Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemenhut Resmi Mulai Reforestasi Tesso Nilo, Target 66 Ribu Hektare

Kemenhut Resmi Mulai Reforestasi Tesso Nilo, Target 66 Ribu Hektare
Kementerian Kehutanan resmi memulai reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo yang ditargetkan secara total memulihkan lahan seluas 66.704 hektare. (Dok. Kemenhut)
Intinya Sih
  • Kementerian Kehutanan resmi memulai reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo dengan target pemulihan lahan seluas 66.704 hektare sebagai langkah besar pemulihan ekosistem nasional.
  • Menhut Raja Juli Antoni menegaskan persoalan Tesso Nilo sudah berlangsung lama dan kini mulai diurai di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto melalui kolaborasi lintas pihak.
  • Pemerintah telah merelokasi warga dan memusnahkan sawit ilegal, serta menanam ribuan bibit pohon di area bekas kebun sawit sebagai tahap awal reforestasi hingga 2028.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan resmi memulai reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo yang ditargetkan secara total memulihkan lahan seluas 66.704 hektare (ha). Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut, hal ini sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang telah lama menghadapi berbagai persoalan.

Alhamdulillah hari ini kita memulai melakukan reforestasi, menghijaukan kembali, menghutankan kembali Taman Nasional Tesso Nilo. Ini adalah rangkaian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk memulihkan kembali ekosistem Taman Nasional Tesso Nilo,” ujar Menhut Raja Antoni di Taman Nasional Tesso Nilo, Selasa (3/3/2026).

1. Persoalan Tesso Nilo bukanlah masalah baru

Kemenhut Resmi Mulai Reforestasi Tesso Nilo, Target 66 Ribu Hektare
Kementerian Kehutanan resmi memulai reforestasi di Taman Nasional Tesso Nilo yang ditargetkan secara total memulihkan lahan seluas 66.704 hektare. (Dok. Kemenhut)

Menhut mengatakan, persoalan Tesso Nilo bukanlah masalah baru, melainkan persoalan yang sudah berlangsung lama dan bersifat kompleks. Raja Antoni menyebut kini, di bawah kepemimpinan Penerintahan Prabowo Subianto persoalan Tesso Nilo dapat terurai,

“Persoalan Tesso Nilo ini adalah persoalan yang sudah menahun, bukan persoalan yang terjadi kemarin sore. Persoalan yang sudah melapuk, karena memang sudah akut. Namun alhamdulillah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto persoalan ini mulai dapat kita urai,” kata Raja Antoni.

2. Pemerintah telah memusnahkan sawit di wilayah Tesso Nilo

Kemenhut Resmi Mulai Reforestasi Tesso Nilo, Target 66 Ribu Hektare
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni (Dok. Kemenhut)

Ia menjelaskan, beberapa bulan lalu pemerintah telah melakukan relokasi lahan bagi masyarakat yang sebelumnya berkebun di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari solusi jangka panjang. Selain itu, pemerintah juga telah melakukan pemusnahan sawit di wilayah Taman Nasional Tesso Nilo.

“Teman-teman yang berkebun di Tesso Nilo mendapat lahan pengganti sebagai bagian dari upaya kita mencari titik temu, bukan titik tengkar. Mengurai persoalan, bukan menambah kusut benang yang memang sudah kusut,” ujarnya.

3. Target 69 ribu hektare pada 2028

Kemenhut Resmi Mulai Reforestasi Tesso Nilo, Target 66 Ribu Hektare
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengunjungi Pusat Latihan Gajah (PLG) Bentang Seblat, Bengkulu pada Jumat (11/12/2025). (Dok. Kemenhut)

Pada tahap awal 2026, pemulihan difokuskan pada areal seluas 2.574 ha. Sementara itu, hingga 2028, total target pemulihan mencapai 66.704 ha. Pada lokasi peluncuran, penanaman perdana dilakukan di areal bekas sawit seluas sekitar 400 ha dengan 2.000 bibit tanaman hutan.

Kegiatan launching reforestasi dan penanaman ini turut dihadiri Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Plt Gubernur Riau SF Haryanto, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriono.

Insyaallah dengan dukungan semua pihak, terutama Pak Gubernur, Pak Pangdam, Pak Kajati, Pak Kapolda, Pak Bupati, seluruh stakeholder yang ada, Taman Nasional Tesso Nilo yang sangat kaya dan terkenal di dunia ini akan dapat kita pulihkan. Insyaallah anak cucu kita bisa mendapat anugerah dari apa yang kita kerjakan hari ini,” ujar Raja Juli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More