Sudah Tembus Laut Arab, Kapal Induk Garibaldi Tiba di RI 17 September

- Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi, hibah dari Italia, telah berada di Laut Arab dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 17 September 2026 setelah berlayar sejak 24 Agustus.
- Setibanya di Indonesia, Garibaldi akan dikerahkan membantu penanganan karhutla di Kalimantan sebagai pangkalan helikopter dan drone, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto.
- Kapal akan berganti bendera menjadi Merah Putih dan nama KRI Gadjah Mada; pengukuhan dijadwalkan 25 September 2026 dengan rencana dihadiri Presiden Prabowo.
Jakarta, IDN Times - Kapal Induk ITS Giuseppe Garibaldi sudah berlayar semakin mendekat dan segera tiba di Indonesia. Berdasarkan informasi dari TNI Angkatan Laut (AL), kapal tersebut sudah melintasi perairan Laut Arab pada Selasa, 8 September 2026.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Tunggul, membenarkan posisi kapal tersebut. Hingga saat ini, kata dia, pelayaran menuju Indonesia berjalan lancar. Kapal hibah dari Italia itu diperkirakan tiba di Tanah Air pada 17 September 2026.
"Saat ini posisi Garibaldi sudah berada di Laut Arab. Rencananya apabila tidak ada kendala akan tiba di Tanah Air pada 17 September 2026," ungkap Tunggul ketika dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Kapal dengan bobot 13.850 ton itu berlayar meninggalkan Italia sejak 24 Agustus 2026. Kapal tersebut melewati jalur pelayaran internasional Terusan Suez, Laut Merah, perairan Arab Suadi, dan terakhir mampir di Kolombo, Sri Lanka. Tunggul mengatakan selama pelayaran dari Italia hingga Indonesia, kapal induk itu dikawal dua kapal tempur berukuran sedang.
1. Kapal Garibaldi langsung dikerahkan untuk membantu penanganan karhutla

Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times/Rangga Efrizal) Tunggul menjelaskan begitu tiba di Tanah Air, kapal induk Garibaldi bakal dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan. Pengerahan Garibaldi itu merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Kapal buatan Italia itu bakal difungsikan sebagai pangkalan operasi helikopter dan drone, untuk mendukung penanggulangan karhutla.
"Garibaldi direncanakan akan menjadi kapal induk untuk helikopter dan drone yang bisa menampung helikopter kelas menengah, yang bisa mengangkut 4 hingga 5 ton air. Jadi, harapannya bisa segera merapat ke titik api dan membantu penanganan karhutla," ungkap Tunggul.
Ketika ditanya detail persiapan kru dan peralatan yang akan dibawa, Tunggul belum bisa menjelaskan secara detail. Ia hanya memastikan pengerahan kapal akan dilakukan usai Garibaldi tiba di Tanah Air.
2. Prabowo minta lebih banyak helikopter diterjunkan untuk atasi karhutla

Presiden Prabowo Subianto ketika menyampaikan pidato kunci di Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok pada 2026. (Dok. Biro Pers Istana) Ketika memimpin rapat terbatas, Prabowo menyebut, kapal induk Garibaldi bakal diubah untuk menjadi kapal induk helikopter dan drone. Kapal tersebut nantinya mampu menampung hingga 10 helikopter sedang. Helikopter yang dioperasikan dari kapal itu disebut memiliki kemampuan seperti Black Hawk dan Mi-17, yang rata-rata dapat membawa sekitar 4-5 ton air.
Dengan kapasitas tersebut, Prabowo menilai, kapal dan helikopter itu dapat memperkuat respons pemerintah, khususnya ketika karhutla terjadi di banyak titik secara bersamaan.
"Jadi, kalau kita punya 10 helikopter bisa segera merapat ke titik api yang terbanyak. Ini juga akan sangat membantu respons kita," ujar Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, rencana pengerahan kapal induk tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Ia mengatakan berbagai sarana penanganan bencana perlu dipersiapkan sebelum keadaan darurat terjadi agar pemerintah dapat merespons secara cepat.
3. Kapal Garibaldi akan diresmikan Prabowo 25 September

Ilustrasi kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan dihibahkan ke Indonesia. (Wikipedia) Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Muhammad Ali, mengatakan kapal induk dari Italia, Garibaldi, akan berganti nama, usai resmi menjadi milik Indonesia. Begitu tiba di Indonesia, namanya akan berganti menjadi KRI Gadjah Mada.
"Namanya masih ITS Garibaldi, masih berbendera Italia. Tapi sesampainya di Indonesia akan berganti bendera Merah Putih dan menjadi KRI Gajah Mada. Mohon doanya, semoga selamat dalam perjalanan, sukses," ujar Ali di Jakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurut rencana, pengukuhan dan pergantian bendera itu akan dilaksanakan pada 25 September 2026, dan dihadiri Presiden Prabowo.
"Tanggal 25 (September) bisa pengukuhan atau pergantian bendera menjadi Bendera Indonesia dan penggantian nama dari Garibaldi menjadi (KRI) Gadjah Mada. Rencananya Bapak Presiden akan ikut meresmikan. Hadir di on-board di kapal induk Gajah Mada," tutur dia.



















