pascabencana di Sumatra, Rabu (7/1/2025)/ YouTube BNPB
Intinya sih...
  • Virus Superflu adalah Influenza tipe A
  • Tingkat kematian akibat Superflu rendah
  • Kasus Superflu masih puluhan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Superflu bukanlah virus mematikan seperti COVID-19, melainkan varian dari flu influenza yang sudah lama dikenal.

“Ini sama seperti flu biasa, bukan seperti Covid yang dulu-dulu yang varian Delta mematikan,” ujar Budi dalam konferensi pers penanganan pascabencana Sumatra di Gedung BNPB, Rabu (7/1/2025).

1. Virus Superflu adalah Influenza tipe A

virus superflu merebak
virus superflu yang dinilai lebih kuat dari covid-19

Budi menjelaskan, Superflu secara ilmiah merupakan influenza tipe A, tepatnya virus H3N2 yang telah ada selama puluhan tahun. Menurutnya, istilah Superflu merujuk pada varian atau subclade baru dari virus tersebut, bukan virus baru seperti COVID-19.

“Bahasa saintifiknya influenza tipe A. Tapi varian A. Jadi bukan satu virus baru seperti Covid,” katanya.

2. Tingkat kematian akibat Superflu rendah

Seorang pekerja pembangunan kontruksi IKN saat disuntik vaksin COVID-19 (IDN Times/Ervan)
Seorang pekerja pembangunan kontruksi IKN saat disuntik vaksin COVID-19 (IDN Times/Ervan)

Ia membandingkan dengan COVID-19 yang memiliki banyak varian seperti Delta, Omicron, Alpha, dan Beta. Sementara Superflu, kata Budi, hanya mengalami perubahan subclade sehingga penularannya memang cepat, namun tingkat kematiannya sangat rendah.

“Penularannya cepat, tetapi kematiannya sangat rendah. Dan ini selalu terjadi biasanya di musim-musim dingin di negara-negara maju,” jelasnya.

3. Kasus Superflu masih puluhan

Penyebaran Superflu
Superflu

Di Indonesia, Budi menyebut, kasus Superflu yang teridentifikasi jumlahnya masih terbatas. Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, kasus yang terdata masih dalam jumlah puluhan dan tidak menunjukkan tingkat keparahan yang tinggi.

“Di Indonesia sendiri kita juga sudah identifikasi, yang saya lihat laporan terakhir masih puluhan. Dan enggak parah sih, artinya bisa dengan pengobatan biasa tetap sembuhnya,” ucapnya.

4. Tetap waspada dan jangan panik

Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin, dalam acara pembukaan International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) ke-2 diselenggarakan pada 22-24 Oktober 2025 di Jakarta. Foto: Dokumen IMEDIC

Budi pun mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Ia menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh sebagai langkah utama pencegahan.

“Pesan saya ke masyarakat, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi enggak usah panik,” katanya.

Ia menambahkan, menjaga imunitas dengan pola hidup sehat seperti makan cukup, tidur cukup, dan olahraga menjadi kunci utama menghadapi superflu. Selain itu, penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan tetap dianjurkan sebagai langkah pencegahan.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More

Sempat Berikan Ancaman, Trump Undang Presiden Kolombia ke Gedung Putih

08 Jan 2026, 22:35 WIBNews