Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sampah Jakarta Bebani Bantargebang, Pramono Aktifkan RDF Rorotan

Sampah Jakarta Bebani Bantargebang, Pramono Aktifkan RDF Rorotan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. (Dok. Pemprov DKI)
Intinya Sih
  • Pemprov DKI Jakarta menyiapkan pengoperasian fasilitas RDF Rorotan di Jakarta Utara untuk mengurangi beban sampah Bantargebang hingga 1.500 ton per hari.
  • Volume sampah Jakarta mencapai 7.400–8.000 ton per hari, sehingga Pemprov berencana membatasi pengiriman ke Bantargebang dan memperkuat proses pemilahan sampah.
  • Sambil menunggu pemulihan Zona 4A, pengiriman sampah sementara dialihkan ke Zona 3 dan dua zona baru yang disiapkan sebagai lokasi penampungan sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI Jakarta tengah mempersiapkan pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara sebagai bagian dari solusi pengelolaan sampah jangka menengah.

Persiapan ini jadi alternatif di tengah tragedi longsor sampah di yang menelan korban di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026).

"Saya menargetkan RDF Rorotan nantinya bisa membantu mengurangi sekitar 1.000 sampai 1.500 ton sampah per hari. Mudah-mudahan proses commissioning segera selesai sehingga fasilitas ini bisa beroperasi secara normal,” ujar Pramono di Balai Kota, Senin (9/2/2026).

1. Sampah dari Jakarta yang dikirim ke Bantargebang mencapai 8.000 ton per hari

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. (Dok. Pemprov DKI)

Pramono mengungkapkan produksi sampah dari Jakarta yang dikirim ke Bantargebang mencapai 7.400 hingga 8.000 ton per hari. Jumlah tersebut biasanya meningkat saat akhir pekan.

“Sekarang ini harian sampah kita antara 7.400 sampai dengan 8.000 ton. Delapan ribu ton itu biasanya pada akhir pekan,” ujar Pramono.

2. Sampah dari Jakarta akan dipilah

IMG-20260308-WA0071.jpg
Tim SAR Jakarta bantu evakuasi kotabn longsor di TPA Bantar Gebang / dok SAR Jakarta

Besarnya volume sampah tersebut dinilai memberikan tekanan besar terhadap daya tampung TPST Bantargebang di Kota Bekasi, Jawa Barat. Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menyiapkan langkah pembatasan pengiriman sampah ke lokasi tersebut selain menyiapkan ke RDF Rorotan

Salah satu langkah yakni memperkuat proses pemilahan sampah sebelum dikirim ke Bantargebang.

“Bantargebang memang harus mulai ada pembatasan karena daya tampungnya sudah sangat terbatas. Untuk itu kami akan melakukan proses pemilahan di ujung agar tidak semuanya dikirimkan ke Bantargebang,” katanya.

3. Pengiriman sampah sementara akan diarahkan ke zona 3

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung lokasi longsor di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Bantargebang, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/3) pagi. (Dok. Pemprov DKI)

Selain itu, Pemprov DKI juga menyiapkan pengaturan zona penampungan sampah di area TPST Bantargebang. Sambil menunggu zona 4A selesai dipulihkan, pengiriman sampah untuk sementara akan diarahkan ke zona 3 serta dua zona baru yang sedang disiapkan sebagai lokasi sementara.

"Untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporary, sementara, jadi tidak permanen. Dan harapan kami adalah untuk Zona 4 ini, 4A, segera bisa dipulihkan kembali," katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More