Bakom Bantah Demo Dukung MBG Arahan Pemerintah

- Bakom menegaskan pemerintah tidak mengarahkan atau terlibat dalam aksi demo dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis, serta menghormati semua pihak yang menyampaikan pendapat.
- Aksi demo dukungan MBG di kawasan Monas meninggalkan tumpukan sampah seperti botol plastik, bungkus makanan, dan poster bekas yang berserakan di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan.
- Petugas kebersihan DLH membutuhkan sekitar dua jam untuk membersihkan area demo dan mengangkut sampah hingga dua mobil, sambil mengimbau peserta aksi agar lebih tertib menjaga kebersihan.
Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Kurnia Ramadhana, membantah adanya isu demonstrasi yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) digerakkan pemerintah. Menurutnya, semua demo yang mengkritik maupun mendukung, tidak ada campur tangan pemerintah.
"Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapa pun boleh menyatakan pendapat. Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah. Posisi pemerintah menghormati kedua belah pihak tersebut," ujar Kurnia di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
"Pada intinya yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal program Makan Bergizi Gratis (MBG), sembari itu juga perbaikan-perbaikan sembari dilakukan oleh pimpinan BGN yang baru," sambungnya.
1. Bagaimana soal peserta demo dukung MBG dibayar Rp100 ribu?

Saat ditanya mengenai adanya pemberian Rp100 ribu terhadap peserta demo di Patung Kuda, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026, Kurnia lagi-lagi enggan menjawab.
"Tadi itu saja ya," ucap dia.
2. Aksi demo dukung MBG sisakan sampah

Aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Monas, Jakarta Pusat, menyisakan tumpukan sampah di lokasi. Sampah berupa botol plastik minuman, bungkus makanan, hingga poster bekas aksi terlihat berserakan usai massa membubarkan diri, Senin (22/6/2026).
Berdasarkan pantauan IDN Times, sampah tampak memenuhi sejumlah titik di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan. Sejumlah poster yang sebelumnya dibawa peserta aksi juga terlihat tercecer di badan jalan dan trotoar, menambah kesan semrawut di kawasan tersebut.
3. Dua jam petugas kebersihan mengumpulkan sampah

Sejumlah petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tampak berjibaku membersihkan sampah. Dua petugas kebersihan, yakni Ancin dan Didi hampir dua jam menyapu dan mengumpulkan sampah di sekitar Jalan Merdeka Selatan.
"Tidak hanya berkarung-karung (sampah), tapi sudah angkut sampai dua mobil tadi," ujar dia saat ditemui IDN Times.
Sementara, Didi mengimbau pendemo agar lebih tertib dan tidak meninggalkan sampah. Dia meminta agar nanti pendemo membawa plastik atau karung untuk mengumpulkan sampah bekas makanan atau aksi.
"Lebih tertib saja kalau buang sampah bawa kantong, gak apa-apa saya angkutnya kan lebih rapi," ujar dia.



















