Anies: Gerakan Rakyat Bukan Sekadar Ormas Papan Nama di Jakarta

- Anies Baswedan menegaskan Gerakan Rakyat bukan sekadar ormas papan nama, melainkan memiliki jejaring luas di seluruh Indonesia yang aktif memperjuangkan keadilan dan perubahan.
- Ia mengapresiasi perkembangan Gerakan Rakyat selama satu tahun terakhir, namun mengingatkan bahwa perjuangan masih panjang dan membutuhkan semangat kolektif untuk terus bergerak.
- Gerakan Rakyat resmi bertransformasi menjadi Partai Gerakan Rakyat melalui Rakernas I, dengan Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum dan fokus pada perjuangan keadilan serta kesetaraan.
Jakarta, IDN Times - Anggota Kehormatan Partai Gerakan Rakyat, Anies Baswedan menyatakan, Gerakan Rakyat bukan sekadar organisasi kemasyarakatan (ormas) yang sekadar mejeng di papan nama di jalanan Jakarta.
Hal ini disampaikan Anies Baswedan saat menghadiri acara syukuran HUT ke-1 dan buka bersama kader Partai Gerakan Rakyat di Markas Gerakan Rakyat, Kemang, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026). Anies mengapresiasi Gerakan Rakyat yang terus tumbuh bergerak selama satu tahun ini.
"Dan yang paling penting adalah bahwa organisasi kemasyarakatan ini bukan organisasi yang sekedar papan nama di Jakarta. Tetapi memiliki jejaring seluruh wilayah Indonesia. Itu adalah capaian terpenting selama satu tahun terakhir ini," kata Anies Baswedan.
1. Gerakan Rakyat harus jangkau seluruh pelosok negeri

Anies mengatakan, tonggak perjuangan Gerakan Rakyat telah dimulai pada November 2023. Kemudian Gerakan Rakyat secara resmi dideklarasikan pada 27 Februari 2025. Sejak awal, Gerakan Rakyat telah memperjuangkan perubahan keadilan bagi rakyat Indonesia.
Dengan misi tersebut, Anies menginginkan, Gerakan Rakyat harus menjangkau seluruh pelosok negeri. Ia pun mengapresiasi Gerakan Rakyat yang selama satu tahun ini bukan hanya tumbuh di kota-kota besar, tapi bergerak ke seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
"Itu menggambarkan bahwa jejaring untuk perubahan, jejaring untuk keadilan masih tetap utuh dan terus berjuang bersama-sama," kata dia.
2. Anies sebut perjuangan Gerakan Rakyat masih panjang

Namun, Anies mengingatkan, pencapaian ini bukan akhir dari segalanya, karena perjuangan baru dimulai. Ia kembali mengapresiasi semua pejuang perubahan yang telah berjuang bersama selama satu tahun terakhir ini.
"Perjalanan masih panjang. Perjalanan masih mendaki. Insyaallah bukan yang terjal, insyaallah mudah untuk dijalani," kata Anies.
"Saya ingin sampaikan selamat, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada semua pejuang perubahan yang telah berjuang bersama selama satu tahun terakhir ini. Apresiasi kepada pimpinan DPP Gerakan Rakyat, Bang Sahrin Hamid dan seluruh jajarannya, juga seluruh DPW, seluruh DPD," sambungnya.
3. Gerakan Rakyat resmi jadi parpol

Ormas Gerakan Rakyat secara resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik (parpol) dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I hari kedua di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/1/2026).
Dalam rapat pleno yang dihadiri sebanyak 511 anggota dari berbagai tingkatan, meliputi 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), 402 Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD), serta Dewan Pakar dan jajaran pengurus pusat, Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat.
"Keadilan dan kesetaraan yang selama ini diperjuangkan oleh Anies Rasyid Baswedan secara personal, saat ini tidak lagi menjadi perjuangan personal, tapi sudah menjadi perjuangan institusional melalui Partai Gerakan Rakyat," kata Sahrin.
















