Respons Istana soal Mahasiswa UBK Terima Uang Demo

- Kurnia Ramadhana dari Bakom menolak berkomentar soal mahasiswa UBK terima uang demo dan hanya menegaskan pemerintah tidak mengatur aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis.
- Wakil Rektor III UBK, Daniel Panda, menyatakan Ketua BEM Fakultas Hukum UBK mengaku menerima Rp20 juta terkait demonstrasi di Patung Kuda dan telah memberikan keterangan resmi ke kampus.
- Pihak UBK membentuk tim investigasi melalui Komisi Etik untuk menyelidiki kasus penerimaan uang tersebut serta menentukan sanksi bagi mahasiswa yang terbukti melanggar aturan kampus.
Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi III Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Kurnia Ramadhana, enggan berkomentar terkait Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdimaludin, menerima uang demo.
Kurnia lebih memilih berkomentar mengenai isu adanya pengerahan masa untuk ikut berdemonstrasi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut.
"Aku jawab soal demo MBG ya, yang dugaannya katanya disetir pemerintah dan lain-lain. Aku jawab itu aja," ujar Kurnia di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
1. Bakom bantah isu pemerintah gerakkan demo dukung MBG

Kurnia menjelaskan mengenai adanya isu demo yang mendukung MBG dilanjutkan digerakkan pemerintah. Menurutnya, semua demo yang mengkritik maupun mendukung, tidak ada campur tangan pemerintah.
"Di dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, siapa pun boleh menyatakan pendapat. Baik pendapat yang sepakat dengan kebijakan maupun yang mengkritik kebijakan pemerintah. Posisi pemerintah menghormati kedua belah pihak tersebut," kata dia.
"Pada intinya yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah berusaha berbenah diri dalam hal program Makan Bergizi Gratis, sembari itu juga perbaikan-perbaikan sembari dilakukan oleh pimpinan BGN (Badan Gizi Nasional) yang baru," sambung Kurnia.
Saat ditanya mengenai adanya pemberian Rp100 ribu kepada peserta demo di Patung Kuda, Jakarta, pada Senin, 22 Juni 2026, Kurnia enggan menjawab.
"Tadi itu saja ya," ucap dia.
2. Rektor UBK sebut mahasiswa terima uang agar tak demo di depan Istana

Sebelumnya, Wakil Rektor III Universitas Bung Karno (UBK), Daniel Panda, memastikan pihak kampus sudah mengonfirmasi langsung kepada Ketua BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdimaludin.
Abdi merupakan perwakilan mahasiswa yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Abdi menjadi sorotan usai mengaku menerima uang saat menggelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026.
"Dalam kasus ini kami sudah memanggil Ketua BEM Fakultas Hukum, saudara Abdi. Dia sudah membuat pengakuan secara resmi kepada pihak universitas bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp20 juta," ujar Daniel dalam jumpa pers di Gedung Universitas Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 17A, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2026.
3. UBK buat tim investigasi

Daniel memastikan, pihak kampus akan membuat tim investigasi untuk mengusut kasus ini secara menyeluruh dan transparan.
"Kami memiliki Komisi Etik. Dalam proses ini kami akan menyelidiki dan meminta keterangan dari beberapa mahasiswa," jelas dia.
Setelah melakukan investigasi, kata Daniel, pihak kampus akan memutuskan sanksi apa yang akan diberikan kepada sejumlah mahasiswa yang melakukan pelanggaran tersebut.
Daniel menambahkan, uang tersebut diterima sejumlah mahasiswa agar UBK mau mengalihkan lokasi demo. Dari yang semula di sekitar kawasan Istana, menjadi di depan Gedung DPR.



















