Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Anggota DPR Desak Pemerintah Laporkan Penyiksaan WNI oleh Israel ke ICC

Anggota DPR Desak Pemerintah Laporkan Penyiksaan WNI oleh Israel ke ICC
9 WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ketika tiba di Istanbul. (www.instagram.com/@menluri)
Intinya Sih
  • Anggota DPR Syamsu Rizal mendesak pemerintah melaporkan penyiksaan sembilan WNI oleh otoritas Israel ke ICC dan mendorong dukungan internasional agar tindakan itu diusut sebagai kejahatan perang.
  • Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla mengaku mengalami kekerasan fisik seperti pemukulan dan setrum saat ditahan Israel, namun kini telah dibebaskan dan berada di Istanbul sebelum dipulangkan.
  • Para WNI tersebut sebelumnya dicegat militer Israel di perairan internasional saat menuju Gaza membawa bantuan kemanusiaan, lalu ditangkap dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod sebelum akhirnya dilepaskan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal mendesak pemerintah untuk melaporkan ke International Criminal Court (ICC) soal tindak penganiayaan yang diterima oleh WNI ketika ditahan oleh otoritas Israel. Berdasarkan pengakuan WNI yang sempat ditahan, mereka mengalami berbagai tindak kekerasan mulai dari pemukulan, ditendang, hingga disetrum. Sembilan WNI yang itu ditahan oleh otoritas Israel karena mencoba masuk ke Gaza untuk membawa bantuan kemanusiaan.

"Pemerintah perlu menggalang kesepakatan untuk membawa masalah ini ke ICC sambil mendorong Palestina membawa ke ICJ (International Court of Justice)," ujar Syamsu di dalam keterangan yang dikutip pada Sabtu (23/5/2026).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai juga perlu menggalang dukungan antar negara untuk mengutuk tindakan Israel tersebut. Ia berharap, hasil dari upaya itu bisa menghukum tentara Israel yang melakukan penyiksaan. Bahkan, bila perlu dapat dinyatakan sebagai kejahatan perang kemanusiaan.

"Kami berharap ada penyelidikan terbuka. Tidak hanya terhadap pemimpin Israel tetapi juga personal tentaranya," tutur dia.

Ia menambahkan, upaya serupa juga bisa didorong di Tanah Air dengan membawa ke Pengadilan Ad Hoc HAM. Hasil dari pengadilan itu, kata Syamsu, bisa menjadi masukan bagi ICC.

1. WNI yang ditahan Israel sempat dipukul hingga disetrum

Global Sumud Flotilla
Dua aktivis GPCI mendapatkan intersepsi dari militer Israel. Kapal mereka sedang mengikuti aksi damai Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 (IDN Times/Marcheilla)

Lebih lanjut, sembilan WNI itu telah dibebaskan oleh militer zionis Israel pada Kamis, 21 Mei 2026 lalu. Mereka kemudian telah dipulangkan lewat Turki dan kini berada di Istanbul.

Di dalam rekaman video bersama Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, sembilan WNI itu mengaku mendapat tindak kekerasan dari militer Israel. Bahkan, ada yang tak diberi makan.

"Kami Konsul Jenderal bagian Indonesia di Istanbul, alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara kita yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat. Walaupun mereka selama tiga-empat hari mengalami kekerasan fisik," ujar Darianto seperti dikutip dari akun media sosial Menteri Luar Negeri Sugiono.

Kekerasan fisik yang mereka alami selama ditahan zionis antara lain berupa pemukulan hingga dialiri listrik ke tubuh.

"Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum," tutur dia.

2. Sembilan WNI yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla tiba pada Minggu esok

IMG_0254.jpeg
Juru bicara I Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sementara, juru bicara I Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang mengatakan, sembilan WNI itu dijadwalkan tiba di Tanah Air pada Minggu (24/5/2026).

"Sesuai arahan Menlu, kami terus kawal proses kepulangan para WNI relawan GSF hingga seluruhnya tiba kembali di Tanah Air dengan aman. Para WNI dijadwalkan tiba Minggu sore," ujar Yvonne kepada IDN Times pada Jumat kemarin.

Ia meminta doa dari segenap masyarakat Indonesia, agar kepulangan sembilan WNI kembali ke Tanah Air berjalan dengan lancar.

"Kemlu akan terus memantau setiap perkembangan dan memastikan proses kepulangan berjalan lancar hingga para relawan tiba di Tanah Air," tutur dia.

Sementara, Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, mengatakan sembilan WNI akan menjalani serangkaian tes kesehatan dan visum oleh pihak Turki. Hal itu lantaran selama ditahan, mereka mengalami tindak kekerasan.

3. Sembilan WNI dicegat militer Israel saat berada di perairan internasional

Sembilan WNI GSF dibebaskan Israel
Konjen RI di Istanbul bersama sembilan relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ditelepon Menteri Luar Negeri Sugiono. (Instagram/@menluri)

Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia, sembilan WNI telah mengirimkan pesan darurat (SOS) berupa video ketika kapal yang mereka tumpangi dicegat oleh militer zionis pada Rabu (20/52/2026). Mereka kemudian ditangkap dan dibawa ke Pelabuhan Ashdod, Israel.

Daftar sembilan WNI tersebut yakni:

  • Andi Angga Prasadewa di Kapal Josef
  • Rahendro Herubowo di Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho di Kapal Ozgurluk
  • Thoudy Badai di Kapal Ozgurluk
  • Bambang Noroyono (Abeng) di Kapal BoraLize
  • Herman Budianto Sudarsono di Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu di Kapal Zapyro
  • Asad Aras Muhammad di Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo di Kapal Kasr-1

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More