Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Aktivis Buruh Ditemukan Tewas di Bekasi, Kerap Terima Ancaman

Aktivis Buruh Ditemukan Tewas di Bekasi, Kerap Terima Ancaman
TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)
Intinya Sih
  • Seorang lansia bernama Ermanto Usman ditemukan tewas di rumahnya di Bekasi, sementara istrinya kritis dan kini dirawat intensif di rumah sakit.
  • Ermanto dikenal sebagai aktivis buruh dan pegiat antikorupsi yang telah berjuang lebih dari dua dekade serta kerap menerima ancaman terkait aktivitasnya.
  • Kepolisian masih menyelidiki kasus ini setelah anak korban menemukan kamar orang tuanya terkunci dan mendengar suara rintihan sebelum meminta bantuan warga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bekasi, IDN Times - Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tewasnya lansia bernama Ermanto Usman (65) di rumahnya, Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi pada Senin (2/3/2026) dini hari.

Selain Ermanto, kasus tersebut juga mengakibatkan istri korban berinisial P (60) alami kritis dan harus menjalani operasi di rumah sakit Primaya Bekasi.

Kakak Ermanto, Dalsaf Usman mengungkapkan, adiknya merupakan aktivis buruh di lingkungan PT Jakarta Internasional Container Terminal (JICT), Jakarta Utara.

"Karena sebagaimana diketahui, ini korban merupakan almarhum adalah pegiat anti korupsi," katanya kepada jurnalis, Selasa (3/3/2026).

1. Korban sering mendapatkan ancaman

TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)
TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)

Dalsaf menceritakan, korban menjadi aktivis di sekitar pelabuhan sudah lebih dari 25 tahun. Korban juga sempat bercerita kepada Dalsaf sering mendapatkan ancaman saat menangani suatu kasus.

"Dia sudah 25 tahun jadi aktivis, ya berbicara ini, dia mendapat intimidasi itu ya bukan hal yang aneh, itu sudah biasa gitu ya," katanya.

Meski begitu, lanjut Dalsaf, korban belum pernah lagi bercerita terkait pekerjaannya dalam beberapa bulan terakhir.

"Nah, (baru-baru ini) dia gak komunikasi dengan saya, tetapi di dalam kegiatannya itu dia pernah bicara (mendapatkan pengancaman)," jelas dia.

2. Korban sempat dipecat dua kali

TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)
TKP dugaan perampokan di Bekasi yang tewaskan seorang lansia. (IDN Times/Imam Faishal)

Dia juga menyampaikan, sebelum pensiun korban menjabat sebagai Manager HRD di JICT. Di perusahaan tersebut, korban juga menjabat sebagai ketua serikat pekerja.

Saat menjadi ketua serikat, korban sempat dipecat dua kali lantaran mengkritik kebijakan perusahaan JICT. "Kemudian juga dia idealis termasuk masalah kepentingan bangsa. Luar biasa, dua kali dipecat di Pelindo. Nah pada saat dipecat itu akhirnya dibatalkan (pemecatannya) lagi oleh Menteri Perhubungan," jelas dia.

Meski begitu, dirinya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku pembunuhan adiknya dan motifnya.

3. Kronologi penemuan korban

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal. (IDN Times/Imam Faishal)
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal. (IDN Times/Imam Faishal)

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Kompol Andi Muhammad Iqbal menjelaskan, peristiwa itu berawal saat anak korban yang berada di lantai atas curiga, lantaran ibunya tidak membangunkan dia saat sahur. Anaknya itu terbangun setelah bunyi alarm sekitar pukul 04.15 WIB.

"Tapi karena jam 3 belum ada yang membangunkan, akhirnya alarm korban bunyi tuh, sekitar jam 04.15 WIB. Ketika korban terbangun, korban kaget, 'kok saya belum dibangunkan ini udah mau imsak'," kata Andi, Senin (2/3/2026).

Setelah itu, anak korban langsung mencoba menghampiri ke kamar orang tuanya yang terkunci. Namun, ia mendengar suara merintih dari dalam kamar.

"Korban panik kemudian meminta tolong keluar (ke) warga, tapi gak ada siapa-siapa di sini. Sehingga korban menghubungi keluarganya. Kemudian keluarga korban datang dan dilakukan kaca (kamar) dibuka paksa," jelas Andi.

Share
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Latest in News

See More