Petugas Sita Puluhan Slop Rokok dari Jemaah Haji Asal Jember

Surabaya, IDN Times - Petugas asrama haji Surabaya terus menyisir para Calon Jemaah Haji (CJH) yang akan menjalani karantina 1x24 jam di asrama. Petugas gabungan dari Angkasa Pura, Bea Cukai dan Kementerian Agama (Kemenag) ini pun mendapatkan sejumlah temuan yang dilarang untuk dibawa ke tanah suci. Temuan yang sama masih menjadi fenomena, dari tahun ke tahun.
1. Petugas sita puluhan slop rokok

Dari data yang dihimpun oleh IDN Times, petugas gabungan berhasil menyita belasan slop dari 3 kloter asal Jember. Di kloter 7 saja, petugas menyita 45 slop rokok. Sementara di kloter 9 petugas juga menyita 13 slop rokok. "Iya yang banyak tadi malam di kloter 7 itu. Yang tadi di kloter 9 juga ada sitaan slop rokok," ujar Humas Asrama Haji, Isna, Kamis (19/7).
2. Petugas juga menyita korek hingga power bank

Tak hanya rokok, temuan lain juga didapati oleh para petugas gabungan. Di kloter 8 misalnya, petugas berhasil menyita beberapa korek api. Sementara di kloter 9 petugas menyita power bank milik CJH. "Di sita karena power banknya tidak tertera berapa daya listriknya. Dari pada membahayakan, sama petugas diamankan dulu," lanjut Isna.
3. CJH diperbolehkan membawa maksimal satu slop rokok

Sementara itu, Kasi Informasi Haji Kemenag Jatim Sutarno mengatakan untuk barang bawaan sudah ada aturannya sendiri. CJH diharapkan mematuhinya demi kelancaran seluruh rombongan haji. "Kalau rokok itu boleh bawa. Tapi ada aturannya maksimal 100 batang per orang. Itu setara 1 slop, kan satu bungkusnya bisa isi 12 ada yang lebih," katanya.
4. Barang sitaan ajan dikembalikan oleh petugas kepada CJH

Sutarno menambahkan, untuk barang yang disita nantinya tidak akan dimusnahkan oleh petugas. Ia menjamin, barang tersebut baik berupa korek, rokok hingga minyak goreng akan dikembalikan setelah para jamaah pulang dari ibadah. "Barang itu cuma kita tahan. Nanti dikembalikan di petugas daerah. Sudah pulang bisa diambil lagi ke petugas daerah masing-masing," pungkasnya.



















